Kompas.com - 15/05/2014, 10:52 WIB
EditorI Made Asdhiana
PANORAMA alam Minang yang elok, sajian etape demi etape dengan karakter lengkap: datar, tanjakan, dan turunan, menjadi daya tarik utama bagi pesepeda peserta Minang Bike 2014. Peserta mengaku penasaran dengan alam Sumatera Barat dan banyak di antaranya yang ingin menikmati alam itu.

Pesepeda peserta Minang Bike 2014 ingin mendapatkan pengalaman baru, yakni dengan menyaksikan keindahan alam itu dari atas sepeda. Secara khusus, peserta umumnya penasaran dengan tanjakan Kelok 44 yang disebutkan menantang bagi pesepeda dari belahan mana pun di dunia ini.

”Saya mendapatkan poster dari rekan saya tentang kegiatan ini. Sebelumnya, saya juga mengikuti Bali Bike 2013. Sayangnya, teman saya itu, Yusri, tidak bisa mengikuti kegiatan ini karena ada janji lain,” kata Khusairi Muhammad (46), peserta Minang Bike dari Kuala Lumpur, Malaysia, di sela-sela merakit sepeda, Kamis (8/5), di Hotel Grand Inna Muara, Padang.

Jumat ini, peserta Minang Bike yang berjumlah 150 orang akan memulai etape pertama jelajah sepeda Minang Bike yang diselenggarakan harian Kompas selama tiga hari, yakni tanggal 9-11 Mei.

Pada etape pertama, peserta akan melintasi rute Padang menuju Danau Maninjau di Kabupaten Agam. Etape kedua, peserta akan menikmati pemandangan alam Danau Maninjau serta kelokan tajam, Kelok 44, yang bakal menguras tenaga dan menguji ketahanan pesepeda. Pada etape ketiga, peserta akan menggowes dari titik Ambun Pagi di ujung Kelok 44, Agam, menuju titik akhir di Kota Bukittinggi.

Tanjakan Kelok 44 sepanjang 8,7 kilometer di Mukomuko, Agam, yang akan dicumbu peserta merupakan primadona peserta Minang Bike 2014 kali ini. Jauh sebelum pelaksanaan, sejumlah peserta sudah saling mengingatkan tantangan yang akan dihadapi di Kelok 44 pada hari kedua. Mereka langsung mendapat sajian tanjakan begitu start dari Maninjau pada Sabtu pagi. Selepas mengasah dengkul di Kelok 44, mereka langsung menuju Jam Gadang di Bukit Tinggi Sungai via Landia-Koto Gadang-Bawah Ngarai Sihanok.

Tersulit di dunia

Kelok 44 ini disebut-sebut sebagai salah satu dari 10 medan tanjakan tersulit di dunia, seperti juga diakui peserta Tour de Singkarak yang selalu melewati rute ini. Peserta harus memacu jantungnya dan mempertahankan putaran kayuhan pedal hingga Kelok 44 pada ketinggian 1.148 meter di atas permukaan laut (mdpl).

Bagi peserta, panorama alam yang indah di Sumbar adalah hiburan sekaligus tujuan. ”Tidak hanya untuk bertemu teman dan anggota komunitas, bersepeda ke Padang juga untuk santai, bersenang-senang menikmati pemandangan alam. Di tempat saya bekerja, hal ini juga yang saya tekankan,” ungkap Direktur Utama PT Usaha Gedung Mandiri Muhammad Haryoko (57). Perusahaan yang dipimpinnya adalah salah satu anak perusahaan Bank Mandiri.

KOMPAS/PRIYOMBODO Peserta Kompas Minang Bike 2014 disambut oleh siswa Sekolah Dasar saat melintas di Kota Pariaman, Sumatera Barat, Jumat (9/5/2014). Sebanyak 150 peserta menempuh jarak 133.19 kilometer pada etape pertama Padang-Maninjau. Kompas Minang Bike 2014 dibuka oleh Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Mari Elka Pangestu, bersama Gubernur Sumatera Barat Irwan Prayitno, Kapolda Sumatera Barat Brigjen Pol Bambang Sri Hermanto serta Wakil Pemimpin Redaksi Harian Kompas Budiman Tanuredjo.
Lain lagi alasan Kiswanto (53), peserta yang baru pertama kali mengikuti event sepeda yang rutin digelar harian Kompas. Ia diajak keponakannya, Doddy Samiaji (42), untuk mengikuti event ini. Ia menanggapi ajakan itu karena sebagai kontraktor pengeboran dan infrastruktur, ia turut membangun jembatan di Kelok 9 yang menghubungkan Payakumbuh dengan Riau. Keindahan alam Sumbar yang dilihatnya ketika itu amat berkesan hingga saat ini. ”Saya penasaran ingin melihat keindahan Sumbar sekarang dengan naik sepeda,” kata Kiswanto lagi.

