Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Salin Artikel

Masa Inap Wisatawan di Asia Tenggara Lebih Lama pada 2022

KOMPAS.com - Durasi menginap wisatawan di Asia Tenggara disebut lebih lama pada tahun 2022. Hal ini berdasarkan data internal dari platform penyewaan homestay dan pengalaman, Airbnb tahun 2022.

Dari data tersebut, masa inap jangka panjang wisatawan di Asia Tenggara selama lebih dari 28 hari mengalami peningkatan lebih dari 2,5 kali lipat secara tahunan (year-on-year). 

  • Ramadhan 2023, Pencarian Airbnb di Indonesia Naik 500 Persen
  • Kuta Bali Jadi Destinasi Musim Dingin Paling Dicari Versi Airbnb

"Pelaku perjalanan yang ke Asia Tenggara juga menginap lebih di Airbnb year-on-year," ujar co-founder dan Chief Strategy Officer Airbnb, Nathan Blecharczyk, dalam acara Media Roundtable secara daring, Selasa (18/4/2023).

Selain lama menginap wisatawan, platform ini juga memaparkan tren perjalanan lainnya yakni group travel (pelaku perjalanan yang berkelompok) dan solo traveling (bepergian sendirian) yang juga mengalami peningkatan.

Pelaku perjalanan dan bentuk grup di Asia Tenggara mengalami kenaikan lebih dari tiga kali lipat year-on-year pada tahun 2022. 

Hal itu ditunjukkan oleh pemesanan perjalanan keluarga melalui platform tersebut yang naik hingga 60 persen secara global pada tahun 2022, dibandingkan dengan periode sebelum pandemi Covid-19.

Tidak hanya itu, semakin banyak pula keluarga yang memesan akomodasi di Airbnb karena nilai dan tempatnya. Pernyataan tersebut bersumber dari data internal Airbnb terkait perjalanan dengan check-in bersama setidaknya satu anak, mulai 1 Januari 2022 hingga 31 Desember 2022.

  • Airbnb Hadirkan Penginapan Scooby-Doo, Langsung Ludes Terjual
  • Ribuan Orang Pesan Airbnb Ukraina Sebagai Bentuk Donasi

Di Indonesia, keluarga juga menjadi pertimbangan dalam memilih akomodasi. Hal ini menurut survei daring terbaru yang dilakukan YouGov kepada 1.060 responden di Indonesia selama 16 Maret 2023-21 Maret 2023.

Setengah dari responden tersebut berpendapat adanya kebutuhan akan penginapan yang memudahkan dan terjangkau bagi keluarga serta grup yang lebih besar ketika bepergian.

Tidak hanya itu, jumlah responden yang sama juga meyakini, penginapan unik dengan tarif terjangkau bisa menarik wisatawan, serta mendorong mereka untuk memilih destinasi yang berbeda dari biasanya.

Pada kesempatan yang sama, Blecharczyk juga menyinggung soal pelaku perjalanan solo.

"Terdapat momen pertumbuhan untuk solo travel. Solo travel di Airbnb mengalami peningkatan di seluruh kawasan tersebut," ujarnya.

Adapun menurut data internal dari platform tersebut pada tahun 2022, solo travel di Asia Tenggara bertumbuh lebih dari 2,6 kali lipat atau meningkat dari tahun 2021.

Data dari Airbnb pada tahun 2022 menunjukkan, Thailand menjadi negara yang paling banyak dikunjungi di Asia Tenggara.

Adapun daerah tujuan lainnya yang juga populer di Asia Tenggara, di antaranya Kuala Lumpur, Malaysia; Bangkok, Thailand; Pattaya, Thailand; Chiang Mai, Thailand; dan Phuket, Thailand.

Selain itu, wisatawan asal Asia Tenggara juga senang melakukan perjalanan intra-Asia Tenggara atau menjelajahi kawasan tersebut.

Rute perjalanan yang paling diminati di platform ini adalah Singapura-Malaysia, diikuti Singapura-Thailand dan Singapura-Indonesia.

Sementara itu, tamu Airbnb di Asia Tenggara yang paling banyak pada tahun 2022 berasal dari Amerika Serikat, disusul oleh Australia, Inggris, Jerman, dan Korea Selatan.

https://travel.kompas.com/read/2023/04/18/180900727/masa-inap-wisatawan-di-asia-tenggara-lebih-lama-pada-2022

Rekomendasi untuk anda
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.

Bagikan artikel ini melalui
Oke