PPKM Jawa-Bali Diperpanjang, Ini Respons Kadispar Bali

Kompas.com - 22/01/2021, 07:50 WIB
Ilustrasi Bali - Desa Penglipuran di Kabupaten Bangli, Bali. SHUTTERSTOCK / GODILAIlustrasi Bali - Desa Penglipuran di Kabupaten Bangli, Bali.

KOMPAS.com – Pemerintah Indonesia memperpanjang pembatasan pemberlakuan kegiatan masyarakat (PPKM) di Jawa-Bali selama dua pekan mulai 26 Januari 2021.

Menanggapi hal tersebut, Kepala Dinas Pariwisata Provinsi Bali Putu Astawa mengatakan bahwa pihaknya setuju dengan kebijakan tersebut.

“Kita pasti tunduk dengan Satgas Penanganan Covid-19 pusat karena masalah kesehatan penting, tapi tidak mengabaikan persoalan ekonomi,” ungkapnya kepada Kompas.com, Kamis (21/1/2021).

Baca juga: Itinerary Seharian Wisata di Badung Bali

Menurutnya, kebijakan perpanjangan PPKM berguna untuk melandaikan jumlah kasus Covid-19 di Indonesia hingga benar-benar hilang.

Kendati demikian, menurut Putu, hal tersebut dapat terjadi jika seluruh masyarakat di Nusantara patuh dan disiplin akan protokol kesehatan yang telah diterapkan.

Dengan disiplinnya masyarakat, landainya Covid-19 di Indonesia, pariwisata Nusantara dapat berjalan kembali tanpa perlu khawatir.

“Yang jelas ini tidak ditutup, cuma dibatasi aktivitasnya supaya tidak terjadi pemaparan virus. Jadi tanggapan kami setuju dengan kebijakan,” ujar Putu.



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X