Sensasi "The Flintstones" di Lembah Bada

Kompas.com - 11/09/2013, 09:05 WIB
Lelaki suku Lore subetnis To Bada berbincang di depan arca menhir Palindo di Lembah Bada, tepatnya di Padang Sepe, Desa Bewa, Kecamatan Lore Selatan, Kabupaten Poso, Sulawesi Tengah, Jumat (30/8/2013), dalam kegiatan Ekspedisi Budaya Lembah Bada. Palindo adalah arca megalitik terbesar yang ada di Lembah Bada. KOMPAS/ALOYSIUS B KURNIAWANLelaki suku Lore subetnis To Bada berbincang di depan arca menhir Palindo di Lembah Bada, tepatnya di Padang Sepe, Desa Bewa, Kecamatan Lore Selatan, Kabupaten Poso, Sulawesi Tengah, Jumat (30/8/2013), dalam kegiatan Ekspedisi Budaya Lembah Bada. Palindo adalah arca megalitik terbesar yang ada di Lembah Bada.
EditorI Made Asdhiana
SINGGAH di Lembah Bada di pelosok Kabupaten Poso, Sulawesi Tengah, serasa masuk ke Bedrock, kota fiksi zaman prasejarah dalam film ”The Flintstones”. Para wanita dan tetua adat mengenakan pakaian dari kulit kayu yang ditumbuk menggunakan batu. Kita bisa merasakan jejak-jejak zaman batu.

Di atas Baruga, rumah adat besar, Nenek Tina Tokii (60), tetua suku Lore, Desa Lengkeka, Kecamatan Lore Barat, Kabupaten Poso, mengayunkan peboba, semacam alat pemukul dari batang enau (Arenga pimata), di atas potongan kulit kayu yang disusun berjajar. Di depannya, sekelompok wanita juga memukuli lembaran kulit kayu yang lebih halus menggunakan batu ike, alat pemukul dari lempengan batu dengan pola garis-garis yang diapit anyaman batang rotan sebagai pegangan.

Para wanita itu sengaja menciptakan sebuah irama dari entakan peboba dan batu ike di atas permukaan tatua, landasan kayu keras berwarna coklat muda dengan panjang 2 meter dan lebar 30 sentimeter. Di sela irama pukulan, seorang lelaki tua bersenandung lagu-lagu daerah berbahasa Bada.

Seluruh proses pembuatan kain kulit kayu di Lembah Bada dilakukan secara manual menggunakan bahan alamiah yang jauh dari teknologi mekanik otomatik dan bahan-bahan kimiawi. Di tempat ini, orang diajak sejenak meninggalkan kegaduhan modernitas perkotaan dan seolah-olah kita kembali diajak menelusuri zaman prasejarah.

Sisa-sisa peninggalan zaman prasejarah masih sangat kental di Lembah Bada. Dalam upacara-upacara adat, kita bisa menyaksikan warga setempat mengenakan baju-baju berbahan kulit kayu yang terlihat kaku dan sedikit agak lusuh dengan warna-warni alami.

Sejak dahulu, masyarakat Bada memang menggunakan kain kulit kayu sebagai bahan baku pembuatan pakaian. Lembaran kain kulit kayu yang telah dikeringkan dipotong sesuai pola serta dijahit menjadi berbagai macam pakaian, seperti blus, celana, daster, selimut, dan ikat kepala.

KOMPAS/ALOYSIUS BUDI KURNIAWAN Arca menhir Palindo di Lembah Bada, tepatnya di padang Sepe, Desa Bewa, Kecamatan Lore Selatan, Kabupaten Poso, Sulawesi Tengah, Jumat (30/8/2013) dalam kegiatan Ekspedisi Budaya Lembah Bada. Palindo adalah arca megalitik terbesar yang berada di Lembah Bada. Meski berada di kawasan terpencil dan sulit terjangkau, namun Lembah Bada memiliki peninggalan budaya yang bernilai tinggi.
Dengan proses pembuatan yang sederhana, bisa dibayangkan bagaimana sensasi mengenakan pakaian tersebut. Setiap kali pemakai bergerak, kain kaku itu akan bersuara srek... srek... srek…. Benar-benar pakaian purba!

