Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Kompas.com - 30/04/2014, 09:46 WIB
EditorI Made Asdhiana
YOGYAKARTA jelas tidak punya salju. Namun, kota ini punya pasir yang melimpah, tepatnya di sepanjang pesisir pantai selatan. Maka itu, jika di negara empat musim ada olahraga ”snowboarding” atau papan luncur es, di Yogyakarta ada tiruannya, ”sandboarding”. Meluncur dari atas gunungan pasir. Serrrr...!

Pasir-pasir yang terkumpul dan kemudian membentuk gunungan atau gumuk di Pantai Parangtritis dan Parangkusumo inilah sumber inspirasi Komunitas Sandboarding Yogyakarta. Kegiatan utamanya mengasah keterampilan meluncur di atas pasir. Kegiatan sampingannya bercengkerama, ngobrol seru, hingga koordinasi untuk kegiatan-kegiatan petualangan lain.

Kegiatan petualangan? Ya, karena sebagian besar anggota komunitas ini memang para mahasiswa dan alumni pencinta alam Universitas Gadjah Mada, Mapagama. Meski demikian, seiring waktu, banyak orang di luar Mapagama yang tertarik bergabung dengan komunitas dan ternyata terbukti mampu menghilangkan ketegangan pikiran.

Hal ini diakui Adi Sis, mahasiswa tingkat akhir di UGM. Bahkan, kata dia, kegiatan ini lucu. ”Dibilang olahraga ya enggak, tapi keringatan, spontan, menyenangkan, bikin ketawa, dan terutama bisa mendapat teman-teman baru. Saya baru sekali ini ikut main dan langsung stres hilang,” kata dia pekan lalu di gumuk pasir Parangkusumo, Bantul, DI Yogyakarta.

Masih menurut Adi, sandboarding itu membikin gemas, apalagi kalau gagal melulu, terjungkal sebelum finis. ”Kalau masih pemula, ada rasa takut yang menggairahkan. Makanya gemas karena pengin memacu sampai batas gak bisa,” katanya.

Rasa tertantang dan bergairah itu juga dirasakan semua anggota komunitas, seperti Riza Raihan, Afro Yalu Lintang, Prihantono Nugroho, Abdul Hamid, Dimas Dwi Septian, dan anggota yang sudah piawai, Ganesha Tarigan. ”Kalau saya memang terpacu, ingin bisa ikut kompetisi. Kalau sekarang, sih, sudah lumayan bisa kontrol keseimbangan tubuh,” ujar Ganesha, mahasiswa semester empat Jurusan Pariwisata Fakultas Ilmu Budaya UGM. Ganesha sore itu menunjukkan kebolehannya, meluncur dan mendarat mulus dari atas gumuk setinggi seratusan meter.

Natalie Rae (22), mahasiswi asal Australia yang belajar di UGM, pun senang sekali bisa mengenal teman-teman baru di komunitas ini. ”Saya selalu ingin sandboarding, tapi belum punya kesempatan. Malah sekarang bisa di sini,” katanya.

Sesudah gempa

Penggagas komunitas ini, Sidik Utomo, mendapat inspirasi membentuk komunitas seusai gempa bumi di Yogya pada 2006. Sidik yang menjadi sukarelawan korban gempa sering bolak-balik Kota Yogya-Imogiri, melalui Parangkusumo. Ia lantas melihat gumuk pasir dan terbetik ide untuk memanfaatkannya.

”Pas sering lihat orang snowboarding di Youtube, rasanya ngiler, asyik, pengin mencoba. Tapi kan mustahil karena kita gak punya salju. Eh, saat lihat pasir itu langsung mikir, kenapa enggak sandboarding?” ujar lulusan Fakultas Geografi UGM ini.

Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Halaman:
Video rekomendasi
Video lainnya


Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Rekomendasi untuk anda
27th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Uniknya Masjid Hidayatullah di Jakarta Selatan, Sajikan Akulturasi 4 Budaya

Uniknya Masjid Hidayatullah di Jakarta Selatan, Sajikan Akulturasi 4 Budaya

Jalan Jalan
Usai Acara, Delegasi ASEAN Tourism Forum 2023 Akan Jelajah Yogyakarta

Usai Acara, Delegasi ASEAN Tourism Forum 2023 Akan Jelajah Yogyakarta

Travel Update
Ada Apa di Museum Taman Prasasti Jakarta?

Ada Apa di Museum Taman Prasasti Jakarta?

Travel Update
5 Tips Berkunjung ke Buana Life Pangalengan, Reservasi Lebih Dulu

5 Tips Berkunjung ke Buana Life Pangalengan, Reservasi Lebih Dulu

Jalan Jalan
ASEAN Tourism Forum 2023 di Yogya Dimulai, Ada Pameran Parekraf Selama 4 Hari

ASEAN Tourism Forum 2023 di Yogya Dimulai, Ada Pameran Parekraf Selama 4 Hari

Travel Update
Strategi Indonesia Pulihkan Pariwisata Pascapandemi, Luncurkan Visa sampai Pameran di Luar Negeri

Strategi Indonesia Pulihkan Pariwisata Pascapandemi, Luncurkan Visa sampai Pameran di Luar Negeri

Travel Update
Kelenteng Hok Tek Tjengsin, Tempat Ibadah 3 Agama di Kuningan Jakarta

Kelenteng Hok Tek Tjengsin, Tempat Ibadah 3 Agama di Kuningan Jakarta

Jalan Jalan
6 Hotel Dekat ICE BSD Tangerang, Ada yang Tinggal Jalan Kaki

6 Hotel Dekat ICE BSD Tangerang, Ada yang Tinggal Jalan Kaki

Travel Tips
Dikunjungi Iriana Jokowi, Ini Kisah Kampung Pathuk di Yogyakarta

Dikunjungi Iriana Jokowi, Ini Kisah Kampung Pathuk di Yogyakarta

Jalan Jalan
5 Aktivitas di Buana Life Pangalengan, Bisa Prewedding

5 Aktivitas di Buana Life Pangalengan, Bisa Prewedding

Jalan Jalan
Ada Vaksin Booster Kedua, Bakal Jadi Syarat Perjalanan?

Ada Vaksin Booster Kedua, Bakal Jadi Syarat Perjalanan?

Travel Update
6 Wisata Malam di Surabaya, Pas untuk Anak-anak dan Dewasa

6 Wisata Malam di Surabaya, Pas untuk Anak-anak dan Dewasa

Jalan Jalan
6 Prediksi Tren Liburan 2023, Staycation hingga Wisata Hemat

6 Prediksi Tren Liburan 2023, Staycation hingga Wisata Hemat

Travel Update
Catat, Daftar Kantong Parkir untuk Pengunjung Cap Go Meh Bogor

Catat, Daftar Kantong Parkir untuk Pengunjung Cap Go Meh Bogor

Travel Update
Buana Life Pangalengan, Restoran ala Rumah Adat Papua di Tanah Sunda

Buana Life Pangalengan, Restoran ala Rumah Adat Papua di Tanah Sunda

Jalan Jalan
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
komentar di artikel lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.

Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+