Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Tips Wisata ke Pulau Tunda di Banten, dari Penginapan sampai Transportasi

Kompas.com - 06/10/2016, 19:04 WIB
Silvita Agmasari

Penulis

JAKARTA, KOMPAS.com - Banten punya wisata bahari yang tak kalah dengan provinsi lainnya. Pulau Tunda adalah salah satu wisata bahari yang masih terjaga kelestariannya. Banyak kegiatan yang dapat dilakukan di Pulau Tunda, di antaranya snorkeling, memancing, melihat matahari terbenam sampai trekking di hutan.

Menuju Pulau Tunda juga tak sulit. Jika Anda dari Jakarta, maka lakukan perjalanan via darat menuju Pelabuhan Karangantu, Serang, Banten melalui tol Jakarta-Merak. Dari Pelabuhan Karangantu ada kapal nelayan yang berfungsi ganda yakni mengantar para wisatawan ke Pulau Tunda. Perjalanan dengan kapal ini memakan waktu kurang lebih dua jam. Total, perjalanan dari Jakarta menuju pulau Tunda kurang lebih empat jam.

(Baca: Pulau Tunda, Wisata Bahari di Provinsi Banten)

Untuk penginapan, jangan khawatir karena penduduk lokal Pulau Tunda mulai banyak membuka homestay. "Penginapan di Pulau Tunda sudah lumayan, banyak yang fasilitas non-AC karena listrik di sana masih suka mati," kata Uya, marketing dari Supratour yang membuka jasa perjalanan ke Pulau Tunda, Kamis (6/9/2016).

Supratour Homestay di Pulau Tunda, Banten.

Uya menyebutkan untuk konsumsi sudah disediakan oleh homestay, jika menggunakan jasa operator perjalanan. Selain penginapan, penduduk Pulau Tunda juga menyewakan alat snorkeling.

"Ada banyak spot snorkeling di Pulau Tunda. Ada di bagian barat atau timur pulau," kata Uya. 

Karena belum banyak dikunjungi wisatawan seperti destinasi mainstream lain, biota laut di perairan Pulau Tunda masih terjaga. Bahkan jika beruntung Anda memang dapat melihat lumba-lumba berenang, khususnya saat air laut tenang.

Sayangnya menurut Lumi, founder dari operator perjalanan Lumi Trip, letak Pulau Tunda yang di sebelah Barat lokasi Kepulauan Seribu, membuat Pulau Tunda sering kebagian sampah yang terseret arus dari wisatawan di pulau-pulau wisata Kepulauan Seribu. 

Supratour Suasana matahari terbenam di Pulau Tunda.

"Pulau Tunda ini sebenarnya bagian dari Kepulauan Seribu hanya letaknya lebih ke arah Banten-Serang. Kalau musim ombak, banyak kiriman sampah dari Kepulauan Seribu. Makanya jangan buang sampah ke laut," kata Lumi.  

Waktu terbaik untuk mengunjungi Pulau Tunda adalah saat musim kemarau, sekitar bulan Mei sampai November. "Tapi cuaca sekarang sulit diprediksi," kata Uya. 

Terakhir, Lumi menyarankan bagi para wisatawan yang ingin berkunjung ke Pulau Tunda ada baiknya membawa buku bacaan yang masih layak untuk disumbangkan ke taman baca yang ada di Pulau Tunda. 

Simak breaking news dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Pilih saluran andalanmu akses berita Kompas.com WhatsApp Channel : https://www.whatsapp.com/channel/0029VaFPbedBPzjZrk13HO3D. Pastikan kamu sudah install aplikasi WhatsApp ya.

Video rekomendasi
Video lainnya


Terkini Lainnya

Turis Asing Diduga Bikin Sekte Sesat di Bali, Sandiaga: Sedang Ditelusuri

Turis Asing Diduga Bikin Sekte Sesat di Bali, Sandiaga: Sedang Ditelusuri

Travel Update
Ada Pembangunan Eskalator di Stasiun Pasar Senen, Penumpang Bisa Berangkat dari Stasiun Jatinegara

Ada Pembangunan Eskalator di Stasiun Pasar Senen, Penumpang Bisa Berangkat dari Stasiun Jatinegara

Travel Update
Hotel Ibis Styles Serpong BSD CIty Resmi Dibuka di Tangerang

Hotel Ibis Styles Serpong BSD CIty Resmi Dibuka di Tangerang

Hotel Story
10 Mal di Thailand untuk Belanja dan Hindari Cuaca Panas

10 Mal di Thailand untuk Belanja dan Hindari Cuaca Panas

Jalan Jalan
Menparekraf Susun Peta Wisata Berbasis Storytelling di Yogyakarta, Solo, dan Semarang

Menparekraf Susun Peta Wisata Berbasis Storytelling di Yogyakarta, Solo, dan Semarang

Travel Update
Waisak 2024, Menparekraf Targetkan Gaet hingga 300.000 Wisatawan

Waisak 2024, Menparekraf Targetkan Gaet hingga 300.000 Wisatawan

Travel Update
3 Bulan Lagi, Penerbangan Langsung Thailand-Yogyakarta Akan Dibuka

3 Bulan Lagi, Penerbangan Langsung Thailand-Yogyakarta Akan Dibuka

Travel Update
Jelang Waisak 2024, Okupansi Hotel di Area Borobudur Terisi Penuh

Jelang Waisak 2024, Okupansi Hotel di Area Borobudur Terisi Penuh

Hotel Story
iMuseum IMERI FKUI Terima Kunjungan Individu dengan Pemandu

iMuseum IMERI FKUI Terima Kunjungan Individu dengan Pemandu

Travel Update
9 Wisata Malam di Jakarta, dari Taman hingga Aquarium

9 Wisata Malam di Jakarta, dari Taman hingga Aquarium

Jalan Jalan
Jangan Sembarangan Ambil Pasir di Pulau Sardinia, Ini Alasannya

Jangan Sembarangan Ambil Pasir di Pulau Sardinia, Ini Alasannya

Travel Update
6 Cara Cegah Kehilangan Koper di Bandara, Simak Sebelum Naik Pesawat

6 Cara Cegah Kehilangan Koper di Bandara, Simak Sebelum Naik Pesawat

Travel Tips
Maskapai Penerbangan di Australia Didenda Rp 1,1 Miliar karena Penerbangan Hantu

Maskapai Penerbangan di Australia Didenda Rp 1,1 Miliar karena Penerbangan Hantu

Travel Update
China Terapkan Bebas Visa untuk 11 Negara di Eropa dan Malaysia

China Terapkan Bebas Visa untuk 11 Negara di Eropa dan Malaysia

Travel Update
Pelepasan 40 Bhikku Thudong untuk Waisak 2024 Digelar di TMII

Pelepasan 40 Bhikku Thudong untuk Waisak 2024 Digelar di TMII

Travel Update
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
komentar di artikel lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com