Keindahan dan eksotika kain dari kulit kayu itu kini juga dipamerkan di Museum Tekstil, Jakarta, dan Bentara Budaya Jakarta pada 3-12 September 2013.

Zaman Neolitikum

Peneliti kain kulit kayu dari Universitas Surugadai, Jepang, Isamu Sakamoto, menyebut tradisi pembuatan kain kulit kayu di Lembah Bada muncul sejak zaman Neolitikum sekitar 3.600 tahun lalu. Artinya, tradisi ini sudah berkembang jauh sebelum zaman Megalitikum.

Halaman:


Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Tips Naik Jeep Wisata Jelajahi Mangunan, Yogyakarta

Tips Naik Jeep Wisata Jelajahi Mangunan, Yogyakarta

Travel Tips
Pacu Adrenalin, Jelajah Jalur Ekstrem Mangunan-Sungai Oya Naik Jeep Wisata

Pacu Adrenalin, Jelajah Jalur Ekstrem Mangunan-Sungai Oya Naik Jeep Wisata

Jalan Jalan
Keliling Mangunan Naik Jeep Wisata, Berikut Paket Lengkapnya

Keliling Mangunan Naik Jeep Wisata, Berikut Paket Lengkapnya

Jalan Jalan
Pendakian Gunung Gede Pangrango Akan Buka Lagi, Simak Tips Mendakinya

Pendakian Gunung Gede Pangrango Akan Buka Lagi, Simak Tips Mendakinya

Travel Tips
Sensasi Berbeda Keliling Wisata Mangunan, Pakai Jeep Wisata

Sensasi Berbeda Keliling Wisata Mangunan, Pakai Jeep Wisata

Jalan Jalan
Pendakian Gunung Gede Pangrango Buka Lagi 5 Maret 2021

Pendakian Gunung Gede Pangrango Buka Lagi 5 Maret 2021

Travel Update
PHRI: Cuti Bersama Dipangkas akan Persulit Sektor Pariwisata Bertahan

PHRI: Cuti Bersama Dipangkas akan Persulit Sektor Pariwisata Bertahan

Travel Update
Guatemala Buka Akses Bebas Karantina dan Tes Covid-19 untuk Pelancong yang Sudah Divaksinasi

Guatemala Buka Akses Bebas Karantina dan Tes Covid-19 untuk Pelancong yang Sudah Divaksinasi

Travel Update
Larangan Kanada Sebabkan Beberapa Kapal Pesiar Batalkan dan Tunda Operasional

Larangan Kanada Sebabkan Beberapa Kapal Pesiar Batalkan dan Tunda Operasional

Travel Update
Rencana 4 Tahap Inggris Raya untuk Lanjutkan Perjalanan Internasional

Rencana 4 Tahap Inggris Raya untuk Lanjutkan Perjalanan Internasional

Travel Update
Cuti Bersama 2021 Dipotong, Yogyakarta Andalkan Wisatawan Lokal

Cuti Bersama 2021 Dipotong, Yogyakarta Andalkan Wisatawan Lokal

Travel Update
5 Wisata Air Sekitar Jakarta, Tak Perlu Pergi Jauh Temukan Kesegaran

5 Wisata Air Sekitar Jakarta, Tak Perlu Pergi Jauh Temukan Kesegaran

Jalan Jalan
Gara-gara Badai Salju, Sebagian Air Terjun Niagara di AS Jadi Es

Gara-gara Badai Salju, Sebagian Air Terjun Niagara di AS Jadi Es

Travel Update
Bantu Sektor Perhotelan, Dinas Pariwisata DIY Rapat di Hotel

Bantu Sektor Perhotelan, Dinas Pariwisata DIY Rapat di Hotel

Travel Update
Soal Cuti Bersama 2021 Dipangkas, Ini Tanggapan Kadispar Yogyakarta

Soal Cuti Bersama 2021 Dipangkas, Ini Tanggapan Kadispar Yogyakarta

Travel Update
komentar di artikel lainnya
Close Ads X