Kompas.com - 25/05/2021, 11:11 WIB
Ilustrasi Nusa Tenggara Timur - Danau Kelimutu. SHUTTERSTOCKIlustrasi Nusa Tenggara Timur - Danau Kelimutu.

ENDE, KOMPAS.com – Air di salah satu kawah di Danau Tiga Warna Kelimutu, Kabupaten Ende, Nusa Tenggara Timur (NTT), mengalami penyusutan.

Fenomena menyusutnya air di salah satu kawah danau Kelimutu itu terjadi sekitar satu tahun terakhir. Airnya mengalami penyusutan sekitar lima meter.

Kepala Balai Taman Nasional Kelimutu Agus Sitepu membenarkan fenomena menyusutnya air di salah satu kawah danau yang bernama Atambupu.

“Telah terjadi sekitar setahun terakhir. Kami telah berkoordinasi dengan pos pemantauan Gunung Api Kelimutu untuk pengkajian,” kata Agus kepada Kompas.com melalui pesan singkat, Senin (24/5/2021).

Baca juga: Taman Nasional Kelimutu Ditutup Sementara Selama Libur Idul Fitri

Pihaknya pun belum mengetahui penyebab menyusutnya air di salah satu kawah danau Kelimutu itu.

Dirinya berharap pos pemantauan gunung api segera melakukan pengkajian terhadap fenomena itu agar penyebabnya bisa diketahui.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Danau yang berubah warna

Danau Kelimutu sendiri merupakan tempat wisata andalan di Kabupaten Ende, NTT karena keindahan pemandangan dan keunikannya.

Danau yang ada di Puncak Gunung Kelimutu ini unik karena memiliki tiga warna seperti namanya, yakni Danau Tiga Warna. 

Warna air danau pun berubah seiring waktu. Saat ini, warna air Danau Kelimutu adalah hijau, putih, dan merah.

Danau Tiga Warna Kelimutu di Kabupaten Ende, Flores, Nusa Tenggara Timur. KOMPAS.com/DOKUMEN BALAI TAMAN NASIONAL KELIMUTU Danau Tiga Warna Kelimutu di Kabupaten Ende, Flores, Nusa Tenggara Timur.

Adapun, dilansir dari Kompas.com, Minggu (12/7/2020), perubahan warna air Danau Kelimutu memiliki jadwal.

Menurut Agus, biasanya perubahan warna air danau terjadi pada Februari–Maret. Namun pada saat itu, air danau Tiwu Ata Polo berubah warna pada Desember 2018 dari hijau toska ke hijau tua atau daun. Bahkan, selama beberapa hari menjadi hijau dominan kecoklatan.

Baca juga: Liburan ke TN Kelimutu, Jangan Lupa Mampir di Kafe Pinggir Sawah Ini

 

Perubahan warna umumnya terjadi karena perubahan aktivitas vulkanik, geologi, dan faktor luar, seperti hujan atau matahari yang memengaruhi komposisi kandungan air.

Perubahan warna Danau Kelimutu tercatat sudah terjadi sebanyak 44 kali pada 1915–2011. Danau Tiwu Ata Polo adalah danau yang paling sering mengalami perubahan warna.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Jepang Hentikan Semua Reservasi Penerbangan, Antisipasi Varian Covid-19 Omicron

Jepang Hentikan Semua Reservasi Penerbangan, Antisipasi Varian Covid-19 Omicron

Travel Update
Etika Naik Garuda Indonesia, Jinjing Tas Ransel!

Etika Naik Garuda Indonesia, Jinjing Tas Ransel!

Travel Tips
Geser Paris, Tel Aviv Kini Jadi Kota Termahal di Dunia

Geser Paris, Tel Aviv Kini Jadi Kota Termahal di Dunia

Travel Update
NTB Kembangkan Wisata Olahraga, Bisa Contek Kunci Kesuksesan Perancis

NTB Kembangkan Wisata Olahraga, Bisa Contek Kunci Kesuksesan Perancis

Travel Update
Nglanggeran Sukses Wakili Indonesia dalam Daftar Desa Wisata Terbaik UNWTO 2021

Nglanggeran Sukses Wakili Indonesia dalam Daftar Desa Wisata Terbaik UNWTO 2021

Travel Update
Libur Nataru, Kapasitas Tempat Wisata DIY 25 Persen dan Tak ada Perayaan Tahun Baru

Libur Nataru, Kapasitas Tempat Wisata DIY 25 Persen dan Tak ada Perayaan Tahun Baru

Travel Update
Rute The Beach Love Bali dari Bandara Ngurah Rai

Rute The Beach Love Bali dari Bandara Ngurah Rai

Travel Tips
Malaysia Batasi Pelaku Perjalanan dari Negara Berisiko Tinggi Omicron

Malaysia Batasi Pelaku Perjalanan dari Negara Berisiko Tinggi Omicron

Travel Update
Kawasan Heritage Depok Lama Akan Dikembangkan Jadi Tempat Wisata Sejarah

Kawasan Heritage Depok Lama Akan Dikembangkan Jadi Tempat Wisata Sejarah

Travel Update
Korea Selatan Terapkan Karantina 10 Hari untuk Seluruh Kedatangan Internasional

Korea Selatan Terapkan Karantina 10 Hari untuk Seluruh Kedatangan Internasional

Travel Update
Borobudur Marathon Bisa Jadi Contoh Pengembangan Sport Tourism di NTB

Borobudur Marathon Bisa Jadi Contoh Pengembangan Sport Tourism di NTB

Travel Update
Thailand Tetap Wajibkan Tes PCR untuk Turis Asing

Thailand Tetap Wajibkan Tes PCR untuk Turis Asing

Travel Update
Budayawan Sebut Lombok NTB Berpotensi Jadi Destinasi Wisata Budaya

Budayawan Sebut Lombok NTB Berpotensi Jadi Destinasi Wisata Budaya

Travel Update
Akademisi Sebut Kemajuan Pariwisata Mandalika Jangan Bikin Daerah Lain Dilupakan

Akademisi Sebut Kemajuan Pariwisata Mandalika Jangan Bikin Daerah Lain Dilupakan

Travel Update
Swiss Larang Penerbangan dari 7 Negara akibat Omicron

Swiss Larang Penerbangan dari 7 Negara akibat Omicron

Travel Update
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.