Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Malam Cap Go Meh di Lasem Penuh Atraksi Kesenian

Kompas.com - 10/02/2017, 21:39 WIB
Wahyu Adityo Prodjo

Penulis

LASEM, KOMPAS.com - Perayaan Cap Go Meh 2568 di Kecamatan Lasem digelar di Kelenteng Cu Ang Kiong, Desa Soditan, Kecamatan Lasem, Kabupaten Rembang, Jawa Tengah, Jumat (10/2/2017).

"Ini acara malam cap go meh. Memang biasa dilakukan rutin di Kelenteng Cuk Ang Kiong," kata Ketua Penyelenggara Acara Cap Go Meh, Rudy Hartono kepada KompasTravel di Kelenteng Cu Ang Kiong, Lasem, Rembang, Jawa Tengah, Jumat (10/2/2017).

Rudy mengatakan pada acara perayaan Cap Go Meh kali ini panitia menghadirkan atraksi barongsai, liong, boneka Fu Lung Shou, dan pertunjukan musik. Ia menyebutkan acara-acara yang dihadirkan adalah bagian dari kesenian khas China.

KOMPAS.com / GARRY ANDREW LOTULUNG Suasana perayaan Cap Go Meh 2568 di Kecamatan Lasem di Kelenteng Cu Ang Kiong, Desa Soditan, Kecamatan Lasem, Kabupaten Rembang, Jawa Tengah, Jumat (10/2/2017). Cap Go Meh diambil dari dialek Hokkian berarti malam ke 15 alias malam bulan purnama menurut penanggalan Imlek. Cap Go Meh sendiri adalah penutup dari perayaan Tahun Baru Imlek.

"Di sini yang datang ada dari sekitar Rembang, Lasem, dan dari luar Rembang," jelasnya.

Pengunjung acara perayaan Cap Go Meh 2568 dari Desa Soditan, Lasem, Rembang, Sutrisno (57) mengatakan acara ini rutin ia kunjungi setiap tahun.

"Kami tumbuh besar sudah berhubungan sejak kecil dengan anak etnis China. Saya senang merasa terhibur dan saya datang bagian dari menghormati budaya," ujar Sutrisno di sela-sela acara.

Sutrisno datang bersama istrinya, Nuryati beserta cucunya. Ia mengetahui acara di Kelenteng Cu Ang Kiong dari rekannya yang merayakan Cap Go Meh.

KOMPAS.com / GARRY ANDREW LOTULUNG Suasana perayaan Cap Go Meh 2568 di Kecamatan Lasem di Kelenteng Cu Ang Kiong, Desa Soditan, Kecamatan Lasem, Kabupaten Rembang, Jawa Tengah, Jumat (10/2/2017). Cap Go Meh diambil dari dialek Hokkian berarti malam ke 15 alias malam bulan purnama menurut penanggalan Imlek. Cap Go Meh sendiri adalah penutup dari perayaan Tahun Baru Imlek.

Pantauan KompasTravel, acara perayaan Cap Go Meh di Kelenteng Cu Ang Kiong dimulai sekitar pukul 19.00 WIB. Ratusan pengunjung dari berbagai usia memadati pelataran kelenteng untuk menyaksikan pertunjukan kesenian.

Cap Go Meh diambil dari dialek Hokkian berarti ‘malam ke 15’ alias malam bulan purnama menurut penanggalan Imlek. Cap Go Meh sendiri adalah penutup dari perayaan tahun baru Imlek.

KOMPAS.com / GARRY ANDREW LOTULUNG Suasana perayaan Cap Go Meh 2568 di Kecamatan Lasem di Kelenteng Cu Ang Kiong, Desa Soditan, Kecamatan Lasem, Kabupaten Rembang, Jawa Tengah, Jumat (10/2/2017). Cap Go Meh diambil dari dialek Hokkian berarti malam ke 15 alias malam bulan purnama menurut penanggalan Imlek. Cap Go Meh sendiri adalah penutup dari perayaan Tahun Baru Imlek.

