Salin Artikel

Ini 6 Situs Warisan UNESCO di Filipina

JAKARTA, KOMPAS.com – Filipina yang terletak di Utara Indonesia memiliki 7.107 pulau yang berada di lingkar Pasifik Barat dan berbatasan dengan laut serta perairan.

Dulu, Filipina terdiri dari kerajaan-kerajaan kecil, kemudian dijajah dan menjadi salah satu provinsi Spanyol pada tahun 1521 hingga 1898. Pada perang dunia kedua, negara kepulauan ini sempat diduduki oleh Jepang.

Ini kemudian membuat Filipina, baik dari segi arsitektur dan kehidupan masyarakatnya, dipengaruhi oleh negara-negara yang sempat menjajahnya, terutama Spanyol.

Dengan luas 343.448 kilometer persegi membuat Filipina kaya akan berbagai destinasi wisata yang punya sejarah, budaya dan juga kuliner.

Tidak heran jika beberapa wisata di negara berbahasa Tagalog ini kemudian dilirik dan menjadi warisan dunia UNESCO.

Berikut enam situs budaya dan alami yang menjadi Warisan Dunia UNESCO di Filipina yang dihimpun KompasTravel dari berbagai sumber:

Terdapat empat gereja yang dibangun oleh bangsa Spanyol di Filipina. Keempat gereja tersebut adalah Gereja Paoay di Ilocos Norte, Gereja Santa Maria di Ilocos Sur, Gereja San Agustin di Manila, dan Gereja Miag-ao di Iloilo.

Empat gereja ini kemudian masuk ke dalam daftar situs warisan dunia UNESCO tahun 1993 karena memiliki nilai sejarah dan budaya yang cukup tinggi.

Kota Vigan di Ilocos Sur menjadi kota kolonial terpelihara yang terbaik di Asia. Dibangun pada abad ke 16 pada zaman penjajahan Spanyol. Ini kemudian ditetapkan menjadi situs warisan dunia UNESCO tahun 1999.

Ketika menyusuri jalan-jalan di Vigan, akan terlihat batu-batu besar yang terpengaruh pada masa kolonial dan tetap dilestarikan sehingga masih bisa ditemui.

Taman Nasional Sungai Subterranean Puerto Princesa menjadi warisan dunia UNESCO pada tahun 1999. 

Untuk bisa sampai ke sini, harus menaiki perahu karena akan melewati saluran sungai untuk bisa masuk ke dalam kubah gua yang berukuran sekitar 300 meter.

Selain diakui sebagai situs warisan UNESCO, situs alam ini juga masuk sebagai salah satu dari tujuh keajaiban Alam Baru pada 2011.

Tempat ini juga sering disebut Teras Sawag Bananue dan menjadi situs warisan dunia UNESCO pada 1995 karena memiliki nilai budaya yang tinggi.

Terdapat 5 situs metode pertanian di kompleks penduduk asli Ifugao dan terletak dalam wilayah yang sama, yaitu Cordilleras.

Membutuhkan waktu sekitar 2.000 tahun untuk menyelesaikan teras-teras sawah karena dibuat mengukir gunung.

Tempat ini terletak di pusat laut Sulu yang terletak di dekat Palawan. Kemudian diakui oleh UNESCO untuk menjadi warisan dunia pada 1993.

Taman alam ini menggunakan sistem terumbu karang murnni seluas 97.030 hektar dan dilindungi.

Beberapa penyu laut dan berbagai jenis burung bisa ditemui di pulau-pulau tak berpenghuni di taman ini.

Ini juga kemudian membuat sungai Bawah Tanah Palawan, Tubbataha menjadi salah satu dari tujuh keajaiban Alam Baru pada tahun 2008.

Terletak di koridor Biodiversitas Mindanao Timur, Suaka Margasatwa Gunung Hamiguitan Range terdaftar dalam situs warisan dunia UNESCO tahun 2014 karena dinilai sangat alami.

Ini juga menjadi rumah bagi beragam spesies bunga dan fauna langka dan endemik.

https://travel.kompas.com/read/2018/09/12/161600527/ini-6-situs-warisan-unesco-di-filipina

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.