Kompas.com - 30/04/2014, 10:09 WIB
Batu situs Megalitik Gunung Padang yang dikelilingi keindahan alam pegunungan di kawasan Cianjur, Jawa Barat, Jumat (15/3/2013).  KOMPAS IMAGES/ANDREAN KRISTIANTOBatu situs Megalitik Gunung Padang yang dikelilingi keindahan alam pegunungan di kawasan Cianjur, Jawa Barat, Jumat (15/3/2013).
EditorI Made Asdhiana
CIANJUR, KOMPAS.com - Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Cianjur, Jawa Barat, menjadikan sembilan desa di Cianjur sebagai desa wisata dan tengah dikembangkan untuk menarik kunjungan wisatawan.

Kepala Disbudpar Cianjur, Tedy Artiawan, Selasa (29/4/2014), mengatakan, pihaknya terus mengembangkan kesembilan desa wisata tersebut. Tedy meyakini desa wisata itu mampu menyaingi desa wisata yang sudah berkembang di Yogyakarta. "Kami berencana mengembangkan kembali kesembilan desa wisata yang ada dengan cara membangkitkan kebudayaan lokal," katanya.

Desa wisata yang menawarkan kebudayaan lokal itu, tambah dia, salah satunya Desa Sukaratu, Kecamatan Gekbrong. Di mana desa tersebut telah dikunjungi pramuka tingkat internasional atas arahan Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif. "Kebudayaan lokal yang dikembangkan, seperti permainan warga dan kesenian. Dengan ada kegiatan itu, sejumlah desa mulai menjadi daerah tujuan wisatawan," kata Tedy.

Selain itu, menurut Tedy, ada Desa Ciputri, Kecamatan Pacet, di mana di desa tersebut terhampar perkebunan teh. Selain itu terdapat peternakan yang menjadi daya tarik dan pernah dikunjungi Presiden Susilo Bambang Yudhoyono.

"Desa wisata yang punya wisata olah raga juga ada, seperti arung jeram yang ada di Desa Cihaur, Kecamatan Haurwangi. Pemerintah telah menyalurkan sejumlah bantuan baik berupa anggaran maupun pelatihan," ungkapnya.

KOMPAS.COM/FIRA ABDURACHMAN Stasiun kereta api Lampegan di Desa Cibokor, Pasir Gunung Keneng, Cianjur, Jawa Barat.
Tedy menuturkan, pemerintah pusat telah menyalurkan bantuan dana sebesar Rp 75 juta untuk mengembangkan desa wisata yang ada di Cianjur. Sedangkan, Pemkab Cianjur menyiapkan anggaran Rp 50 juta untuk pelatihan karena di desa wisata itu, ada kelompok-kelompok yang mengurus desa wisata.

"Kalau bantuan rutin belum ada, tapi bantuan untuk pengembangan selalu ada, meski tidak selalu dalam bentuk uang," ujarnya.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Rencananya Pemkab Cianjur akan terus menambah jumlah desa wisata itu. Penambahan tersebut diikuti dengan pembinaan sapta pesona, dengan menciptakan lingkungan wisata yang aman, tertib, bersih, sejuk, indah, ramah dan memberikan kenangan.

"Menerapkan sapta pesona masih menjadi kendala seperti minimnya fasilitas mandi cuci kakus yang tersedia. Ini menjadi perhatian kami dan akan terus dibina karena manfaat desa wisata ini, selain menggiatkan kembali kebudayaan lokal, juga meningkatkan perekonomian warga," tambah Tedy.Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Sumber Antara
Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Sudah Digencarkan Sejak 2010, Pariwisata Halal di NTB Masih Digodok

Sudah Digencarkan Sejak 2010, Pariwisata Halal di NTB Masih Digodok

Travel Update
Honeymoon di Hotel Santika Bisa Minta Dekorasi Khusus Secara Gratis

Honeymoon di Hotel Santika Bisa Minta Dekorasi Khusus Secara Gratis

Travel Update
Semua Tempat Wisata di Aceh Utara Buka Saat Libur Nataru

Semua Tempat Wisata di Aceh Utara Buka Saat Libur Nataru

Travel Update
7 Tips Staycation dengan Lansia Saat Pandemi Covid-19

7 Tips Staycation dengan Lansia Saat Pandemi Covid-19

Travel Tips
Masa Karantina WNI dan WNA di Indonesia Diperpanjang hingga 7 Hari

Masa Karantina WNI dan WNA di Indonesia Diperpanjang hingga 7 Hari

Travel Update
8 Tips Staycation dengan Anak di Hotel, Minta Sterilkan Kamar Dua Kali

8 Tips Staycation dengan Anak di Hotel, Minta Sterilkan Kamar Dua Kali

Travel Tips
Filipina Larang Kedatangan Turis Asing Bervaksin, Cegah Varian Omicron

Filipina Larang Kedatangan Turis Asing Bervaksin, Cegah Varian Omicron

Travel Update
Produk UMKM Indonesia Dipromosikan di Inggris dalam ISME UK Expo in Oxford

Produk UMKM Indonesia Dipromosikan di Inggris dalam ISME UK Expo in Oxford

Travel Update
Wisata Alam Diprediksi Masih Jadi Tren Wisata Tahun 2022

Wisata Alam Diprediksi Masih Jadi Tren Wisata Tahun 2022

Travel Update
3 Tips Wisata ke Bukit Pengilon Yogyakarta, Jangan Lupa Bawa Tenda

3 Tips Wisata ke Bukit Pengilon Yogyakarta, Jangan Lupa Bawa Tenda

Travel Tips
Jepang Larang Kedatangan Turis Asing untuk Cegah Varian Omicron

Jepang Larang Kedatangan Turis Asing untuk Cegah Varian Omicron

Travel Update
Hotel Santika Tawarkan Harga Promo Tahun Baru, Ada Voucer Rp 50.000

Hotel Santika Tawarkan Harga Promo Tahun Baru, Ada Voucer Rp 50.000

Travel Promo
Staycation di Hotel dengan Anak saat Nataru Tak Perlu Bawa Bukti Tes Covid-19

Staycation di Hotel dengan Anak saat Nataru Tak Perlu Bawa Bukti Tes Covid-19

Travel Update
Hotel Santika Antisipasi Peningkatan Pemesanan Kamar Jelang Nataru

Hotel Santika Antisipasi Peningkatan Pemesanan Kamar Jelang Nataru

Travel Update
Hotel Santika Wajibkan Tamu Reservasi Sebelum Renang atau Fitness

Hotel Santika Wajibkan Tamu Reservasi Sebelum Renang atau Fitness

Travel Update
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.