Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Ada Rencana Penerbangan Langsung Rusia-Bali pada Musim Libur 2024

Kompas.com - 28/05/2024, 07:07 WIB
Krisda Tiofani,
Anggara Wikan Prasetya

Tim Redaksi

JAKARTA, KOMPAS.com - Kabar adanya penerbangan langsung Rusia-Bali semakin menguat sejak beberapa tahun lalu.

Hal ini dikonfirmasi oleh Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Menparekraf) Sandiaga Uno yang menyebut bahwa penerbangan Rusia-Bali sudah terdengar sejak dua tahun lalu.

Dikutip dari Antara, Senin (27/5/2024), Duta Besar Federasi Rusia untuk Indonesia Lyudmila Vorobieva mengatakan bahwa penerbangan langsung Moskow-Denpasar bisa segera dimulai usai pandemi Covid-19.

"Banyak warga negara kita melancong ke Bali yang merupakan salah satu tujuan wisata yang paling diminati warga Rusia, dan jumlah kunjungan wisatawan kita telah mendekati tingkat sebelum pandemi Covid-19. Kami harap penerbangan langsung antara Moskow dan Denpasar dapat segera dibuka kembali," kata Vorobieva.

Baca juga: Ada Pesta yang Dianggap Rasis, Sri Lanka Tolak Perpanjangan Visa Turis Rusia dan Ukraina

Sandiaga menanggapi hal ini. Menurut dia, ada rencana penerbangan langsung Rusia-Bali di musim libur mendatang.

"Sudah kami upayakan dalam dua tahun terakhir. Kelihatannya akan membuahkan hasil di musim liburan yang akan datang," ujar Sandiaga dalam Weekly Brief with Sandiuno, Senin (27/5/2024).

 
 
 
 
 
Lihat postingan ini di Instagram
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 

Sebuah kiriman dibagikan oleh Kompas.com (@kompascom)

"Kita sedang koordinasi dengan Kementerian Perhubungan. Rencananya, inginnya, tahun ini," tambah dia.

Vorobieva juga menyampaikan hal serupa. Dalam berita tersebut, ia menyatakan bahwa negosiasi terkait penerbangan langsung Rusia-Bali masih berjalan. 

Turis Rusia di Bali yang berulah

Bali termasuk destinasi wisata favorit bagi turis Rusia selama beberapa tahun belakangan. Bahkan, sejak pandemi Covid-19 melanda dunia.

Dikutip dari berita Kompas.com yang tayang pada Selasa (7/5/2024), sebanyak 300.000-400.000 turis asal Rusia datang ke Bali setiap tahun sebelum pandemi Covid-19.

Turis Rusia yang meresahkan warga saat diperiksa di Kantor Imigrasi DenpasarIstimewa Turis Rusia yang meresahkan warga saat diperiksa di Kantor Imigrasi Denpasar

Menurut Sandiaga, hampir 90 persen turis Rusia mengenal Bali dan menempatkannya sebagai tujuan wisata utama.

Turis Rusia biasanya menghabiskan waktu liburan dengan rombongan keluarga dan menggunakan fasilitas mewah untuk perjalanannya.

Baca juga: Sebanyak 22.104 Warga Rusia Datang ke Bali, Menurut Data Januari 2023

Sayangnya, tingginya minat wisata turis Rusia di Bali, juga diikuti dengan isu kurang baik dari beberapa turis Rusia.

Seperti diberitakan Kompas.com pada Selasa (25/8/2020), tiga turis Rusia dideportasi dari Bali karena sejumlah alasan.

Ada yang menggelandang di sekitar Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai karena tidak mempunyai ongkos pulang.

Baca juga: 3 Negara Target Utama Wisata ke Indonesia: India, Rusia, dan China

Ada juga yang kedapatan menginisiasi dan menyebarkan informasi iklan acara dansa berbayar melalui media sosial Telegram dan Facebook, lalu ditahan di Rumah Detensi Imigrasi Denpasar.

Kasus lain juga terjadi pada tahun berikutnya. Dikutip dari berita Kompas.com yang tayang pada Rabu (19/4/2024), turis Rusia mencuri lima helm dalam keadaan mabuk dan tak sadar diri.

“Pelaku mencuri helm dalam kondisi depresi dan stres serta pengaruh alkohol karena putus cinta dan sendiri tinggal di Bali,” kata Kanit Reskrim Polsek Mengwi Iptu Ketut Wiwin Wirahadi dalam berita tersebut.

Simak breaking news dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Pilih saluran andalanmu akses berita Kompas.com WhatsApp Channel : https://www.whatsapp.com/channel/0029VaFPbedBPzjZrk13HO3D. Pastikan kamu sudah install aplikasi WhatsApp ya.

Video rekomendasi
Video lainnya


Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
komentar di artikel lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com