Kompas.com - 01/04/2014, 15:21 WIB
EditorI Made Asdhiana
DI masa lampau, Bandung pernah dijuluki ”Tuinstad” atau Kota Taman dalam bahasa Belanda. Keindahan alam dan hawanya yang sejuk menghipnosis pemerintah kolonial. Berbagai taman (”mini botanical”) dengan warna-warni bunga pun dibuat di ”kota peristirahatan” ini, laiknya kota-kota ternama di Eropa.

Itulah muasal istilah ”Parijs van Java”—julukan lainnya yang melekat pada Kota Bandung. Bandoeng Vooruit—perkumpulan arsitek, perancang kota, dan penata kebun di masa pendudukan Belanda—bahkan menjadikan Bandung sebagai laboratorium taman tropis Indonesia (Haryoto Kunto, 1986).

Hendrik Petrus Berlage, tokoh Bandoeng Vooruit, ketika itu merumuskan konsep taman-taman yang ada di Bandung sebagai ruang publik. ”Oase dalam kota. Terbuka. Tempat warga berleha-leha sejenak, mengakrabkan diri dengan alam atau sekadar mencari ilham,” ucapnya, seperti tertulis dalam buku Semerbak Bunga di Bandung Raya karya Haryoto Kunto.

Tak ayal, taman-taman kota pun gencar dibuat dalam kurun 1930-1935. Taman kota bukan hanya sarana rekreasi, melainkan juga tempat belajar botani. Setiap tanaman di taman-taman itu dilengkapi tulisan Latin, Sunda, dan bahasa Indonesia.

KOMPAS/YULVIANUS HARJONO Wifi di Taman Maluku
Warisan taman di era kolonial itu hingga kini masih bertahan, misalnya Insulidenpark (Taman Lalu Lintas Ade Irma S), Molukkenpark (Taman Maluku), dan Ijzermanpark (Taman Ganeca ITB).

Melewati waktu, di era kemerdekaan, fungsi taman kota di Bandung berada dalam pasang surut. Gempuran modernisme dan hedonisme yang ditandai dengan menjamurnya pusat perbelanjaan, kafe, waralaba, seperti Starbucks dan tempat-tempat nyaman lainnya, seolah menjauhkan warga dari taman kota.

Taman-taman kota di Bandung lantas ditinggalkan dalam kegelapan dan kemuraman. Beberapa taman di kota kembang bahkan diidentikkan dengan hal-hal negatif semacam tempat prostitusi dan mangkalnya waria. Karena gelap dan kusam, ada pula taman kota yang sering digunakan remaja untuk memakai dan bertukar narkotika.

Namun, era ”kegelapan” ini telah berakhir. Laiknya bunga Amarylis yang mekar merona di Taman Puspa Cilaki, taman-taman kota di Bandung pun kini ”bersemi” kembali. Di berbagai sudut kota, kini taman-taman bersolek. Pemkot Bandung yang dikomandoi arsitek kondang yang juga adalah Wali Kota Bandung Ridwan Kamil gencar merevitalisasi taman-taman kota.

Indeks kebahagiaan

Revitalisasi itu bukan sekadar menambah bangku, mengisi dengan bunga-bunga atau mengganti lampu. Lebih dari itu semua, unsur kreativitas menjadi elemen kunci. Setiap taman yang baru dibuat atau direvitalisasi memiliki tema atau ikon yang khas.

Halaman:


Rekomendasi untuk anda
27th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Ganjar Sebut Potensi Wisata Religi di Jateng Tinggi, Ini Rekomendasinya

Ganjar Sebut Potensi Wisata Religi di Jateng Tinggi, Ini Rekomendasinya

Travel Update
5 Hotel Dekat Alun-alun Bandungan Semarang, Bisa Jalan Kaki 7 Menit

5 Hotel Dekat Alun-alun Bandungan Semarang, Bisa Jalan Kaki 7 Menit

Jalan Jalan
3 Keunikan Desa Sasak Ende, Rumah Adat hingga Kopi Dicampur Beras

3 Keunikan Desa Sasak Ende, Rumah Adat hingga Kopi Dicampur Beras

Jalan Jalan
20 Destinasi Wisata yang Tidak Aman di Dunia, Indonesia Nomor 10

20 Destinasi Wisata yang Tidak Aman di Dunia, Indonesia Nomor 10

Travel Update
Batik Air Tambah Rute Bali-Melbourne PP Mulai 5 Januari 2023

Batik Air Tambah Rute Bali-Melbourne PP Mulai 5 Januari 2023

Travel Update
5 Makna Filosofis Batik Parang yang Tidak Boleh Dipakai Sembarangan

5 Makna Filosofis Batik Parang yang Tidak Boleh Dipakai Sembarangan

Jalan Jalan
7 Spot Foto Instagramable di Lotte Alley, Serasa di Korea dan Jepang

7 Spot Foto Instagramable di Lotte Alley, Serasa di Korea dan Jepang

Jalan Jalan
Kebun Raya Bogor Buka Lagi Taman Tumbuhan Pemakan Serangga

Kebun Raya Bogor Buka Lagi Taman Tumbuhan Pemakan Serangga

Travel Update
Uniknya Rumah Adat Sasak Ende Lombok, Lantainya Dilapisi Kotoran Sapi

Uniknya Rumah Adat Sasak Ende Lombok, Lantainya Dilapisi Kotoran Sapi

Jalan Jalan
4 Tips Berkunjung ke Lotte Alley Jakarta, Bawa Uang Non-tunai

4 Tips Berkunjung ke Lotte Alley Jakarta, Bawa Uang Non-tunai

Travel Tips
7 Hotel Dekat Taman Budaya Sentul City dengan Pemandangan Alam

7 Hotel Dekat Taman Budaya Sentul City dengan Pemandangan Alam

Jalan Jalan
Kunjungan Turis Asing ke Indonesia Capai 3,92 Juta, Lampaui Target 2022

Kunjungan Turis Asing ke Indonesia Capai 3,92 Juta, Lampaui Target 2022

Travel Update
[POPULER TRAVEL] Erupsi Gunung Semeru | Alun-alun Bandungan

[POPULER TRAVEL] Erupsi Gunung Semeru | Alun-alun Bandungan

Travel Update
4 Stadion Lokasi Babak Perempat Final Piala Dunia 2022 di Qatar

4 Stadion Lokasi Babak Perempat Final Piala Dunia 2022 di Qatar

Jalan Jalan
Wisata Edukasi Anak di Jember, Berkunjung ke Kebun Cokelat dan Kopi 

Wisata Edukasi Anak di Jember, Berkunjung ke Kebun Cokelat dan Kopi 

Jalan Jalan
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.