Kasus Covid-19 Melonjak, Majalengka Tutup 186 Tempat Wisata

Kompas.com - 06/08/2020, 10:03 WIB
Pengunjung menikmati pemandangan Bukit Mercury Sayang Kaak dengan terasering, Kabupaten Majalengka, Jawa Barat. Dokumentasi Bukit Mercury Sayang KaakPengunjung menikmati pemandangan Bukit Mercury Sayang Kaak dengan terasering, Kabupaten Majalengka, Jawa Barat.

KOMPAS.com – Kabupaten Majalengka secara resmi menutup kembali 186 tempat wisata per Selasa (4/8/2020).

Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Disparbud) Kabupaten Majalengka Lilis Yuliasih mengatakan penutupan itu dilakukan karena terjadi lonjakan kasus Covid-19 di sana.

“Semua tempat wisata secara keseluruhan ditutup karena peningkatan kasus Covid-19 secara signifikan di tempat kami. Ditakutkan muncul klaster wisata,” kata dia kepada Kompas.com, Rabu (5/8/2020).

Lilis melanjutkan, penutupan itu sudah tertuang dalam Surat Edaran (SE) Nomor 556/1154-Disparbud tentang Penutupan Sementara Obyek Daya Tarik Wisata di Kabupaten Majalengka.

Baca juga: Benarkah Tempat Wisata di Garut Bakal Ditutup Lagi?

“Seluruh obyek wisata ditutup sampai Selasa (18/8/2020). Nanti akan ada evaluasi setelah 14 hari ke depan. Saat keadaan sudah bisa dibuka kembali, baru dibuka,” imbuh dia.

Selama penutupan obyek wisata berlangsung, Disbudpar beserta Dinas Perhubungan, TNI, kepolisian, dan beberapa pihak terkait lainnya akan melakukan pemantauan.

Adapun, pemantauan yang dimaksud adalah mengecek seluruh obyek wisata di Kabupaten Majalengka, sekaligus makin menggencarkan sosialisasi penerapan protokol kesehatan.

“Ketika nanti sudah bisa dibuka kembali, obyek wisata harus sudah benar-benar disiapkan. Kami tidak tinggal diam,” tutur Lilis.

Baca juga: Viral Video Pengunjung Buat Gaduh saat Malam, Savana Propok akan Ditutup

Mengutip akun Instagram resmi Disparbud Kabupaten Majalengka, seluruh obyek wisata di sana ditutup lantaran lonjakan kasus Covid-19 terjadi secara signifikan sejak 21 Juli–2 Agustus 2020.

Dalam SE penutupan, terdapat beberapa imbauan bagi pengelola obyek wisata, yakni sebagai berikut:

  1. Menutup sementara operasinya selama 14 hari, yaitu sejak 4 Agustus 2020 sampai 18 Agustus 2020.
  2. Memasang papan pengumuman penutupan sementara obyek daya tarik wisata di pintu masuk dan menginformasikannya melalui media sosial masing-masing.
  3. Berkoordinasi dengan Camat, Kepala Desa, Kepolisian Sektor, dan Komando Rayon Militer setempat.

SE juga mengimbau para camat dan kepala desa untuk melakukan sosialisasi penutupan sementara obyek wisata kepada masyarakat di wilayah masing-masing.



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X