Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Salin Artikel

Yuk, Selamatkan Penyu dalam Festival Pesisir Paloh di Kalbar

Desa Temajuk santer disebut sebagai sepotong surga di ekor Kalimantan. Ungkapan tersebut tak terlepas dari panorama keindahan alam yang membentang dan terhampar di desa yang berbatasan langsung dengan negara Malaysia.

Secara geografis Kecamatan Paloh, Kabupaten Sambas, berada di lokasi yang sangat strategis karena berada di antara lima kawasan hutan lindung Taman Wisata Alam (TWA) yang dikelola oleh BKSDA Kalimantan Barat.

Kecamatan yang berada di utara Kabupaten Sambas dan berbatasan langsung dengan negara Malaysia ini juga dikenal dengan pantai peneluran penyu yang sangat potensial dan merupakan pantai peneluran penyu terpanjang di Indonesia (sekitar 63 km).

Wakil Bupati Sambas, Hairiah Ria mengungkapkan, potensi di sepanjang pesisir Kecamatan Paloh selain sebagai pantai peneluran penyu terpanjang di Indonesia banyak memiliki spesies kunci yang berperan penting dalam ekosistem seperti bekantan, buaya, pesut, lumba-lumba, ketam tapak kuda, enggang dan lain sebagainya.

"Pemanfaatan sumber daya alam secara berlebihan mengakibatkan degradasi lingkungan yang dapat menghilangkan keanekaragaman hayati. Pembukaan lahan secara masif, perburuan telur penyu di sepanjang pantai peneluran, penebangan dan pembakaran hutan serta perdagangan hewan langka merupakan masalah klasik yang terjadi di wilayah Kecamatan Paloh," ungkap Hairiah kepada Kompas.com, Jumat (3/11/2017).

Dengan jumlah penduduk sebanyak 25.148 jiwa dan didominasi oleh kelompok penduduk usia muda hingga dewasa, menurut Hairiah, sangat diharapkan peran serta generasi muda dalam menjaga alam dan lingkungan.

"Bila ini dilakukan sejak dini, kita yakin masa depan lingkungan dan kondisi alam bisa lebih baik ke depan. Kegiatan Festival Pesisir Paloh telah dilaksanakan sejak tahun 2012 yang mana tujuannya sebagai bentuk promosi wisata pesisir, pelestarian tradisi dan budaya lokal serta upaya penyadartahuan masyarakat akan potensi sumber daya alam maupun adat istiadat yang dimiliki, sehingga timbul rasa bangga dan berupaya melestarikannya," papar Hairiah.

Kegiatan ini juga sebagai bentuk peralihan dari kegiatan “Festival Lempar Telur Penyu” yang dilaksanakan pada setiap musim puncak peneluran yang merupakan pesta rakyat untuk mensyukuri atas telur penyu yang melimpah.

Untuk itu, Festival Pesisir Paloh 2017 diharapkan dapat terlaksananya pesta rakyat yang positif, memunculkan kebanggaan atas potensi yang dimiliki serta sebagai bentuk pelestarian budaya pesisir dan promosi ekowisata guna meningkatkan perekonomian lokal.

Rangkaian kegiatan festival akan dilaksanakan pada 5 hingga 11 November 2017. Beragam kegiatan juga sudah dipersiapkan panitia untuk menghibur pengunjung. Acara akan semakin semarak dengan penampilan artis Nita Thalia yang didukung oleh Kementerian Pariwisata.

Kegiatan dengan tema "Selamatkan Penyu di Batas Negeri" bertujuan untuk memberikan motivasi dan merangsang peran serta Pemerintah dan Masyarakat pesisir untuk terlibat dan berpartisipasi secara sukarela dalam kegiatan konservasi pesisir dan spesies khususnya penyu laut.

Tak hanya itu, kegiatan ini juga memberikan informasi dan mempromosikan potensi ekowisata pesisir paloh, wisata perbatasan, wisata sungai maupun wisata penyu dengan pantai peneluran penyu terpanjang di Indonesia.

"Harapannya juga bisa memberikan dorongan bagi generasi muda di Kecamatan Paloh untuk meningkatkan kualitas diri sebagai bekal untuk mengambil peran dalam pelestarian alam di masa sekarang dan akan datang," pungkas Hairiah.

https://travel.kompas.com/read/2017/11/06/065509727/yuk-selamatkan-penyu-dalam-festival-pesisir-paloh-di-kalbar

Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke