Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Trio Gili di Lombok yang Digandrungi Turis

Kompas.com - 13/08/2013, 09:52 WIB
NAMA Gili Air, Gili Meno, dan Gili Trawangan di Lombok, Nusa Tenggara Barat (NTB) ibarat magis dan selalu membuat wisatawan terpesona oleh keindahannya dan betah berlama-lama menghabiskan liburan.

Pemprov NTB tak mau menyia-nyiakan potensi tiga gili ini untuk menarik wisatawan sebanyak mungkin. Jalan menuju Bangsal, pelabuhan penyeberangan menuju tiga gili terus menerus diperbaiki. Jarak tempuh semakin dipercepat dengan membuat jalan pintas dari Mataram-Senggigi dan Bangsal.

Ini merupakan jalan tercepat menuju Gili Air, Meno dan Trawangan dari Mataram, ibukota Provinsi NTB. Selain cepat, menyusuri pantai barat Pulau Lombok, wisatawan akan dibuai oleh indahnya pantai berpasir putih dan hijaunya pohon kelapa. Tak perlu terburu-buru menuju Bangsal. Pasalnya, keindahan pantai barat Lombok jangan sampai terlewatkan. Pantai di Lombok bisa dikatakan masih bersih atau belum tercemar.

Keindahan pantai di Lombok tak pelak membuat turis semakin tergila-gila untuk datang menikmatinya. Pantai di Gili Air, Meno dan Trawangan memberikan turis pilihan untuk berlibur di Lombok. Selain Lombok, Provinsi NTB memiliki Pulau Sumbawa. Biasanya wisatawan yang ingin berlibur di Lombok menginginkan destinasi wisata yang tidak terlalu jauh dari Kota Mataram namun memberikan kesan mendalam.

KOMPAS.COM/I MADE ASDHIANA Wisman di Gili Air, Kabupaten Lombok Utara, Nusa Tenggara Barat, Selasa (2/7/2013).
Persyaratan itu agaknya dipenuhi oleh trio gili ini. Saat ini ketiga gili tersebut identik dengan pariwisata Lombok. Keindahan bawah lautnya dan ramainya wisatawan dalam dan luar negeri memadati ketiga gili, apalagi musim liburan, menyebabkan nama Lombok perlahan-lahan semakin dikenal hingga ke mancanegara.

Menyeberang ke Gili Air, Meno, dan Trawangan pun semakin mudah. Dari Mataram, Anda bisa menyusuri pantai Batubolong, pantai Senggigi, pantai Malimbu. Inilah pantai-pantai yang selalu dicari wisatawan atau bisa dibilang "wajib" dikunjungi bila berada di Lombok.

Saat sore hari, menyusuri pantai barat Lombok sungguh menawan. Matahari mulai bergerak menuju peraduannya. Bagi Anda yang sudah terbiasa menikmati pantai Senggigi, siap-siaplah terpukau dengan pantai Malimbu. Jangan ragu untuk berhenti di sini dan merasakan keindahan pantai Malimbu. Abadikan kenangan ini dalam sebuah foto.

Keeksotisan pantai barat Lombok membuat perjalanan Anda menuju Bangsal terasa begitu cepat. Ciri memasuki Bangsal adalah melewati rumah-rumah penduduk dan berpapasan dengan cidomo, transportasi khas Lombok yang menggunakan kuda.

KOMPAS.COM/I MADE ASDHIANA Turis di Gili Trawangan, Lombok, NTB.
Ketenaran Lombok inilah yang membawa rombongan Burufly.com bersama lima pemenang kompetisi foto "Explore Indonesia" yakni Irvan Darmawan, Hadi Setia Darma, Afriandi, Tirta Subhakti Winata, dan Hendro Jap pada awal Juli 2013 diundang untuk melihat langsung pesona Gili Air, Meno, dan Trawangan.

Ternyata rombongan yang difasilitasi oleh HIS Tour & Travel rupanya tidak memilih menggunakan perahu dari pelabuhan Bangsal, tetapi mencarter perahu di pantai Kecinan. Untuk menuju pelabuhan Bangsal perlu waktu 15 menit lagi dari Kecinan.

Dari pantai Kecinan, Gili Air, Meno, dan Trawangan terlihat sangat jelas menawarkan keindahannya. Sewa perahu dari Kecinan sebesar Rp 800.000 untuk 25 orang dengan rute ke tiga gili (pp). Sembari menunggu perahu yang akan mengantarkan rombongan, kelima pemenang kompetisi foto tak henti-hentinya mengarahkan kamera mereka ke kerumunan anak-anak yang sedang mandi di pantai. Dengan riangnya anak-anak tersebut dipotret sembari berenang di pantai berpasir putih itu.

KOMPAS.COM/I MADE ASDHIANA Pantai Malimbu, Lombok, NTB.
Dari pantai Kecinan menuju Gili Air cuma membutuhkan waktu sekitar 30 menit. Ombak terlihat tenang dan perahu pun melaju menuju gili pertama yakni Gili Air. Panas terik matahari siang itu tak menyurutkan keingintahuan Irvan, Hadi, Afriandi, Tirta, dan Hendro untuk memotret obyek menarik di Gili Air. Kini, keberadaan cottage mulai tumbuh di sepanjang pantai, lalu lalang wisatawan dan perahu yang silih berganti merapat membawa para penyelam.

Perjalanan kemudian dilanjutkan menuju Gili Meno. Pengunjung Gili Meno tak sebanyak Gili Air dan Gili Trawangan. Namun memasuki Gili Meno, setelah 20 menit perjalanan dari Gili Air, rombongan dibuat kaget oleh ayunan gelombang sehingga membuat perahu terguncang.

Meskipun terus berusaha mencari tempat untuk menepi, namun gelombang makin lama justru bertambah hebat, sehingga terpaksa rencana bersandar di Meno dibatalkan. "Ombaknya besar. Kita langsung saja ke Trawangan," kata pemandu rombongan, Surya Pratama.

KOMPAS.COM/I MADE ASDHIANA Menuju Gili Trawangan, Lombok, NTB.
Perahu pun diarahkan menuju Trawangan. Inilah gili yang bisa dibilang primadona pariwisata Lombok. Nama Trawangan tak lepas dari Lombok, juga sebaliknya. Ini dibuktikan dengan begitu padatnya perahu dan speed boat hilir mudik mengantarkan wisatawan. Tak hanya mengantarkan wisatawan dari daratan Pulau Lombok, speed boat ini juga melayani wisatawan dari Bali yang ingin ke Trawangan.

Halaman:

Video rekomendasi
Video lainnya


Terkini Lainnya

KONI Dorong Kota Malang Menjadi Destinasi Sport Tourism

KONI Dorong Kota Malang Menjadi Destinasi Sport Tourism

Travel Update
Koryu Space Japan Foundation: Lokasi, Jam Buka, dan Harga Tiket Masuk

Koryu Space Japan Foundation: Lokasi, Jam Buka, dan Harga Tiket Masuk

Travel Tips
Koryu Space Japan Foundation, Working Space Gratis di Jakarta

Koryu Space Japan Foundation, Working Space Gratis di Jakarta

Travel Update
 Legaran Svarnadvipa di Tanah Datar Sumbar, Pertunjukkan Seni untuk Korban Bencana

Legaran Svarnadvipa di Tanah Datar Sumbar, Pertunjukkan Seni untuk Korban Bencana

Travel Update
Pengalaman ke Hutan Kota Babakan Siliwangi Bandung, Menyejukkan Mata

Pengalaman ke Hutan Kota Babakan Siliwangi Bandung, Menyejukkan Mata

Jalan Jalan
Taman Sejarah Bandung: Daya Tarik, Jam Buka, dan Tiket Masuk

Taman Sejarah Bandung: Daya Tarik, Jam Buka, dan Tiket Masuk

Jalan Jalan
Cara ke Pasar Antik Cikapundung di Bandung Naik DAMRI dan Angkot

Cara ke Pasar Antik Cikapundung di Bandung Naik DAMRI dan Angkot

Travel Tips
Larangan 'Study Tour' Disebut Tak Berdampak pada Pariwisata Dieng

Larangan "Study Tour" Disebut Tak Berdampak pada Pariwisata Dieng

Travel Update
Daftar Tanggal Merah dan Cuti Bersama Juni 2024, Bisa Libur 4 Hari

Daftar Tanggal Merah dan Cuti Bersama Juni 2024, Bisa Libur 4 Hari

Travel Update
Ada Anggapan Bali Dijajah Turis Asing, Menparekraf Tidak Setuju

Ada Anggapan Bali Dijajah Turis Asing, Menparekraf Tidak Setuju

Travel Update
Ada Kecelakaan Bus 'Study Tour' Lagi, Sandiaga: Akan Ada Sanksi Tegas

Ada Kecelakaan Bus "Study Tour" Lagi, Sandiaga: Akan Ada Sanksi Tegas

Travel Update
Jadwal Kereta Wisata Ambarawa Relasi Ambarawa-Tuntang Juni 2024

Jadwal Kereta Wisata Ambarawa Relasi Ambarawa-Tuntang Juni 2024

Travel Update
Itinerary 2 Hari 1 Malam di Badui Dalam, Bertemu Warga dan ke Mata Air

Itinerary 2 Hari 1 Malam di Badui Dalam, Bertemu Warga dan ke Mata Air

Itinerary
3 Aktivitas di Taman Sejarah Bandung, Nongkrong Sambil Belajar Sejarah

3 Aktivitas di Taman Sejarah Bandung, Nongkrong Sambil Belajar Sejarah

Jalan Jalan
Rute Naik Angkot ke Taman Sejarah Bandung dari Gedung Sate

Rute Naik Angkot ke Taman Sejarah Bandung dari Gedung Sate

Travel Tips
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
komentar di artikel lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com