Selain peserta baru, Minang Bike juga diwarnai dengan muka-muka lama yang ”langganan” menjadi peserta event sepeda gelaran Kompas. Salah satunya ialah Tomi Pratomo (49). Ia sudah mengikuti jelajah sepeda Kompas di Bali Bike (2013), Bali-Komodo (2013), dan Jelajah Sabang-Padang (2013). ”Dengan bersepeda, kita banyak teman,” ungkap dia.

Namun, hal menarik dari pelaksanaan Minang Bike 2014 adalah banyak di antara peserta yang hanya menjadikannya ”sasaran antara” untuk mendapatkan tiket Kompas Jelajah Sepeda Sulawesi, Agustus. ”Saya harus dapat Jelajah Sulawesi,” ujar seorang peserta. Panitia menyediakan 10 tiket untuk bertualang menjelajahi Sulawesi sepanjang sekitar 1.800 kilometer, ditempuh dalam 14 hari, yang dimulai pada hari Kemerdekaan Indonesia. (USH/REK)

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Potensi Wisata Jalur Pantai Selatan Flores, Tak Kalah dari Tengah dan Utara

Potensi Wisata Jalur Pantai Selatan Flores, Tak Kalah dari Tengah dan Utara

Travel Update
Garuda Indonesia Buka Lagi Rute Makassar-Denpasar, Per 7 Oktober 2022

Garuda Indonesia Buka Lagi Rute Makassar-Denpasar, Per 7 Oktober 2022

Travel Update
Jalan-jalan Tanpa Masker di Singapura, ke Merlion Park hingga Little India

Jalan-jalan Tanpa Masker di Singapura, ke Merlion Park hingga Little India

Travel Update
15 Wisata Air Terjun di NTT, Masih Asri untuk Dijelajahi

15 Wisata Air Terjun di NTT, Masih Asri untuk Dijelajahi

Jalan Jalan
Berencana Jalan-jalan di Jakarta? Ini 5 Tempat Wisata Terkini yang Wajib Dikunjungi

Berencana Jalan-jalan di Jakarta? Ini 5 Tempat Wisata Terkini yang Wajib Dikunjungi

BrandzView
Hindari Pakai Baju Putih Saat Bikin Paspor, Ini Alasannya

Hindari Pakai Baju Putih Saat Bikin Paspor, Ini Alasannya

Travel Tips
Cara Reservasi Kunjungan ke Wisata Baru Garut Antapura De Djati

Cara Reservasi Kunjungan ke Wisata Baru Garut Antapura De Djati

Travel Tips
Harga Tiket Masuk dan Jam Buka Telaga Cebong di Desa Tertinggi Pulau Jawa

Harga Tiket Masuk dan Jam Buka Telaga Cebong di Desa Tertinggi Pulau Jawa

Travel Tips
Antapura De Djati, Tempat Nikmati Suasana Ala Ubud di Garut

Antapura De Djati, Tempat Nikmati Suasana Ala Ubud di Garut

Travel Update
Lion Air Terbang Lagi dari Bandara Kertajati ke Arab Saudi, Layani Ibadah Umrah

Lion Air Terbang Lagi dari Bandara Kertajati ke Arab Saudi, Layani Ibadah Umrah

Travel Update
5 Tips Wisata ke Museum MACAN Jakarta, Jangan Bawa Kamera

5 Tips Wisata ke Museum MACAN Jakarta, Jangan Bawa Kamera

Travel Tips
4 Wisata di Desa Sembungan, Konon Ada Paku Pulau Jawa

4 Wisata di Desa Sembungan, Konon Ada Paku Pulau Jawa

Jalan Jalan
Vihara Tri Dharma Bumi Raya, Wisata Religi Baru di Singkawang

Vihara Tri Dharma Bumi Raya, Wisata Religi Baru di Singkawang

Travel Update
Rute ke Desa Sembungan dari Dieng, Menuju Desa Tertinggi Pulau Jawa

Rute ke Desa Sembungan dari Dieng, Menuju Desa Tertinggi Pulau Jawa

Travel Tips
COCOTEL Kerja Sama dengan Archipelago Luncurkan Teknologi Hotel Baru

COCOTEL Kerja Sama dengan Archipelago Luncurkan Teknologi Hotel Baru

Travel Update
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.