Selain di Lasem, Rembang, Cap Go Meh juga dirayakan secara meriah di daerah Bogor, Jawa Barat dan Singkawang, Kalimantan Barat. Perayaan Cap Go Meh di Kalimantan Barat dimeriahkan oleh atraksi permainan replika sosok naga sepanjang 178 meter.

Simak breaking news dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Pilih saluran andalanmu akses berita Kompas.com WhatsApp Channel : https://www.whatsapp.com/channel/0029VaFPbedBPzjZrk13HO3D. Pastikan kamu sudah install aplikasi WhatsApp ya.

Video rekomendasi
Video lainnya


Terkini Lainnya

Turis Asing Diduga Bikin Sekte Sesat di Bali, Sandiaga: Sedang Ditelusuri

Turis Asing Diduga Bikin Sekte Sesat di Bali, Sandiaga: Sedang Ditelusuri

Travel Update
Ada Pembangunan Eskalator di Stasiun Pasar Senen, Penumpang Bisa Berangkat dari Stasiun Jatinegara

Ada Pembangunan Eskalator di Stasiun Pasar Senen, Penumpang Bisa Berangkat dari Stasiun Jatinegara

Travel Update
Hotel Ibis Styles Serpong BSD CIty Resmi Dibuka di Tangerang

Hotel Ibis Styles Serpong BSD CIty Resmi Dibuka di Tangerang

Hotel Story
10 Mal di Thailand untuk Belanja dan Hindari Cuaca Panas

10 Mal di Thailand untuk Belanja dan Hindari Cuaca Panas

Jalan Jalan
Menparekraf Susun Peta Wisata Berbasis Storytelling di Yogyakarta, Solo, dan Semarang

Menparekraf Susun Peta Wisata Berbasis Storytelling di Yogyakarta, Solo, dan Semarang

Travel Update
Waisak 2024, Menparekraf Targetkan Gaet hingga 300.000 Wisatawan

Waisak 2024, Menparekraf Targetkan Gaet hingga 300.000 Wisatawan

Travel Update
3 Bulan Lagi, Penerbangan Langsung Thailand-Yogyakarta Akan Dibuka

3 Bulan Lagi, Penerbangan Langsung Thailand-Yogyakarta Akan Dibuka

Travel Update
Jelang Waisak 2024, Okupansi Hotel di Area Borobudur Terisi Penuh

Jelang Waisak 2024, Okupansi Hotel di Area Borobudur Terisi Penuh

Hotel Story
iMuseum IMERI FKUI Terima Kunjungan Individu dengan Pemandu

iMuseum IMERI FKUI Terima Kunjungan Individu dengan Pemandu

Travel Update
9 Wisata Malam di Jakarta, dari Taman hingga Aquarium

9 Wisata Malam di Jakarta, dari Taman hingga Aquarium

Jalan Jalan
Jangan Sembarangan Ambil Pasir di Pulau Sardinia, Ini Alasannya

Jangan Sembarangan Ambil Pasir di Pulau Sardinia, Ini Alasannya

Travel Update
6 Cara Cegah Kehilangan Koper di Bandara, Simak Sebelum Naik Pesawat

6 Cara Cegah Kehilangan Koper di Bandara, Simak Sebelum Naik Pesawat

Travel Tips
Maskapai Penerbangan di Australia Didenda Rp 1,1 Miliar karena Penerbangan Hantu

Maskapai Penerbangan di Australia Didenda Rp 1,1 Miliar karena Penerbangan Hantu

Travel Update
China Terapkan Bebas Visa untuk 11 Negara di Eropa dan Malaysia

China Terapkan Bebas Visa untuk 11 Negara di Eropa dan Malaysia

Travel Update
Pelepasan 40 Bhikku Thudong untuk Waisak 2024 Digelar di TMII

Pelepasan 40 Bhikku Thudong untuk Waisak 2024 Digelar di TMII

Travel Update
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
komentar di artikel lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com