Salin Artikel

5 Bangunan Sejarah Bucharest, Lokasi Tanding Austria Vs Makedonia Utara Euro 2020

KOMPAS.com - Rumania akan menjadi lokasi pertandingan Austria lawan Makedonia Utara di laga grup C Euro 2020.

Duel antara Austria melawan Makedonia Utara itu tepatnya akan digelar di National Area, Bucharest, Minggu (13/6/2021), pukul 23:00 WIB.

Seperti diketahui, Euro 2020 digelar di 11 kota di sejumlah negara. Bucharest, yang merupakan ibu kota dari Rumania, ditunjuk menjadi salah satu tuan rumah Euro 2020.

Di balik pertandingan sepak bola yang akan meramaikannya pada hari ini, Kota Bucharest memiliki beberapa bangunan bersejarah yang masing-masingnya memiliki cerita tersendiri.

Berikut lima bangunan bersejarah di Kota Bucharest, Rumania, seperti dilansir dari Vistbucharest.today:

Gereja Stavropoleos terkenal dengan desain interiornya yang unik. Mulai dari kolom batu hingga tembok-tembok bangunannya yang dipahat dengan motif tumbuhan.

Gereja kecil ini dibangun oleh seorang biarawan Yunani bernama Ioanichie. Dia adalah seorang pengusaha Yunani dari abad ke-18 sekaligus pemilik sebuah penginapan yang terletak di pusat kota.

Sebagai rasa ungkapan terima kasihnya kepada Tuhan atas usaha penginapan yang ia miliki, ia memutuskan untuk membangun Gereja Stavropoleos ini sebelum akhirnya menjadi seorang biarawan.

Arti nama Stavropoleos sendiri dalam bahasa Yunani adalah Kota Salib. Biara ini terletak di belakang Museum Sejarah Nasional dan dikelilingi gedung-gedung tinggi.

Athenaeum Rumania atau Romanian Athenaum dijuluki sebagai kuil seni Rumania. Sebab, bangunan ini memiliki arsitektur yang unik.

Terletak di Jalan Calea Victoriei, Athenaeum Rumania adalah pusat budaya tertua dan terpenting di Bucharest.

Bangunan ini juga dinobatkan sebagai monumen bersejarah pada tahun 2004. Tidak hanya itu, Athenaeum Rumania juga merupakan bagian dari warisan Eropa sejak 2007 lantaran memiliki nilai simbolis yang kuat untuk sejarah dan warisan Eropa.

Fakta menarik dari bangunan ini adalah, pada waktu pembangunan, warga Bucharest turut mengumpulkan uang selama hampir 28 tahun dengan menggunakan slogan, "Berikan satu Leu untuk Athenaeum!" (Leu adalah mata uang nasional Rumania hari ini). Dengan cara itu mereka mengumpulkan sebagian besar dana yang diperlukan.

Sejak dibuka pada tahun 1888, Athenaeum Rumania telah menjadi tuan rumah bagi banyak acara penting. Salah satunya, festival musik klasik George Enescu, sebuah acara internasional bagi para pecinta musik klasik.

Istana CEC memiliki arsitektur yang mengesankan. Desain bangunannya yang eklektik menggambarkan kehidupan Rumania selama abad ke-19.

Namun, di luar bangunan yang mengesankan ada cerita yang beredar. Konon, istana itu dulunya adalah salah satu tempat doa tertua dan paling dicari di Rumania.

Namanya, Gereja Biara Saint John the Great didirikan sejak zaman Mihai Viteazul, abad ke-16.

Pada tahun 1703 gereja ini dipugar oleh Pangeran Constantin Brancoveanu. Gereja itu jadi terlihat indah, seperti kebanyakan tempat bergaya Brancovian, dengan serambi, tiga lengkungan, di atas empat tiang penyanggah bangunan yang diukir dengan indah. 

Bangunan ini juga sempat terkenal akan keajaibannya yang dapat memulihkan orang sakit yang masuk ke dalamnya. 

The Coral Jewish Temple atau Kuil Karang Yahudi adalah sinagoge atau tempat berdoa milik Komunitas Yahudi di Bucharest. Kuil ini merupakan tempat ibadah bermosaik terbesar di Ibu Kota. 

Dianggap sebagai replika Sinagoge Tempelgasse yang terkenal di Wina, kuil ini menarik perhatian siapapun melalui bagian luarnya yang simetris. 

Bangunan kuil ini dilapisi dengan batu bata dalam dua warna, dan pintu masuk ke kuil dibuat melalui portal yang dibangun dengan gaya Moor atau dengan bentuk setengah lingkaran di ujungnya. 

