Kompas.com - 05/10/2020, 18:50 WIB
Penjaga berada di lokasi Api Abadi Mrapen yang padam total, di Desa Manggarmas, Kecamatan Godong, Kabupaten Grobogan, Jawa Tengah, Minggu (3/10/2020). Hingga saat ini, Dinas Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Provinsi Jateng masih berupaya melakukan kajian terkait penyebab terhentinya suplai gas di sumber api legendaris tersebut KOMPAS.com/PUTHUT DWI PUTRANTO NUGROHOPenjaga berada di lokasi Api Abadi Mrapen yang padam total, di Desa Manggarmas, Kecamatan Godong, Kabupaten Grobogan, Jawa Tengah, Minggu (3/10/2020). Hingga saat ini, Dinas Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Provinsi Jateng masih berupaya melakukan kajian terkait penyebab terhentinya suplai gas di sumber api legendaris tersebut

KOMPAS.com - Kabupaten Grobogan, Jawa Tengah memiliki salah satu tempat wisata favorit di kalangan wisatawan, yaitu Api Abadi Mrapen.

Namun, kabar mengherankan datang kala Api Abadi Mrapen telah padam total untuk pertama kalinya dalam sejarah.

Padamnya Api Abadi Mrapen juga disampaikan langsung oleh pengelola tempat Api Abadi Mrapen, David Diyanto.

Baca juga: Padam, Berikut 5 Fakta tentang Api Abadi Mrapen

Ia mengatakan, api biru yang berkobar melalui lubang pipa di titik sumber Api Mrapen perlahan mengecil sejak sepekan lalu, hingga akhirnya padam total pada 25 September 2020.

Lalu seperti apa latar belakang Api Abadi Mrapen hingga menjadi daya tarik wisata Kabupaten Grobogan?

Jadi sumber nyala api obor PON 1996

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Api Abadi Mrapen terkenal sebagai salah satu tempat wisata di Kabupaten Grobogan. Lokasinya berada di Desa Manggarmas, Kecamatan Godong, Kabupaten Grobogan.

Baca juga: Tiba-tiba Padam, Bisakah Api Abadi Mrapen Menyala Kembali?

Berdasarkan data pengelola, api yang menyala karena pasokan gas rawa keluar secara alami dari perut bumi itu belum pernah sekalipun padam.

Hal tersebut yang menjadikan Api Abadi Mrapen unik dan membuat wisatawan datang untuk melihat secara langsung.

Api berwarna biru itu telah melegenda tak hanya di kalangan wisatawan nusantara, namun juga wisatawan mancanegara.

Terang saja, pasalnya, api tersebut pernah digunakan sebagai sumber nyala api obor beberapa perhelatan nasional maupun internasional.

Sebut saja mulai dari pesta olahraga nasional yaitu Pekan Olahraga Nasional (PON) XVI 23 Agustus 1996.

Bahkan puluhan tahun sebelumnya, Api Abadi Mrapen sempat digunakan sebagai sumber nyala api obor pesta olahraga internasional Ganefo pada 1 Novemberr 1963.

Perhelatan olahraga tersebut mempertemukan sebanyak 2.700 atlet dari 51 negara di Asia, Afrika, Eropa, dan Amerika Latin.

Api Abadi Mrapen juga sempat digunakan sebagai tempat pengambilan Api Obor Asian Games 2018.

Tak hanya itu, Api Abadi Mrapen juga setiap tahunnya digunakan untuk menyalakan obor upacara Hari Raya Waisak bagi umat Buddha.

Halaman Selanjutnya
Halaman:


Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Jepang Hentikan Semua Reservasi Penerbangan, Antisipasi Varian Covid-19 Omicron

Jepang Hentikan Semua Reservasi Penerbangan, Antisipasi Varian Covid-19 Omicron

Travel Update
Etika Naik Garuda Indonesia, Jinjing Tas Ransel!

Etika Naik Garuda Indonesia, Jinjing Tas Ransel!

Travel Tips
Geser Paris, Tel Aviv Kini Jadi Kota Termahal di Dunia

Geser Paris, Tel Aviv Kini Jadi Kota Termahal di Dunia

Travel Update
NTB Kembangkan Wisata Olahraga, Bisa Contek Kunci Kesuksesan Perancis

NTB Kembangkan Wisata Olahraga, Bisa Contek Kunci Kesuksesan Perancis

Travel Update
Nglanggeran Sukses Wakili Indonesia dalam Daftar Desa Wisata Terbaik UNWTO 2021

Nglanggeran Sukses Wakili Indonesia dalam Daftar Desa Wisata Terbaik UNWTO 2021

Travel Update
Libur Nataru, Kapasitas Tempat Wisata DIY 25 Persen dan Tak ada Perayaan Tahun Baru

Libur Nataru, Kapasitas Tempat Wisata DIY 25 Persen dan Tak ada Perayaan Tahun Baru

Travel Update
Rute The Beach Love Bali dari Bandara Ngurah Rai

Rute The Beach Love Bali dari Bandara Ngurah Rai

Travel Tips
Malaysia Batasi Pelaku Perjalanan dari Negara Berisiko Tinggi Omicron

Malaysia Batasi Pelaku Perjalanan dari Negara Berisiko Tinggi Omicron

Travel Update
Kawasan Heritage Depok Lama Akan Dikembangkan Jadi Tempat Wisata Sejarah

Kawasan Heritage Depok Lama Akan Dikembangkan Jadi Tempat Wisata Sejarah

Travel Update
Korea Selatan Terapkan Karantina 10 Hari untuk Seluruh Kedatangan Internasional

Korea Selatan Terapkan Karantina 10 Hari untuk Seluruh Kedatangan Internasional

Travel Update
Borobudur Marathon Bisa Jadi Contoh Pengembangan Sport Tourism di NTB

Borobudur Marathon Bisa Jadi Contoh Pengembangan Sport Tourism di NTB

Travel Update
Thailand Tetap Wajibkan Tes PCR untuk Turis Asing

Thailand Tetap Wajibkan Tes PCR untuk Turis Asing

Travel Update
Budayawan Sebut Lombok NTB Berpotensi Jadi Destinasi Wisata Budaya

Budayawan Sebut Lombok NTB Berpotensi Jadi Destinasi Wisata Budaya

Travel Update
Akademisi Sebut Kemajuan Pariwisata Mandalika Jangan Bikin Daerah Lain Dilupakan

Akademisi Sebut Kemajuan Pariwisata Mandalika Jangan Bikin Daerah Lain Dilupakan

Travel Update
Swiss Larang Penerbangan dari 7 Negara akibat Omicron

Swiss Larang Penerbangan dari 7 Negara akibat Omicron

Travel Update
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.