Kompas.com - 18/09/2013, 17:20 WIB
Danau Toba terlihat dari Pulau Samosir, Kecamatan Pangururan, Kabupaten Samosir, Sumatera Utara, Sabtu (23/7/2011). Danau Toba adalah danau terbesar di Indonesia. Danau hasil volcano tektonik terbesar di dunia, dengan panjang danau 87 kilometer dan lebar 27 kilometer, terbentuk dari letusan gunung berapi raksasa (supervolcano) yang terjadi sekitar 75 ribu tahun lalu. KOMPAS IMAGES/FIKRIA HIDAYATDanau Toba terlihat dari Pulau Samosir, Kecamatan Pangururan, Kabupaten Samosir, Sumatera Utara, Sabtu (23/7/2011). Danau Toba adalah danau terbesar di Indonesia. Danau hasil volcano tektonik terbesar di dunia, dengan panjang danau 87 kilometer dan lebar 27 kilometer, terbentuk dari letusan gunung berapi raksasa (supervolcano) yang terjadi sekitar 75 ribu tahun lalu.
|
EditorI Made Asdhiana
JAKARTA, KOMPAS.com — Siapa yang tak kenal Danau Toba? Danau yang menjadi ikon Sumatera Utara ini menyimpan keindahan khas tanah Batak. Belum lagi Pulau Samosir yang ada di tengah danau memiliki kecantikan sendiri yang siap dijamah.

Kecantikan alam Toba-Samosir akan diulas Kompas TV pada episode ketiga "100 Hari Keliling Indonesia (100 HKI)". Program semidokumenter yang dipandu oleh Ramon Y Tungka tersebut akan tayang pada Rabu (18/9/2013) pukul 20.00.

Salah satu tim 100 HKI, Anggun Wicaksono, mengisahkan, Danau Toba merupakan salah satu tempat favorit tim saat berada di Sumatera.

"Ini adalah tempat paling favorit tim 100 HKI yang ada di Sumatera. Tempat ini menjadi tempat yang orang paling tahu di Sumatera. Sebenarnya populer, tapi orang jarang yang ke sana," cerita Anggun kepada Kompas.com melalui sambungan telepon, Rabu (18/9/2013).

Anggun menuturkan, saat tim mengelilingi Danau Toba dan Pulau Samosir, mereka menemukan banyak hal. "Di sana kita sempat ke Desa Nainggolan. Lalu juga sempat terjebak di air terjun karena waktu itu cuacanya lagi jelek, hujan deras. Juga sempat nongkrong sama opung-opung di warung," papar Anggun.

Anggun menegaskan bahwa Danau Toba merupakan tempat paling populer di tanah Sumatera, tetapi sayang, jarang orang yang bertandang ke sana.

Tim 100 HKI Kompas TV melakukan perjalanan mengelilingi bumi Nusantara mulai dari Jakarta lalu menyeberang ke Sumatera, berlanjut menjelajahi Kalimantan dan Sulawesi. Setelah itu, mereka pun menempuh perjalanan ke sisi timur negeri, yakni Maluku dan Papua.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Kelar menyambangi wilayah timur, tim bergerak ke Nusa Tenggara, Bali, dan menyeberang ke Pulau Jawa. Pulau Jawa juga tak luput dijelajahi oleh tim hingga akhirnya kembali ke titik utama di Jakarta pada Rabu (3/7/2013).

Kisah perjalanan tim dalam menjelajahi Indonesia telah ditayangkan di rubrik Travel Kompas.com. Sedangkan penayangan perdana di Kompas TV mulai Rabu (4/9/2013) pukul 20.00.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Pelaku Wisata di Bantul Sambut Pembatalan PPKM Level 3 Saat Nataru

Pelaku Wisata di Bantul Sambut Pembatalan PPKM Level 3 Saat Nataru

Travel Update
Daftar Negara Asal Turis Asing yang Bisa ke Indonesia Tak Berubah meski Ada Omicron

Daftar Negara Asal Turis Asing yang Bisa ke Indonesia Tak Berubah meski Ada Omicron

Travel Update
Wisatawan di Gunung Bromo Dilarang Masuk Radius 1 Km dari Kawah Aktif, Ada Apa?

Wisatawan di Gunung Bromo Dilarang Masuk Radius 1 Km dari Kawah Aktif, Ada Apa?

Travel Update
Kembangkan Wellness Tourism, Yuk Kenali Rekomendasi Wisata Sehat di Korea

Kembangkan Wellness Tourism, Yuk Kenali Rekomendasi Wisata Sehat di Korea

BrandzView
Desa Wisata Sekitar Semeru Terdampak Erupsi, Ini Bantuan Kemenparekraf

Desa Wisata Sekitar Semeru Terdampak Erupsi, Ini Bantuan Kemenparekraf

Travel Update
Indonesia Perketat Kedatangan Internasional, Antisipasi Varian Omicron

Indonesia Perketat Kedatangan Internasional, Antisipasi Varian Omicron

Travel Update
Libur Nataru, Kebijakan Ganjil Genap di Kawasan Wisata Bukan dari Kemenparekraf

Libur Nataru, Kebijakan Ganjil Genap di Kawasan Wisata Bukan dari Kemenparekraf

Travel Update
PPKM Level 3 Saat Nataru Batal, Tempat Wisata Boleh Buka tapi Diperketat

PPKM Level 3 Saat Nataru Batal, Tempat Wisata Boleh Buka tapi Diperketat

Travel Update
Wisata Saat Nataru, Anak Usia di Bawah 12 Tahun Wajib Tes PCR

Wisata Saat Nataru, Anak Usia di Bawah 12 Tahun Wajib Tes PCR

Travel Update
7 Tempat Paling Kotor dan Penuh Kuman di Bandara

7 Tempat Paling Kotor dan Penuh Kuman di Bandara

Travel Tips
PPKM Level 3 Serentak Saat Nataru Batal

PPKM Level 3 Serentak Saat Nataru Batal

Travel Update
Cara Cuci Baju di Hotel, Tanpa Ribet dan Hasilnya Bersih

Cara Cuci Baju di Hotel, Tanpa Ribet dan Hasilnya Bersih

Travel Tips
Indonesia Resmi Jadi Tuan Rumah World Tourism Day 2022

Indonesia Resmi Jadi Tuan Rumah World Tourism Day 2022

Travel Update
Hindari Pakai Gelas Hotel untuk Minum, Ini Sebabnya

Hindari Pakai Gelas Hotel untuk Minum, Ini Sebabnya

Travel Tips
12 Desa Wisata yang Terdampak Erupsi Gunung Semeru, Ada Oro Oro Ombo

12 Desa Wisata yang Terdampak Erupsi Gunung Semeru, Ada Oro Oro Ombo

Travel Update
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.