Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Salin Artikel

Tahun 2024, WNI yang Masuk Jepang Wajib Periksa TBC

KOMPAS.com - Mulai tahun 2024, pemerintah Jepang berencana akan melakukan pemeriksaan Tuberkulosis (TBC) untuk turis dari beberapa negara tertentu sebelum masuk ke Jepang, salah satunya dari Indonesia.

"Sejauh ini, kami juga baru tahu dari berita (di media). Perkiraan rencana tersebut dimulai pada tahun fiskal depan, bulan April, termasuk (salah satunya dari) Indonesia," kata Manager Kapan Nasional Tourism Organization (JNTO) Jakarta Akita Priandana kepada Kompas.com di Jakarta Internasional Expo Kemayoran (JIEXPO), Minggu (19/11/2023).

Akita melanjutkan, rencana aturan masuk Jepang tersebut hanya berlaku untuk warga negara asing (WNA) yang akan tinggal di Jepang dalam jangka waktu lebih dari tiga bulan.

Bukan untuk wisatawan

Maka dari itu, tambahnya, aturan tersebut tidak akan berlaku terhadap wisatawan yang berencana datang ke Jepang untuk liburan selama kurang lebih satu sampai dua pekan.

"(Aturan tersebut) bukan untuk orang yang jalan-jalan (ke Jepang), tetapi untuk yang tinggal lama (di Jepang), seperti belajar dan bekerja, " kata Akita.

"Sampai saat ini belum ada informasi apakah ini (pemeriksaan Tuberkulosis) hanya untuk usia 17 tahun ke atas, atau anak kecil juga termasuk. Biasanya informasi tersebut disampaikan tidak mendadak, " ujarnya.

Pemeriksaan TBC untuk WNA yang masuk Jepang

Dilansir dari Kyodo News, Menteri Kesehatan Jepang Keizo Takemi menyampaikan bahwa pemeriksaan Tuberkulosis rencana akan diberlakukan untuk warga negara asing yang berkunjung ke Jepang dalam jangka waktu menengah hingga jangka panjang.

Aturan itu rencananya akan mulai diberlakukan pada tahun fiskal 2024, tepatnya pada bulan April.

Adapun negara yang menjadi sasaran pemeriksaan yaitu enam negara terbesar yang didiagnosis mengidap Tuberkulosis. Beberapa di antaranya yaitu Indonesia, China, Myanmar, Nepal, Filipina, dan Vietnam.

Pemeriksaan ini berlaku untuk turis yang biasanya tinggal di salah satu dari enam negara tersebut, dan berencana akan tinggal di Jepang lebih dari tiga bulan untuk belajar ataupun bekerja.

Turis tersebut wajib memberikan bukti bahwa mereka tidak terinfeksi Tuberkulosis sebelum tiba di Jepang. Jika tidak, mereka akan ditolak masuk ke Jepang.

“Kami sedang membuat pengaturan akhir untuk memulai sistem ini pada tahun fiskal berikutnya,” kata Menteri Kesehatan, Tenaga Kerja, dan Kesejahteraan Jepang Takemi dikutip dari Kyodo News, Minggu (19/11/2023).

Sistem pemeriksaan tersebut kemungkinan akan diperkenalkan mulai dari negara-negara yang telah menyelesaikan persiapan tes.

Pemerintah Jepang sebelumnya berencana akan memperkenalkan sistem wajib pemeriksaan Tuberkulosis jelang pembukaan Olimpiade dan Paralimpiade Tokyo pada 2021. Tetapi rencana tersebut ditunda karena pandemi Covid-19.

Penyakit TBC yang menular

Menurut Organisasi Kesehatan Dunia, WHO, Tuberkulosis ialah penyakit menular yang menyebabkan kematian nomor dua terbesar kedua setelah Covid-19. Tuberkulosis biasanya diobati dengan antibiotik dan bisa berakibat fatal jika tidak diobati.

Meskipun TBC dapat disembuhkan dan dicegah, tetapi total orang yang meninggal dunia karena penyakit ini pada tahun 2022 mencapai 1,3 juta.

