Kompas.com - 16/07/2014, 10:39 WIB
Perajin Batik Kudus KOMPAS/P RADITYA MAHENDRA YASAPerajin Batik Kudus
EditorI Made Asdhiana

Kini di Desa Kaliputu terdapat 48 industri jenang skala besar dan kecil, antara lain Menara, Mubarok, Karomah, Rizona, Kenia, dan Murni. Ada sekitar 960 warga bekerja dalam industri jenang dari total penduduk Desa Kaliputu sebanyak 2.094 orang.

Nama industri jenang itu bernuansa islami karena mengambil inspirasi dari syiar Islam Sunan Kudus dan Sunan Muria. ”Nama Jenang Menara tak sekadar mencerminkan Menara Kudus, tetapi mengandung semangat mengembangkan nilai menghargai keberagaman dan perbedaan,” kata Masduki.

Negeri ukir

Jepara dahulu juga pelabuhan kecil, disebut Ujung Mara, dengan populasi 90-100 orang yang hidup sebagai nelayan, tukang kayu, dan petani.

Ujung Mara berkembang menjadi pelabuhan besar dan pusat armada laut Kasultanan Demak pada masa pemerintahan Pati Unus (1507-1521), panglima armada laut Kasultanan Demak. Pada zaman Ratu Kalinyamat (1549 -1579), Jepara menjadi bandar niaga utama.

Pengembangan ukir dan kerajinan mebel kayu yang berkembang pesat tidak terlepas dari peran Sultan Hadirin, suami Ratu Kalinyamat, yang menghadirkan pengukir asal Tiongkok, Tjie Wie Gan. Pengukir yang dikenal sebagai Sungging Badar Duwung itu memberi sentuhan ukiran di Masjid Mantingan dan mengajarkan seni ukir kepada warga.

Pada era RA Kartini, seni ukir dan pertukangan berkembang ke pasar internasional, utamanya Belanda, melalui lembaga hubungan dagang Belanda dengan negara kolonial, Oost en West.

Upaya Kartini itu dimuat di majalah Belanda, Eigen Haard. Redaktur Eigen Haard dalam surat dukungan simpatiknya menyatakan, ”…Kartini membawa kerajinan ukir Jepara pada era baru. Ukir bukan lagi sebagai hasil seni yang tidak mampu menghidupi perajin, tetapi berkembang menjadi industri kerajinan yang menjanjikan harapan” (Mozaik Seni Ukir, 2013).

Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kabupaten Jepara mencatat, pada 2010 Jepara mengekspor mebel ke 99 negara senilai Rp 1,013 triliun, kerajinan kayu dan tangan ke 14 negara senilai Rp 5,896 miliar, dan kayu olahan ke 18 negara dengan nilai devisa Rp 13,070 miliar.

Perajin kayu dan ukir, yang semula hanya memproduksi perabotan, mulai memproduksi aneka ragam miniatur benda, seperti kapal pinisi, mobil VW, dan motor Harley Davidson.

”Saat permintaan mebel sepi, saya bisa menjual miniatur kapal, mobil, dan sepeda motor sebagai cendera mata,” kata Taufiqqur Rohman (32), perajin di Desa Bapangan, Kecamatan Kota.

Mereka juga mengembangkan corak ukir ke arah minimalis bernuansa Barat.

”Kami terus membuka diri belajar mengukir motif dan aneka bentuk patung baru, termasuk membuat desain ukir menggunakan komputer,” kata Faiq (35), pengukir di Desa Mulyoharjo, Kecamatan Kota. (HENDRIYO WIDI)

Halaman:


25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

5 Pantai Tersembunyi di Gunungkidul dengan Keindahan yang Menawan

5 Pantai Tersembunyi di Gunungkidul dengan Keindahan yang Menawan

Jalan Jalan
Yunani Kembali Sambut Turis Asing Mulai 14 Mei 2021, Ini Aturannya

Yunani Kembali Sambut Turis Asing Mulai 14 Mei 2021, Ini Aturannya

Travel Update
5 Kafe Unik di Tangerang untuk Dikunjungi saat Libur Lebaran

5 Kafe Unik di Tangerang untuk Dikunjungi saat Libur Lebaran

Jalan Jalan
Pantai di Gunungkidul dan Bantul Diserbu Puluhan Ribu Wisatawan Saat Libur Lebaran

Pantai di Gunungkidul dan Bantul Diserbu Puluhan Ribu Wisatawan Saat Libur Lebaran

Travel Update
5 Tempat Nongkrong Santai di Bogor, Pas Dikunjungi Saat Libur Lebaran

5 Tempat Nongkrong Santai di Bogor, Pas Dikunjungi Saat Libur Lebaran

Travel Update
Wisata Ciwidey dan Sekitarnya Ditutup karena Pengunjung Membludak

Wisata Ciwidey dan Sekitarnya Ditutup karena Pengunjung Membludak

Travel Update
Semakin Diminati, Kemenparekraf Gencar Promosi Desa Wisata

Semakin Diminati, Kemenparekraf Gencar Promosi Desa Wisata

Travel Update
Kemenpar Genjot Sektor Ekonomi Kreatif melalui #BeliKreatifLokal

Kemenpar Genjot Sektor Ekonomi Kreatif melalui #BeliKreatifLokal

Travel Update
Daftar Wisata Jakarta yang Tutup Sementara Selama Libur Lebaran 2021

Daftar Wisata Jakarta yang Tutup Sementara Selama Libur Lebaran 2021

Travel Update
Pantai Pasir Padi Pangkalpinang Tutup, Ratusan Kendaraan Diminta Putar Balik

Pantai Pasir Padi Pangkalpinang Tutup, Ratusan Kendaraan Diminta Putar Balik

Travel Update
Cara Reservasi Ulang Wisata TMII yang Buka Lagi 18 Mei 2021

Cara Reservasi Ulang Wisata TMII yang Buka Lagi 18 Mei 2021

Travel Update
Cara Refund dan Reschedule Tiket ke Ancol yang Tutup Sementara

Cara Refund dan Reschedule Tiket ke Ancol yang Tutup Sementara

Travel Update
Cara Reschedule Wisata Taman Margasatwa Ragunan yang Buka Lagi 18 Mei 2021

Cara Reschedule Wisata Taman Margasatwa Ragunan yang Buka Lagi 18 Mei 2021

Travel Update
TMII Akhirnya Tutup Sementara Hingga 17 Mei 2021

TMII Akhirnya Tutup Sementara Hingga 17 Mei 2021

Travel Update
Ancol Perpanjang Masa Penutupan Kawasan Wisata Hingga 17 Mei 2021

Ancol Perpanjang Masa Penutupan Kawasan Wisata Hingga 17 Mei 2021

Travel Update
komentar di artikel lainnya
Close Ads X