Jawa Timur dan Johor Kini Semakin Dekat...

Kompas.com - 11/04/2014, 09:19 WIB
Sejumlah jeep mengantar wisatawan di kawasan wisata Taman Nasional Bromo Tengger Semeru, Jawa Timur, Sabtu (17/12/2011). Setelah sempat sepi wisatawan selama kurang lebih 6 bulan akibat erupsi Gunung Bromo, Pariwisata di kawasan ini kembali hidup. Untuk menyewa jeep wisatawan harus mengeluarkan biaya Rp 450.000. KOMPAS IMAGES/RODERICK ADRIAN MOZESSejumlah jeep mengantar wisatawan di kawasan wisata Taman Nasional Bromo Tengger Semeru, Jawa Timur, Sabtu (17/12/2011). Setelah sempat sepi wisatawan selama kurang lebih 6 bulan akibat erupsi Gunung Bromo, Pariwisata di kawasan ini kembali hidup. Untuk menyewa jeep wisatawan harus mengeluarkan biaya Rp 450.000.
EditorI Made Asdhiana

Kepala Dinas Budaya dan Pariwisata Jatim Jarianto menawarkan banyak tempat wisata yang indah bagi pelancong asal Malaysia atau negara lain di Jatim. Tawaran itu antara lain wisata religi, wisata laut, dan wisata sejarah. Juga ada Gunung Bromo, Gunung Ijen, dan Taman Nasional Alas Purwo.

Menurut Arif Wibowo, pasar utama penerbangan Surabaya-Johor Bahru adalah pekerja asal Jatim di Malaysia. Pada saat yang sama, Citilink menandatangani nota kesepahaman dengan Kumpulan Perubatan Johor (KPJ) atau Asosiasi Rumah Sakit Johor. Rumah sakit internasional dan terbaik di Malaysia memberikan potongan harga kepada penumpang dan karyawan Citilink yang berobat ke sana.

Warga Indonesia yang tercatat di KJRI Johor sekitar 485.000 orang. Oleh sebab itu, rute Johor-Surabaya amat menarik bagi hubungan antarkedua daerah, Jatim dan Johor, untuk memajukan pariwisata, budaya, dan perdagangan.

Ketua Komisi Eksekutif Pariwisata Johor Datuk Tee Siew Kiong pun menyambut baik penerbangan baru Surabaya-Johor itu. ”Kami menghargai kesediaan Citilink membuka penerbangan langsung Johor Bahru-Surabaya. Ini dengan sendirinya akan mendorong upaya saling mempromosikan kedua daerah, Johor dan Jatim,” kata dia.

Direktur Utama KPJ Norita Ahmad juga menyatakan memberikan potongan harga kepada penumpang Citilink yang berobat ke rumah sakit itu. KPJ diakuinya sebagai rumah sakit terbaik di Malaysia dan hal ini diakui secara internasional. ”Banyak orang Indonesia datang berobat ke KPJ sebab lebih murah dibandingkan rumah sakit di Singapura. Kualitasnya tidak kalah,” ujar dia lagi.

Direktur Utama Citilink menambahkan, peluang yang sama dimiliki kedua daerah. Pemerintah dan pebisnis dari Jatim dan Johor bisa saling berpromosi untuk menjual tujuan wisata yang dimilikinya. Citilink sebagai maskapai penerbangan nasional siap membantu peningkatan kerja sama itu. ”Kami bantu dan dukung promosi kedua daerah. Kita berupaya menarik wisatawan Malaysia ke Jatim,” ungkap Arif Wibowo.

Syaifudin, pemilik biro perjalanan di Surabaya, menuturkan, kehadiran penerbangan baru untuk Surabaya-Johor itu merupakan kompetitor bagi maskapai penerbangan terdahulu. Pendatang baru harus memperhatikan mitra usaha agar menjadi lebih baik sehingga kelangsungannya tetap dijaga.

”Komunikasi dengan mitra harus dijalin secara intensif. Sedikit atau banyak penumpang itu dipengaruhi komunikasi yang intensif dengan biro perjalanan,” kata Syaifudin. Apalagi, sasaran penerbangan ini adalah TKI di Johor.

KOMPAS/ADI SUCIPTO Upaya Pemerintah Kabupaten Banyuwangi dalam melestarikan gandrung dimulai dengan mengenalkan tari gandrung. Sebanyak 1.053 penari gandrung dilibatkan dalam paju gandrung sewu di pantai Boom Banyuwangi Jawa Timur pada Sabtu (23/11/2013) lalu artinya ada 2056 penari termasuk 1053 penari paju.
Pertumbuhan pembangunan yang pesat di Johor dan beberapa negara bagian akan lebih banyak menyedot tenaga kerja dari Indonesia. Apalagi, banyak anak muda dari wilayah Jatim dan sekitarnya pergi ke Malaysia semula untuk mengunjungi famili, tetapi kemudian juga bekerja di negeri tetangga itu.

Selain negara bagian yang menjadi tujuan tempat wisata buatan, Johor juga menjadi pintu masuk ke ”Negara Singa” (Singapura). Perjalanan dengan menyeberangi jembatan hanya 30 menit. Dengan perjalanan darat tak lebih dari satu jam.

Selain berkunjung ke Johor, biasanya wisatawan asal Indonesia juga menuju ke Singapura. Dengan uang Rp 3 juta, pelancong bisa berkeliling Johor dan Singapura sehari. ”Sekarang saya membawa 41 orang berwisata ke Singapura dan Johor. Mereka adalah petani tebu asal Kabupaten Sidoarjo, Jatim,” kata Syaifudin. Kerja sama telah dimulai. (Syamsul Hadi)

Halaman:


Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X