Angka pasien Tuberkulosis di Jepang pertama kalinya turun dari 10 menjadi 9,2 per 100.000 orang pada 2021. Hal ini membuat Jepang masuk sebagai negara dengan insiden penyakit yang rendah versi WHO.

Menurut Kementerian Kesehatan, Tenaga Kerja, dan Kesejahteraan Jepang, pada 2022, angka tersebut kembali turun menjadi 8,2.

https://travel.kompas.com/read/2023/11/19/130151727/tahun-2024-wni-yang-masuk-jepang-wajib-periksa-tbc

Terkini Lainnya

Aktivitas Vulkanik Gunung Slamet Naik, Ratusan Pendaki Gagal Gapai Atap Jawa Tengah

Aktivitas Vulkanik Gunung Slamet Naik, Ratusan Pendaki Gagal Gapai Atap Jawa Tengah

Travel Update
Rute ke Gereja Ayam Bukit Rhema, Cuma 10 Menit dari Candi Borobudur

Rute ke Gereja Ayam Bukit Rhema, Cuma 10 Menit dari Candi Borobudur

Travel Tips
Kota Batu Cocok untuk Olahraga, Event Sport Tourism Akan Diperbanyak

Kota Batu Cocok untuk Olahraga, Event Sport Tourism Akan Diperbanyak

Travel Update
Lihat Sunrise di Gereja Ayam Bukit Rhema Harus Reservasi Dulu, Ini Cara dan Tarifnya

Lihat Sunrise di Gereja Ayam Bukit Rhema Harus Reservasi Dulu, Ini Cara dan Tarifnya

Travel Update
Perjalanan Salatiga-Yogya-Pacitan yang Indah, Menikmati Pesona Pantai Banyu Tibo dan Buyutan

Perjalanan Salatiga-Yogya-Pacitan yang Indah, Menikmati Pesona Pantai Banyu Tibo dan Buyutan

Jalan Jalan
Gereja Ayam Bukit Rhema di Borobudur, Pesona Sunrise Dikelilingi 5 Gunung

Gereja Ayam Bukit Rhema di Borobudur, Pesona Sunrise Dikelilingi 5 Gunung

Jalan Jalan
5 Hotel Dekat Ocean Park BSD, Bisa Jalan Kaki

5 Hotel Dekat Ocean Park BSD, Bisa Jalan Kaki

Hotel Story
5 Penginapan dekat Kebun Raya Cibodas

5 Penginapan dekat Kebun Raya Cibodas

Hotel Story
10 Tempat Wisata Keluarga Terbaik di Dunia 2024, Ada Resor di Bali

10 Tempat Wisata Keluarga Terbaik di Dunia 2024, Ada Resor di Bali

Jalan Jalan
7 Wisata Ramah Anak di Bandung, Cocok untuk Liburan Sekolah

7 Wisata Ramah Anak di Bandung, Cocok untuk Liburan Sekolah

Jalan Jalan
9 Wisata Malam di Solo, Kunjungi Saat Mampir

9 Wisata Malam di Solo, Kunjungi Saat Mampir

Jalan Jalan
6 Tips Penting untuk Merencanakan Liburan Keluarga

6 Tips Penting untuk Merencanakan Liburan Keluarga

Travel Tips
3 Mall Solo dekat Stasiun Purwosari, Bisa Jalan Kaki

3 Mall Solo dekat Stasiun Purwosari, Bisa Jalan Kaki

Jalan Jalan
Minimarket di Jepang dengan Latar Belakang Gunung Fuji Timbulkan Masalah

Minimarket di Jepang dengan Latar Belakang Gunung Fuji Timbulkan Masalah

Travel Update
Desa Wisata di Spanyol Binibeca Vell Terancam Ditutup Akibat Lonjakan Jumlah Wisatawan

Desa Wisata di Spanyol Binibeca Vell Terancam Ditutup Akibat Lonjakan Jumlah Wisatawan

Travel Update
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke