Kompas.com - 13/03/2014, 16:22 WIB
|
EditorI Made Asdhiana
KOMPAS.com – Kisah anak durhaka bernama Malin Kundang begitu akrab. Diceritakan sejak kecil sebagai dongeng pengantar tidur. Dituturkan secara turun temurun.

Menurut legenda, Malin Kundang dikutuk ibunya menjadi batu. Awalnya, ia pergi merantau dan sukses. Saat pulang kampung bersama istrinya, Malin Kundang tak mengakui ibunya sendiri yang tua dan lusuh.

Ibunya pun mengutuk kedurhakaan Malin Kundang. Kapal yang membawa Malin Kundang beserta istri dan pengikutnya diterjang badai. Lalu karam di pantai. Malin Kundang kemudian berubah menjadi batu.

Jika Anda begitu mengenal legenda ini, maka Anda harus mengunjungi tempat satu ini. Pantai Air Manis di Padang, Sumatera Barat, seakan membuat Malin Kundang seperti nyata. Di pantai ini ada batu yang dipercaya sebagai batu Malin Kundang.

KOMPAS IMAGES/RODERICK ADRIAN MOZES Matahari terbenam di Pantai Air Manis, Padang, Sumatera Barat, Selasa (7/6/2011).
Ada perasaan takjub melihat batu yang menyerupai sosok orang tersebut. Bertahun-tahun sekadar mendengar legenda tentang Malin Kundang berubah menjadi batu, akhirnya bisa melihat batu yang ada di kisah itu.

Batu tersebut seperti orang yang sedang tertelungkup dan memberi kesan menyedihkan. Bebatuan lain di sekitarnya berbentuk seperti tong dan tali. Konon, itu berasal dari kapal Malin Kundang yang karam dan ikut membatu.

Tak heran, banyak turis yang datang memilih berfoto di bebatuan ini. Selain itu pantainya sendiri begitu landai dan lebar. Pengunjung bisa puas bermain di pantai atau berenang. Di sepanjang pantai ada pondok untuk beristirahat serta warung-warung makan.

Dekat dari pantai terdapat pulau kecil bernama Pulau Pisang Kecil. Untuk menuju pulau ini, pengunjung bisa berjalan kaki. Karena saat pagi hingga sore, air laut surut sehingga memungkinkan orang untuk berjalan ke pulau tersebut.

Pantai Air Manis terletak di Kecamatan Teluk Kabung, Kabupaten Padang. Untuk menuju Pantai Air Manis, perjalanan bisa ditempuh dengan mobil dari pusat kota Padang selama sekitar setengah jam, melewati daerah berbukit.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.