Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Sejarah Waduk Jatigede di Sumedang, Waduk Terbesar Kedua di Indonesia

Kompas.com - 19/03/2024, 15:26 WIB
Zeta Zahid Yassa,
Anggara Wikan Prasetya

Tim Redaksi

KOMPAS.com - Waduk Jatigede di Kabupaten Sumedang merupakan salah satu danau buatan terbesar di Indonesia. 

Diresmikan pada tahun 2015, waduk seluas 4.983 hektar ini memiliki berbagai fungsi penting, seperti tempat menampung cadangan air, pengendali banjir, irigasi, dan pembangkit listrik tenaga air. 

Baca juga: Ambisi Sumedang Jadikan Waduk Jatigede Wisata Kelas Dunia, Ingin Kalahkan Banyuwangi

Namun, sedikit yang mengetahui bahwa rencana pembangunan waduk ini sudah dimulai sejak zaman pemerintahan Hindia Belanda.

Sejarah Waduk Jatigede

Dilansir dari laman resmi Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Disparbud) Jawa Barat, pada awalnya, Pemerintah Hindia Belanda merencanakan pembangunan tiga waduk di sepanjang aliran Sungai Cimanuk, dengan Waduk Jatigede sebagai waduk utama yang paling besar. 

 
 
 
 
 
Lihat postingan ini di Instagram
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 

Sebuah kiriman dibagikan oleh Kompas Travel (@kompas.travel)

Namun, rencana tersebut awalnya ditolak oleh masyarakat Sumedang. Puluhan tahun kemudian, rencana pembangunan Waduk Jatigede kembali disuarakan.

Langkah pertama yang dilakukan adalah relokasi desa-desa yang berada di area pembangunan waduk.

Baca juga: Saat Surut, Waduk Jatigede Sumedang Tampak Seperti Kota Mati

Pada 31 Agustus 2015, waduk Jatigede diresmikan oleh Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat, Basuki Hadimuljono. 

Dibangun dengan biaya anggaran mencapai Rp 6,5 triliun, Waduk Jatigede merupakan waduk terbesar kedua di Indonesia setelah Waduk Jatiluhur.

Fungsi Waduk Jatigede

Dilansir dari laman resmi Dinas Arsip dan Perpustakaan Daerah Kabupaten Sumedang, Waduk Jatigede memiliki beragam fungsi, mulai dari sarana irigasi dan pembangkit listrik tenaga air (PLTA) hingga sarana budidaya perikanan air tawar, olahraga air, dan rekreasi. 

Pada musim kemarau panjang tahun 2023 ini, air Waduk Jatigede di Sumedang, Jabar surut mencapai 49 persen. AAM AMINULLAH/KOMPAS.comKOMPAS.COM/AAM AMINULLAH Pada musim kemarau panjang tahun 2023 ini, air Waduk Jatigede di Sumedang, Jabar surut mencapai 49 persen. AAM AMINULLAH/KOMPAS.com

Selain itu, waduk ini difungsikan sebagai pusat pengairan untuk lahan pertanian produktif di beberapa kabupaten di Jawa Barat. 

Air dari Waduk Jatigede juga dimanfaatkan untuk Pembangkit Listrik Tenaga Air (PLTA) berdaya 110 Megawatt yang saat ini tengah dibangun oleh PT PLN (Persero). 

Baca juga: Penyebab Lautan Sampah di Waduk Jatigede, Terbawa Aliran Air dari Hulu

Selain itu, waduk ini juga akan memasok air bersih bagi warga sekitar dan meredam terjadinya banjir bagi kawasan di Jawa Barat.

Daya tarik Waduk Jatigede

Kini, Waduk Jatigede memberikan dampak positif yang signifikan, tidak hanya bagi warga Sumedang tetapi juga untuk area persawahan di sekitarnya. 

Secara pariwisata, waduk ini menawarkan panorama keindahan alam serta berbagai kegiatan menarik bagi wisatawan. 

Dengan berdirinya Monumen Kujang Sapasang dan Masjid Al Kamil di sisi waduk, Waduk Jatigede semakin menjadi daya tarik baru untuk masyarakat.

 

Simak breaking news dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Pilih saluran andalanmu akses berita Kompas.com WhatsApp Channel : https://www.whatsapp.com/channel/0029VaFPbedBPzjZrk13HO3D. Pastikan kamu sudah install aplikasi WhatsApp ya.



Terkini Lainnya

KONI Dorong Kota Malang Menjadi Destinasi Sport Tourism

KONI Dorong Kota Malang Menjadi Destinasi Sport Tourism

Travel Update
Koryu Space Japan Foundation: Lokasi, Jam Buka, dan Harga Tiket Masuk

Koryu Space Japan Foundation: Lokasi, Jam Buka, dan Harga Tiket Masuk

Travel Tips
Koryu Space Japan Foundation, Working Space Gratis di Jakarta

Koryu Space Japan Foundation, Working Space Gratis di Jakarta

Travel Update
 Legaran Svarnadvipa di Tanah Datar Sumbar, Pertunjukkan Seni untuk Korban Bencana

Legaran Svarnadvipa di Tanah Datar Sumbar, Pertunjukkan Seni untuk Korban Bencana

Travel Update
Pengalaman ke Hutan Kota Babakan Siliwangi Bandung, Menyejukkan Mata

Pengalaman ke Hutan Kota Babakan Siliwangi Bandung, Menyejukkan Mata

Jalan Jalan
Taman Sejarah Bandung: Daya Tarik, Jam Buka, dan Tiket Masuk

Taman Sejarah Bandung: Daya Tarik, Jam Buka, dan Tiket Masuk

Jalan Jalan
Cara ke Pasar Antik Cikapundung di Bandung Naik DAMRI dan Angkot

Cara ke Pasar Antik Cikapundung di Bandung Naik DAMRI dan Angkot

Travel Tips
Larangan 'Study Tour' Disebut Tak Berdampak pada Pariwisata Dieng

Larangan "Study Tour" Disebut Tak Berdampak pada Pariwisata Dieng

Travel Update
Daftar Tanggal Merah dan Cuti Bersama Juni 2024, Bisa Libur 4 Hari

Daftar Tanggal Merah dan Cuti Bersama Juni 2024, Bisa Libur 4 Hari

Travel Update
Ada Anggapan Bali Dijajah Turis Asing, Menparekraf Tidak Setuju

Ada Anggapan Bali Dijajah Turis Asing, Menparekraf Tidak Setuju

Travel Update
Ada Kecelakaan Bus 'Study Tour' Lagi, Sandiaga: Akan Ada Sanksi Tegas

Ada Kecelakaan Bus "Study Tour" Lagi, Sandiaga: Akan Ada Sanksi Tegas

Travel Update
Jadwal Kereta Wisata Ambarawa Relasi Ambarawa-Tuntang Juni 2024

Jadwal Kereta Wisata Ambarawa Relasi Ambarawa-Tuntang Juni 2024

Travel Update
Itinerary 2 Hari 1 Malam di Badui Dalam, Bertemu Warga dan ke Mata Air

Itinerary 2 Hari 1 Malam di Badui Dalam, Bertemu Warga dan ke Mata Air

Itinerary
3 Aktivitas di Taman Sejarah Bandung, Nongkrong Sambil Belajar Sejarah

3 Aktivitas di Taman Sejarah Bandung, Nongkrong Sambil Belajar Sejarah

Jalan Jalan
Rute Naik Angkot ke Taman Sejarah Bandung dari Gedung Sate

Rute Naik Angkot ke Taman Sejarah Bandung dari Gedung Sate

Travel Tips
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
komentar di artikel lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com