Kompas.com - 20/04/2014, 16:48 WIB
EditorI Made Asdhiana

Mereka berasal dari wilayah lain di Pulau Flores, Timor, dan Sumba. Selain itu, peziarah juga datang dari Surabaya, Yogyakarta, Bandung, Jakarta, bahkan dari Timor Leste. Keterbatasan tempat makan membuat sebagian peziarah menyewa rumah makan tertentu selama berada di kota itu.

”Tamu yang datang selama ziarah rohani 2014 ada Duta Besar Portugal untuk Indonesia, Dirjen Bimas Katolik Kementerian Agama, serta perwakilan Kementerian Pertahanan, Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, Kementerian Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Kementerian Dalam Negeri. Di samping Gubernur NTT dan para bupati sedaratan Flores,” kata Kedang.

Kota Larantuka dengan jumlah penduduk sekitar 243.000 jiwa, terbentang sepanjang lereng Gunung Ile Mandiri (1.720 mdpl), memiliki tiga kecamatan, terletak di Pantai Selatan ujung timur Pulau Flores. Kota ini berhadapan dengan Pulau Adonara dan Pulau Solor.

Sebuah pemandangan paling eksotik ketika berada di Pantai Tobilota, Pulau Adonara, di atas ketinggian sekitar 700 mdpl kemudian memandang Gunung Ile Mandiri dengan kota Larantuka dibawa kaki gunung itu. Lokasi itu sangat cocok dibangun perhotelan dan tempat peristirahatan. Selat Larantuka itu hanya ditempuh 15 menit perjalanan kapal motor dari Larantuka ke Tobilota.

Joseph de Ornay, karyawan Hotel Kartika Larantuka, mengatakan, setiap Semana Santa tiba, semua pemilik hotel dan penginapan di Larantuka terpaksa menaikkan tarif hotel. Kenaikan itu sesuai hukum pasar.

”Meski sudah naik, permintaan masih tinggi. Kami kewalahan dan merasa kasihan kalau tamu datang jauh-jauh tengah malam, cari kamar, dan kami hanya menjawab kamar hotel sudah penuh. Lalu, mereka berdiri di depan hotel dalam kebingungan. Kami hanya mengarahkan ke hotel ini dan itu, tetapi di tempat itu pun sudah penuh,” kata Ornay.

Maria Guterres (49), peziarah asal Timor Leste, menilai, selain keterbatasan penginapan, pelayanan juga masih minim. Ketika dia menginap di Hotel Fortuna Larantuka, air tak mengalir karena pipa yang dibaluti ban dalam bekas tersebut terlepas sehingga air tidak mengalir ke dalam kamar. Setelah dilaporkan, baru diperbaiki pengelola hotel.

Sebagai kota religius sekaligus pariwisata, tata cara menyambut tamu yang datang berziarah pun harus lebih sopan dan ramah daripada di tempat lain. Kesopanan itu tidak hanya terjadi di lobi hotel, tetapi juga sejak tamu, calon peziarah, turun dari bandara, pelabuhan, atau kendaraan.

”Saya tidak suka ketika turun di pelabuhan, barang-barang penumpang diperebutkan kondektur atau tukang ojek. Satu tas di tangan kondektur A, tas lain di tangan kondektur B, dan tas lain di kondektur C. Lalu, mereka saling mengklaim sebagai calon penumpangnya kemudian mereka saling berebutan penumpang,” ujar Guterres.

Sekretaris Daerah Flores Timur Anton Tonce mengakui segala kekurangan itu. ”Kami harus membenahi sarana dan prasarana penunjang pariwisata. Pemkab terus berupaya agar peziarah mendapatkan kepuasan selama di kota itu,” ujarnya. (Kornelis Kewa Ama)

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Halaman:


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.