Salin Artikel

Senja di Observatorium Kirosan Jepang, Panorama "Sunset" yang Eksotis

Jika sedang berlibur di Kota Imabari, Prefektur Ehime, Jepang, Anda bisa berkunjung ke Observatorium Kirosan untuk menghabiskan senja.

Saya dan rombongan diajak ke sana di sela tur Shimanami Kaido, beberapa waktu lalu.

Awalnya, saya pesimistis matahari akan terlihat. Pasalnya, sore itu, awan gelap menggelantung di langit ketika kami hendak menuju lokasi.

Saya menduga hujan akan turun. Beruntung, mendekati lokasi, awan gelap bergerak menjauh. Langit pun kembali cerah.

Observatorium Kisorsan berada di atas Gunung Kiro. Jadi, perjalanan menuju ke sana menanjak dan berliku-liku.

Sebenarnya, ada beberapa spot untuk menikmati sunset di pinggir jalan sebelum observatorium. Namun, tempatnya relatif kecil sehingga tidak bisa menampung banyak orang.

Setelah berkendara sekitar 15 menit, kami sampai. Lokasi parkir kendaraan dekat dengan bangunan. Jadi, tidak perlu berjalan mendaki yang menguras tenaga.

Tak ada biaya untuk masuk ke dalam observatorium, termasuk parkir kendaraan. Anda bisa bebas berkeliling bangunan dengan arsitektur unik dan modern tersebut.

Observatorium Kirosan merupakan bangunan besar tanpa atap. Sebagian lantainya menggunakan kayu.

Di bangunan tersebut ada beberapa podium untuk mengamati panorama dari berbagai arah. Tinggi podium berbeda-beda.

Untuk melihat matahari terbenam, kami menyusuri anak-anak tangga hingga sampai di podium tertinggi yang mengarah ke barat.

Rasanya sangat menakjubkan begitu melewati anak tangga terakhir. Dari ketinggian 300-an meter dari permukaan laut, panorama 360 derajat terlihat jelas.

Menunggu matahari tenggelam di barat, pengunjung bisa menikmati indahnya alam sekeliling.

Hamparan laut, pulau-pulau kecil, pegunungan, hingga megahnya Jembatan Kurushima Kaikyo yang membentang di atas laut pedalaman Seto. Benar-benar eksotis.

Jembatan Kurushima Kaikyo adalah jembatan yang menghubungkan Oshima dan Shikoku.

Kurushima Kaikyo merupakan jembatan pertama di dunia yang terdiri dari tiga jembatan gantung berurutan dengan total panjang 4.105 meter.

Namun, ada sedikit masalah yang bisa mengganggu, yakni udara yang relatif dingin. Apalagi ditambah kencangnya hembusan angin. Jadi, pastikan Anda memakai jaket tebal jika ingin ke sana.

Sekitar pukul 17.00 waktu setempat, matahari masih bersembunyi di balik awan. Namun, sinarnya sudah menembus membuat langit menjadi jingga.

Sepuluh menit kemudian, matahari perlahan muncul dari balik awan. Tak sampai lima menit, matahari kembali menghilang di balik gunung. Puas rasanya meski hanya sesaat.

https://travel.kompas.com/read/2018/11/22/221500227/senja-di-observatorium-kirosan-jepang-panorama-sunset-yang-eksotis

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.