Senin, 22 Desember 2014

Travel / News

Pariwisata Gunung Slamet Tak Terganggu

Senin, 17 Maret 2014 | 16:05 WIB
KOMPAS/GREGORIUS MAGNUS FINESSO Situasi Lokawisata Baturaden di Kabupaten Banyumas, Jawa Tengah, Sabtu (15/3/2014), masih dipadati wisatawan. Aktivitas wisata di sekitar lereng Gunung Slamet masih normal kendati status gunung tertinggi di Jawa Tengah itu ditetapkan Waspada (level II). Pengelola masih membuka obyek wisata karena obyek wisata tersebut berada di luar kawasan radius bahaya.
PURBALINGGA, KOMPAS — Kendati aktivitas vulkanik Gunung Slamet, yang kakinya berada di Kabupaten Purbalingga, Banyumas, Brebes, Tegal, dan Pemalang (Jawa Tengah), masih di atas normal, aktivitas pariwisata di lereng gunung itu tak terpengaruh. Lokasi obyek wisata di Kabupaten Purbalingga dan Banyumas berada dalam jarak aman dari radius steril yang ditetapkan Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi, sejauh dua kilometer.

Menurut pantauan Kompas, Sabtu (15/3/2014), obyek wisata air Bojongsari (Owabong) dan Taman Reptil Sanggaluri di Kabupaten Purbalingga yang menjadi destinasi wisata unggulan daerah itu ramai dikunjungi wisatawan. Selain pengunjung pribadi, wisatawan dalam rombongan bus memadati kawasan wisata itu.

”Kami sempat khawatir, tetapi setelah diyakinkan bahwa lokasi Owabong jauh dari puncak Gunung Slamet, kami tak jadi membatalkan kunjungan,” tutur Mira Susana (45), wisatawan asal Bandung, Jawa Barat, yang datang bersama rombongan dua bus.

Beberapa wisatawan justru penasaran ingin melihat langsung kondisi gunung setinggi 3.428 meter di atas permukaan laut (mdpl) itu. ”Kepengin lihat karena Gunung Slamet katanya dari Sanggaluri Park bisa kelihatan. Sayangnya, gunung itu sering tertutup awan,” ucap Joko Sambudi (34), wisatawan asal Yogyakarta.

Kepala Bidang Pariwisata pada Dinas Pariwisata, Kebudayaan, Pemuda, dan Olahraga Kabupaten Purbalingga Prayitno menuturkan, kendati status Gunung Slamet masih ditetapkan Waspada (level II) sejak Senin lalu, sejumlah obyek wisata di kabupaten itu tetap aman untuk dikunjungi. Lokasinya jauh dari kawasan rawan bencana (KRB) yang ditetapkan PVMBG.

Di luar kawasan rawan

Berdasarkan potensi bahaya, wilayah di sekitar gunung dibagi tiga zona KRB. Zona KRB III adalah kawasan yang selalu berpotensi dilanda aliran lava, gas beracun, awan panas, lontaran batu (pijar), dan hujan abu lebat dalam radius 2 km dari puncak. KRB II adalah kawasan yang berpotensi dilanda ancaman serupa dalam radius 4 km. KRB I adalah kawasan dalam radius 8 km dari puncak.

”Pemberitaan tentang Gunung Slamet sempat membuat banyak orang yang akan berwisata bertanya. Mereka khawatir situasi mencekam. Padahal, di sini masih tenang, apalagi lokasi beberapa obyek wisata sangat jauh, berkisar 20-25 km dari puncak gunung,” ujar dia. Kecuali jalur pendakian Gunung Slamet yang ditutup sementara, semua obyek wisata lain tetap buka, termasuk Monumen Jenderal Soedirman.

Lokawisata Baturaden di Kabupaten Banyumas, yang berada pada 5-6 km dari puncak Gunung Slamet juga masih dibuka. Kepala Subbagian Tata Usaha Lokawisata Baturaden Kusmantono mengatakan, kondisi di lokawisata aman dan pengunjung normal sekitar 300 orang per hari.

Namun, Asisten Perekonomian Pembangunan dan Kesejahteraan Rakyat Sekretariat Daerah Kabupaten Banyumas Didi Rudwianto menyarankan Pancuran Telu dan Pancuran Pitu di Baturaden ditutup. (GRE)
Editor : I Made Asdhiana
Sumber: KOMPAS CETAK