Kuil ini memiliki monumen yang didedikasikan untuk para korban Holocaust, menjadikannya salah satu tempat wisata budaya dan sejarah di Bucharest. 

The House of the Free Press sebelumnya disebut Casa Scânteii. Bangunan ini mrupakan salah satu landmark Bucharest yang paling mengingatkan pada rezim komunis.

Bangunan ini dibangun antara tahun 1952 dan 1957 yang berfungsi sebagai markas publikasi resmi Partai Komunis, Scânteia (The Spark).

Setelah Revolusi Rumania dari tahun 1989, nama bangunan tersebut diganti dengan "Rumah Kebebasan Pers" atau "House of The Free Press."

Bangunan ini menggabungkan elemen-elemen arsitektur Soviet dan detil-detil arsitektur religius yang dikembangkan di Rumania dan tetangganya, Moldova.

Seperti bangunan megah lainnya yang dibangun pada masa rezim komunis, bangunan ini memiliki dimensi yang menakjubkan. 

Saat ini, bangunan tersebut digunakan sebagai tempat redaksi dan tipografi, untuk pers yang benar-benar bebas.

https://travel.kompas.com/read/2021/06/13/181200727/5-bangunan-sejarah-bucharest-lokasi-tanding-austria-vs-makedonia-utara-euro

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Candi Plaosan, Saksi Cinta Beda Agama di Desa Wisata Bugisan Jateng

Candi Plaosan, Saksi Cinta Beda Agama di Desa Wisata Bugisan Jateng

Jalan Jalan
Mahalnya Tiket Pesawat Pengaruhi Kunjungan Wisatawan ke Lombok Tengah

Mahalnya Tiket Pesawat Pengaruhi Kunjungan Wisatawan ke Lombok Tengah

Travel Update
Piala Dunia 2026 Digelar di 3 Negara dan 16 Kota, Simak Stadionnya

Piala Dunia 2026 Digelar di 3 Negara dan 16 Kota, Simak Stadionnya

Jalan Jalan
Kapan Waktu Menyampaikan Ucapan Idul Adha? Jangan Sampai Telat

Kapan Waktu Menyampaikan Ucapan Idul Adha? Jangan Sampai Telat

Travel Tips
Mengenal Rumah Paling Terpencil di Dunia di Islandia

Mengenal Rumah Paling Terpencil di Dunia di Islandia

Jalan Jalan
Jangan Bawa Barang Saat Evakuasi Darurat dari Pesawat, Ini Alasannya

Jangan Bawa Barang Saat Evakuasi Darurat dari Pesawat, Ini Alasannya

Travel Tips
Kenapa Idul Adha Disebut Lebaran Haji? Simak Penjelasannya 

Kenapa Idul Adha Disebut Lebaran Haji? Simak Penjelasannya 

Jalan Jalan
147 Desa di Sikka NTT Diimbau Prioritaskan Sektor Pariwisata

147 Desa di Sikka NTT Diimbau Prioritaskan Sektor Pariwisata

Travel Update
10 Wisata Alam Subang, Bisa Dikunjungi Saat Hari Libur

10 Wisata Alam Subang, Bisa Dikunjungi Saat Hari Libur

Jalan Jalan
Wacana Biaya Kontribusi Konservasi TN Komodo Rp 3,75 Juta, Ketahui 10 Hal Ini

Wacana Biaya Kontribusi Konservasi TN Komodo Rp 3,75 Juta, Ketahui 10 Hal Ini

Travel Update
Disneyland Shanghai Buka Lagi Setelah Tutup Sejak 21 Marer 2022

Disneyland Shanghai Buka Lagi Setelah Tutup Sejak 21 Marer 2022

Travel Update
6 Tradisi Idul Adha di Arab Saudi, Bagi Daging Kurban Lintas Negara

6 Tradisi Idul Adha di Arab Saudi, Bagi Daging Kurban Lintas Negara

Jalan Jalan
Pasca-Kecelakaan Kapal Wisata di Labuan Bajo, Nakhoda Diminta Lebih Profesional

Pasca-Kecelakaan Kapal Wisata di Labuan Bajo, Nakhoda Diminta Lebih Profesional

Travel Update
Info Shalat Idul Adha 2022 di Masjid Istiqlal, Jam Mulai sampai Tips

Info Shalat Idul Adha 2022 di Masjid Istiqlal, Jam Mulai sampai Tips

Travel Update
Tari Ja'i Meriahkan Turnamen Sepak Bola HUT ke-76 Bhayangkara di Manggarai Timur

Tari Ja'i Meriahkan Turnamen Sepak Bola HUT ke-76 Bhayangkara di Manggarai Timur

Travel Update
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.