Salin Artikel

Kanada Perpanjang Larangan untuk Kapal Pesiar Hingga 2022

KOMPAS.com – Mereka yang berharap bisa berlayar ke perairan Amerika Utara di musim panas ini, maka harus kembali bersabar.

Seperti dilansir dari CNN Travel, Kanada telah memperpanjang larangan untuk kapal pesiar hingga Februari 2022 akibat pandemi Covid-19 yang belum usai.

Keputusan tersebut memengaruhi destinasi pelayaran populer di Kanada, termasuk Sungai St. Lawrence dan provinsi-provinsi maritim di bagian Atlantik dari British Columbia di sepanjang Pantai Pasifik.

Namun, larangan kapal pesiar tersebut juga akan sangat memengaruhi Alaska, bahkan Seattle, Washington akibat kombinasi kedekatan geografis serta aturan maritim Amerika Serikat.

Sebab pelarangan

Pada Kamis (4/2/2021), Menteri Perhubungan Kanada Omar Alghabra mengumumkan bahwa perintah sementara yang melarang kapal wisata di perairan Arktik dan kapal pesiar di semua perairan Kanada hingga 28 Februari 2022.

Pemerintah Kanada menyatakan, kapal berpenumpang yang membawa lebih dari 12 orang masih dilarang memasuki perairan pantai Arktik.

Namun, kapal wisata yang digunakan oleh penghuni lokal Arktik tidak akan terdampak oleh aturan tersebut.

Dampak terbesar tentu saja akan dirasakan mereka penyuka pengalaman naik kapal pesiar. Kapal tersebut yang mengangkut lebih dari 100 penumpang masih dilarang beroperasi di perairan Kanada.

Perlu diketahui, larangan tersebut tidak berlaku untuk kapal yang lebih kecil yang bisa membawa 100 atau kurang dari 100 penumpang.

“Dengan masyarakat Kanada terus melakukan tugas mereka untuk mengurangi penyebaran Covid-19, pemerintah kami terus bekerja keras untuk memastikan sistem transportasi Kanada tetap aman,” kata Alghabra dalam sebuah pernyataan.

“Pelarangan sementara untuk kapal pesiar dan kapal wisata dianggap penting untuk tetap melindungi mereka yang paling rentan dalam komunitas kita,” sambung Alghabra.

Jika kondisi pandemi Covid-19 dianggap sudah cukup membaik, ia mungkin akan mencabut larangan tersebut sebelum Februari 2022.

Berpengaruh terhadap Amerika Serikat

Karena kedekatan geografis, Alaska dan Seattle saling terikat erat. Rute yang melibatkan pelabuhan, seperti Seattle, Victoria (Kanada), Sitka, Juneau, dan Glacier Bay benar-benar sangat populer dalam beberapa dekade ini.

Namun, bukan hanya geografis saja yang akan memengaruhi industri pelayaran Amerika Serikat. Namun juga karena hukum maritim yang berlaku.

Passenger Vessel Services Act yang berlaku di Amerika Serikat hanya mengizinkan kapal pesiar berbendera Amerika Serikat untuk membawa penumpang langsung dari satu pelabuhan ke pelabuhan lainnya di negara tersebut.

Kapal selain berbendera Amerika Serikat harus berhenti dahulu di pelabuhan asing.
Sejauh ini, merek kapal pesiar besar biasanya mendaftar dengan negara asing, bukannya Amerika Serikat.

Misalnya, sebagian besar kapal milik merk Carnival didaftarkan di Panama. Sementara markas besar Holland America memang berada di Seattle, tapi kapal-kapal mereka membawa bendera Belanda.

Maka dari itu, jika kapal tersebut tidak berbendera Amerika Serikat, sebuah kapal pesiar yang berangkat ke Seattle untuk perjalanan ke Alaska harus singgah dahulu di pelabuhan Kanada. Namun sekarang ini, hal tersebut benar-benar tidak mungkin dilakukan.

Reaksi yang terjadi

Perwakilan Republikan dari Alaska di Kongress, Sen. Lisa Murkowski, Sen. Dan Sullivan, dan Rep. Don Young merilis pernyataan pada Jumat (5/2/2021) yang menyatakan bahwa mereka benar-benar tidak setuju terhadap kebijakan tersebut.

“Dengan negara bagian yang memiliki perbatasan paling besar dengan Kanada, delegasi Alaska telah bekerja untuk mencari kompromi terkait pembatasan lintas perbatasan akibat Covid-19 dengan tetap memperhatikan kesehatan dan keselamatan orang Alaska dan Kanada,” seperti tertera dalam pernyataan tersebut.

Dalam pernyataan tersebut, juga tertera bahwa dengan munculnya pelarangan tersebut tanpa adanya pembicaraan dengan delegasi Alaska, bukan hanya mengejutkan, tetapi juga tidak bisa diterima.

Hal tersebut, kata mereka, bukan sebuah keputusan yang bisa dibuat tanpa mempertimbangkan orang-orang Alaska serta ekonomi mereka.

Para delegasi Alaska tersebut mengatakan akan menempuh semua cara yang mungkin dilakukan, termasuk mengganti hukum yang berlaku untuk memastikan industri pelayaran di Alaska bisa berlanjut secepatnya ketika sudah aman.

“Perpanjangan pelarangan pelayaran di perairan Kanada kemungkinan akan memberi implikasi besar dan juga negatif terhadap kunjungan ke Alaska di musim panas mendatang,” kata Presiden dan CEO Visit Anchorage Julie Saupe dalam pernyataan tertulis.

Ia menyatakan bahwa kapal pesiar memberikan sekitar 40–50 persen kunjungan rekreasi semalam ke kota terbesar Alaska di musim panas.

Sementara itu, KIRO melaporkan bahwa munculnya perpanjangan larangan tersebut juga memberikan dampak buruk pada kota terbesar di negara bagian Washington.

“Setiap kapal yang dilaporkan membawa lebih dari 4 juta dollar AS untuk ekonomi regional, 14,5 juta dollar AS dalam bentuk pajak di seluruh negara bagian, dan menghasilkan hampir satu miliar dollar dalam kegiatan bisnis selama seluruh musim,” kata juru bicara Port of Seattle Peter McGraw dalam pernyataannya.

Jika kota-kota pelabuhan di Alaska kehilangan pendapatan setahun lagi, kata McGraw, maka hal itu bisa menjadi bencana besar.

“Kami mendesak para pemimpin federal kami untuk mempertimbangkan bantuan bagi semua komunitas yang terkena dampak penurunan dalam perjalanan dan pariwisata,” tutur dia.

Menantikan tahun 2022

Namun begitu, industri kapal pesiar terlihat cukup optimis untuk tahun 2022. Walaupun tahun 2021 ternyata bisa dibilang gagal.

Misalnya, Holland America menawarkan pelayaran Seattle ke Alaska selama tujuh hari dengan pemberhentian di Victoria, Kanada pada Juni 2022.

Dan Princess pada Mei 2022 menyediakan rute Seattle-Alaska dengan pemberhentian di Kanada, mulai dari 719 dolar Amerika.

https://travel.kompas.com/read/2021/02/13/190100227/kanada-perpanjang-larangan-untuk-kapal-pesiar-hingga-2022

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.