Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Museum Batik Indonesia TMII, Punya Koleksi 860 Kain Batik Seluruh Negeri

Kompas.com - 22/10/2022, 13:18 WIB
Wasti Samaria Simangunsong ,
Anggara Wikan Prasetya

Tim Redaksi

Kain batik yang dipengaruhi budaya asing

Menariknya, Museum Batik Indonesia juga punya beberapa koleksi kain batik yang mendapat pengaruh asing, seperti Batik Belanda yang sangat terkenal dengan motif-motif bunga dan sudah diproduksi oleh orang-orang Belanda di Tanah Air, sejak sebelum kemerdekaan.

Berikutnya ada kain batik motif Jawa Hokokai yang hanya diproduksi selama masa pendudukan Jepang di Indonesia, yakni pada tahun 1942-1945. Motif ini memiliki ciri khusus, seperti adanya bunga sakura.

Ada pula motif batik yang memiliki pengaruh budaya Tionghoa, dengan motif kilin, motif naga, dan motif burung hong.

Baca juga: Batik Lasem Disiapkan Jadi Suvenir TWG G20

Ada juga Batik Besurek yang dipenuhi tulisan Arab, berasal dari Bengkulu dan biasanya dibuat sebagai penutup kepala.

Dua teknik pembuatan batik

Dalam Ruang Teknik Pembuatan Batik, ada dua teknik pembuatan batik yang dipamerkan, yaitu teknik tulis dan cap. Pengunjung bisa melihat proses pembuatan batik tulis, yang dimulai dari pembuatan gambar.

"Yang pasti batik itu syaratnya harus menggunakan lilin malam panas dengan alat canting tulis. Batik printing bukan kain batik, karena syarat batik yang pasti adalah menggunakan lilin malam panas waktu menutup warna," ujarnya.

Kurator Museum Indonesia, Asri menyampaikan, pada prinsipnya, menorehkan lilin panas adalah menutup bagian-bagian kain yang tidak mau diberi warna.

Alat canting cap dalam proses pembuatan batik di Museum Batik IndonesiaKOMPAS.com/Wasti Samaria Simangunsong Alat canting cap dalam proses pembuatan batik di Museum Batik Indonesia

Ada beberapa komposisi untuk membuat lilin malam tersebut, termasuk gondorukem, parafin, microwax, lilin lebah, minyak kelapa, dan damar mata kucing.

"Lilinnya pun akan diolah menjadi beberapa jeis tergantung pengelolaan, karena untuk merengreng, menembok itu lilinnya agak berbeda komposisinya," kata Asri.

Nah, kalau batik tulis perlu menggambarkan polanya dulu di atas kain. Namun untuk teknik membatik cap, hanya perlu mengecap motif di atas kain.

Baca juga: Mengenal Batik Tiga Negeri Lasem yang Punya Motif Unik

Tapi, tentu saja motif cap pun harus menggunakan lilin panas. Sebab bila tidak memakai lilin malam panas, maka itu tidak bisa disebut batik. Proses pembuatan batik cap pun lebih cepat dibanding batik tulis.

Pengunjung juga bisa melihat beberapa bahan alami yang digunakan sebagai pewarna batik, seperti gambir, pinang, kayu tingi, kulit manggis, akar mengkudu, kayu secang, tarum atau indigofera, hingga jolawe.

Halaman:


Terkini Lainnya

Pengalaman ke Pasar Kreatif Jawa Barat, Tempat Nongkrong di Bandung

Pengalaman ke Pasar Kreatif Jawa Barat, Tempat Nongkrong di Bandung

Jalan Jalan
Libur Panjang Waisak 2024, KAI Operasikan 20 Kereta Api Tambahan

Libur Panjang Waisak 2024, KAI Operasikan 20 Kereta Api Tambahan

Travel Update
Pasar Kreatif Jawa Barat: Daya Tarik, Jam Buka, dan Tiket Masuk

Pasar Kreatif Jawa Barat: Daya Tarik, Jam Buka, dan Tiket Masuk

Travel Update
Berkunjung ke Pantai Nangasule di Sikka, NTT, Ada Taman Baca Mini

Berkunjung ke Pantai Nangasule di Sikka, NTT, Ada Taman Baca Mini

Jalan Jalan
10 Wisata Malam di Semarang, Ada yang 24 Jam

10 Wisata Malam di Semarang, Ada yang 24 Jam

Jalan Jalan
Tanggapi Larangan 'Study Tour', Menparekraf: Boleh asal Tersertifikasi

Tanggapi Larangan "Study Tour", Menparekraf: Boleh asal Tersertifikasi

Travel Update
Ada Rencana Kenaikan Biaya Visa Schengen 12 Persen per 11 Juni

Ada Rencana Kenaikan Biaya Visa Schengen 12 Persen per 11 Juni

Travel Update
Kasus Covid-19 di Singapura Naik, Tidak ada Larangan Wisata ke Indonesia

Kasus Covid-19 di Singapura Naik, Tidak ada Larangan Wisata ke Indonesia

Travel Update
Museum Kebangkitan Nasional, Saksi Bisu Semangat Pelajar STOVIA

Museum Kebangkitan Nasional, Saksi Bisu Semangat Pelajar STOVIA

Travel Update
World Water Forum 2024 Diharapkan Dorong Percepatan Target Wisatawan 2024

World Water Forum 2024 Diharapkan Dorong Percepatan Target Wisatawan 2024

Travel Update
Tebing di Bali Dikeruk untuk Bangun Hotel, Sandiaga: Dihentikan Sementara

Tebing di Bali Dikeruk untuk Bangun Hotel, Sandiaga: Dihentikan Sementara

Travel Update
Garuda Indonesia dan Singapore Airlines Kerja Sama untuk Program Frequent Flyer

Garuda Indonesia dan Singapore Airlines Kerja Sama untuk Program Frequent Flyer

Travel Update
5 Alasan Pantai Sanglen di Gunungkidul Wajib Dikunjungi

5 Alasan Pantai Sanglen di Gunungkidul Wajib Dikunjungi

Jalan Jalan
Pantai Lakey, Surga Wisata Terbengkalai di Kabupaten Dompu

Pantai Lakey, Surga Wisata Terbengkalai di Kabupaten Dompu

Travel Update
Bali yang Pas untuk Pencinta Liburan Slow Travel

Bali yang Pas untuk Pencinta Liburan Slow Travel

Travel Tips
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
komentar di artikel lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com