Malang Kembangkan Wisata Agropolitan Sapi Perah

Kompas.com - 14/07/2014, 15:09 WIB
Wisata edukasi Sentulfresh di kawasan Sentul, Bogor, Jawa Barat, Selasa (8/4/2014). Di lokasi tersebut, anak-anak diajak untuk mengenal sapi perah, unggas, dan ikan. KOMPAS/LUCKY PRANSISKAWisata edukasi Sentulfresh di kawasan Sentul, Bogor, Jawa Barat, Selasa (8/4/2014). Di lokasi tersebut, anak-anak diajak untuk mengenal sapi perah, unggas, dan ikan.
EditorI Made Asdhiana
MALANG, KOMPAS.com - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Malang, Jawa Timur, tahun ini akan mengembangkan wisata agropolitan sapi perah di Desa Gubung Klakah, Kecamatan Poncokusumo. Edukasi tentang sapi perah dan produk olahannya adalah kegiatan utama yang akan mengisi wisata.

Kepala Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Kabupaten Malang, Sudjono, menjelaskan produk olahan sapi perah berupa keripik susu, yoghurt, permen dan keju. Semua produk bernaung di satu titik pengolahan.

"Untuk mengembangan wisata ini, Pemkab Malang menganggarkan dana sebesar Rp 1,2 miliar dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) 2014. Dana tersebut digunakan untuk pembuatan kandang sapi perah, tempat pemerahan susu dan pengolahannya," kata Sudjono.

Agropolitan tersebut tidak akan dikelola oleh Pemkab, melainkan oleh kelompok tani setempat yakni Citra Pelangi 3. Mereka tak hanya bertugas memelihara sapi dan menghasilkan produk olahan tapi juga menjadi pemandu wisata pendidikan untuk pengunjung.

"Oleh karenanya, kelompok tani tersebut harus diberikan berbagai pengetahuan dan keterampilan mengenai sapi perah serta olahannya sehingga nanti benar-benar piawai ketika memandu pengunjung," kata Sudjono.

Atraksi Wisata

Kecamatan Poncokusumo merupakan satu dari 33 kecamatan yang bernaung di Kabupaten Malang. Poncokusumo juga merupakan tujuan agrowisata, letaknya di kaki Gunung Semeru dan dikaruniai holtikultura yang beragam seperti tomat, kentang, kol, apel dan buah-buahan.

Hal yang tidak kalah menarik, agrowisata di Poncokusumo memiliki pengembangan bunga seruni atau bunga krisan. Bunga cantik beraneka warna tersebut tumbuh di sini sepanjang tahun.

KOMPAS.COM/IRA RACHMAWATI Tubing di Kali Badeng, Desa Sumber Bulu, Kecamatan Songgon, Kabupaten Banyuwangi, Jawa Timur.
Di desa paling ujung dari Kecamatan Poncokusumo ada Desa Adat Ngadas. Wisatawan bisa menikmati sisi lain masyarakat Tengger yang masih memegang teguh adat istiadat seperti ritual mulai karu, unan-unan, upacara melahirkan bayi, musim panen, dan upacara Kasodo.

Dari Kabupaten Malang, butuh waktu sekitar 2 jam untuk menuju desa wisata ini. Akses jalan dapat dilalui kendaraan roda dua maupun roda empat. Untuk akomodasi, sedikitnya 20 kepala keluarga di Poncokusumo telah mengola rumah mereka untuk dijadikan penginapan wisatawan.

Anda yang menyukai olahraga arung jeram serupa tubing maka bisa menyambangi Dusun Besuki, Desa Wringinanom yang keduanya masih ada di Kecamatan Poncokusumo. Di tempat tersebut terdapat hulu Sungai Amprong dengan curah air yang mengucur deras dari lereng Gunung Semeru. Kondisinya cocok untuk arung jeram juga tubing. Di atas Sungai Amprong juga terdapat Cuban Pelangi atau Air Terjun Cuban Pelangi.

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X