Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Kompas.com - 02/10/2013, 10:02 WIB
PERNAH menjadi pusat budaya Jawa sebelum kerajaan Mataram terpecah menjadi Kasunanan Surakarta dan Kasultanan Yogyakarta, Solo awalnya adalah desa kecil di tepi Bengawan Solo. Desa ini lantas ”ketiban sampur” saat pusat kerajaan di Kartasura hancur akibat pemberontakan, yang disebut Geger Pecinan. Ibu kota Kasunanan Surakarta dipindahkan ke Solo, yang berjarak sekitar 20 kilometer sebelah timur Kartasura. Desa Sala, yang kini disebut Solo, sejak itu berkembang pesat sampai sekarang.

Dengan luas hanya 44 kilometer persegi, Solo yang merupakan hinterland atau kota yang dikelilingi kabupaten lain mengandalkan diri pada sektor perdagangan dan jasa. Kedudukan sebagai kota kedua di Provinsi Jawa Tengah tidak membuat Solo tersisih. Beberapa fasilitas berkelas internasional pun dibangun di kota ini.

Di kota ini terdapat rumah keluarga besar Siti Hartinah (Tien) Soeharto, istri dari presiden ke-2 Republik Indonesia, HM Soeharto, yang pernah memerintah sekitar 32 tahun. Ada juga fasilitas Stadion Manahan dan Bandara Internasional Adi Soemarmo.

Kota ini menjadi salah satu barometer nasional di bidang politik dan beberapa kali dilanda kerusuhan. Citra Solo kini membaik, terutama pada masa Wali Kota Joko Widodo (Jokowi) dan Wakil Wali Kota FX Hadi Rudyatmo. Rudyatmo sejak 2012 menggantikan Jokowi sebagai wali kota.

Beberapa ruang publik dikembalikan pada fungsinya, seperti kawasan Monumen 1945 Banjarsari, Taman Balekambang, koridor Ngarsapura, dan city walk di sepanjang Jalan Slamet Riyadi, jalan paling penting di kota ini. Jokowi dan Rudyatmo juga merevitalisasi pasar tradisional yang hampir ditinggalkan masyarakat dengan menjamurnya pusat perbelanjaan modern.

Beberapa program populis lain, baik fisik maupun nonfisik, juga dieksekusi duet kepemimpinan ini. Pijakan program ini sederhana saja, yakni keinginan memanusiakan manusia atau nguwongke uwong. Misalnya, dengan mengembalikan fungsi trotoar sebagai tempat pejalan kaki dengan city walk.

Monumen 1945 Banjarsari yang pernah ”diduduki” 1.000 pedagang kaki lima (PKL) dibersihkan dengan pendekatan manusiawi tanpa penggusuran. Mereka dipindahkan ke bangunan baru di Pasar Notoharjo di pinggiran kota di Kecamatan Pasar Kliwon, dengan iringan kirab budaya.

Kawasan monumen yang bersih dari PKL dimanfaatkan untuk jalan-jalan warga atau tempat berolahraga pelajar dari sekolah di sekitarnya. Monumen yang bercerita tentang Serangan Umum Empat Hari di Solo menjadi lebih bersih. Monumen ini dikelilingi taman yang disebut Villapark dan dibangun pada masa Thomas Karsten menjadi konsultan perencanaan Kota Solo.
Ruang srawung

Taman Balekambang yang dulu dibangun oleh Kanjeng Gusti Pangeran Adipati Aryo (KGPAA) Mangkunegara VII untuk kedua putri kembarnya, Partini dan Partinah, sempat tak terurus sebelum kini kembali menghijau dan menjadi ruang srawung (bertemu) warga. Selain menjadi hutan kota, di tempat ini kini juga terdapat rusa yang dilepasliarkan, taman reptil, fasilitas outbound, green house, taman air, gedung ketoprak, rumah peristirahatan yang direvitalisasi, dan amfiteater baru untuk sendratari Ramayana.

KOMPAS/TOTOK WIJAYANTO Pengunjung mengamati benda-benda koleksi Museum Radya Pustaka di Kota Solo, Jawa Tengah, termasuk piala porselin hadiah dari Napoleon Bonaparte kepada Susuhanan Pakubuwono IV (depan), Rabu (24/8/2011). Museum yang didirikan oleh KRA Sosrodiningrat IV pada tahun 1890 ini banyak mengoleksi peninggalan-peninggalan milik keraton.
Taman yang semula bernama Partini Tuin dan Partina Bosch ini pernah menjadi ”sarang ular” setelah taman ini dibuka untuk umum selepas meninggalnya Mangkunegara VII. Sebelumnya, taman ini khusus menjadi tempat rekreasi keluarga Mangkunegaran. Taman Balekambang pernah berjaya dengan keberadaan kelompok ketoprak Balekambang dan Srimulat. Setelah Srimulat surut, taman ini turut meredup dan tak terurus. Kini taman ini ramai oleh warga.

Ahli komunikasi dari Universitas Sebelas Maret (UNS) Solo, Widodo Muktiyo, mengatakan, kebijakan pemerintah selama 10 tahun terakhir bisa diimplementasikan karena menggunakan pendekatan humanis dan mengangkat kultur lokal. Pendekatan ini mampu mengangkat partisipasi warga.

”Komunikasi mampu terbangun sehingga pemimpin memerintah tidak terasa seperti memerintah dan masyarakat juga tergerak untuk turut serta,” kata Widodo.

Bagi warga Solo, seperti Bibit (52), ruang publik yang nyaman dan mudah diakses orang kecil menjadi tempat hiburan yang dicari-cari. Ia kini menikmatinya. (Sri Rejeki)

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Video rekomendasi
Video lainnya


Terkini Lainnya

Perang Ketupat di Bangka Barat pada 3 Maret 2024, Ada 3 Pantangan yang Diyakini Masyarakat

Perang Ketupat di Bangka Barat pada 3 Maret 2024, Ada 3 Pantangan yang Diyakini Masyarakat

Travel Update
3 Syarat Naik Kapal Pesiar yang Bakal Berlabuh di Jakarta, Bawa Paspor

3 Syarat Naik Kapal Pesiar yang Bakal Berlabuh di Jakarta, Bawa Paspor

Travel Tips
Pertama Kalinya, Kapal Pesiar Resorts World Cruise Akan Berlabuh di Jakarta

Pertama Kalinya, Kapal Pesiar Resorts World Cruise Akan Berlabuh di Jakarta

Travel Update
Promo Tiket Pesawat Murah ke Jepang di Astindo Travel Fair 2024

Promo Tiket Pesawat Murah ke Jepang di Astindo Travel Fair 2024

Travel Update
3 Tips Maksimalkan Promo Astindo Travel Fair 2024, Datang Lebih Awal

3 Tips Maksimalkan Promo Astindo Travel Fair 2024, Datang Lebih Awal

Travel Tips
5 Promo Astindo Travel Fair 2024, 'Cashback' hingga Rp 670.000

5 Promo Astindo Travel Fair 2024, "Cashback" hingga Rp 670.000

Travel Update
Arab Saudi Dikunjungi Lebih dari 100 Juta Wisatawan Tahun 2023

Arab Saudi Dikunjungi Lebih dari 100 Juta Wisatawan Tahun 2023

Travel Update
F1 Powerboat Danau Toba 2024, Okupansi 'Homestay' di Lumban Bulbul Meningkat

F1 Powerboat Danau Toba 2024, Okupansi "Homestay" di Lumban Bulbul Meningkat

Hotel Story
China Catat 7,2 Miliar Perjalanan Selama Libur Imlek 40 Hari, Masih Terus Bertambah

China Catat 7,2 Miliar Perjalanan Selama Libur Imlek 40 Hari, Masih Terus Bertambah

Travel Update
3 Paket Perjalanan ke Jepang di Astindo Travel Fair 2024, Ada Gunung Fuji

3 Paket Perjalanan ke Jepang di Astindo Travel Fair 2024, Ada Gunung Fuji

Travel Update
Promo Tiket Pesawat Domestik di Astindo Travel Fair 2024, Mulai Rp 670.000

Promo Tiket Pesawat Domestik di Astindo Travel Fair 2024, Mulai Rp 670.000

Travel Update
Promo Selain Tiket Pesawat di Astindo Travel Fair 2024, Ada Taman Safari

Promo Selain Tiket Pesawat di Astindo Travel Fair 2024, Ada Taman Safari

Jalan Jalan
Promo Tiket Pesawat Internasional di Astindo Travel Fair 2024, ke Malaysia PP Cuma Rp 1,8 Jutaan

Promo Tiket Pesawat Internasional di Astindo Travel Fair 2024, ke Malaysia PP Cuma Rp 1,8 Jutaan

Travel Update
Maret 2024, Garuda Indonesia Tambah Frekuensi Penerbangan di 5 Rute Internasional

Maret 2024, Garuda Indonesia Tambah Frekuensi Penerbangan di 5 Rute Internasional

Travel Update
Syarat Dapat Promo BCA Cashback Rp 670.000 di Astindo Travel Fair 2024

Syarat Dapat Promo BCA Cashback Rp 670.000 di Astindo Travel Fair 2024

Travel Update
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
komentar di artikel lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com