Kompas.com - 20/08/2014, 10:12 WIB
Sejumlah wisatawan menikmati keindahan pemandangan di Pulau Peucang, Kabupaten Pandeglang, Banten, awal Mei. Pantai di Pulau Peucang yang berpasir putih menjadi daya tarik bagi wisatawan yang ingin berenang di air laut yang jernih. Pulau itu juga menjadi habitat berbagai satwa, seperti rusa, biawak, merak, monyet, dan babi hutan. Peucang termasuk dalam Taman Nasional Ujung Kulon. KOMPAS/DWI BAYU RADIUSSejumlah wisatawan menikmati keindahan pemandangan di Pulau Peucang, Kabupaten Pandeglang, Banten, awal Mei. Pantai di Pulau Peucang yang berpasir putih menjadi daya tarik bagi wisatawan yang ingin berenang di air laut yang jernih. Pulau itu juga menjadi habitat berbagai satwa, seperti rusa, biawak, merak, monyet, dan babi hutan. Peucang termasuk dalam Taman Nasional Ujung Kulon.
|
EditorI Made Asdhiana
JAKARTA, KOMPAS.com - Pelaksana Tugas Gubernur Banten, Rano Karno menjelaskan bahwa ada dua masalah utama dalam pengembangan sektor pariwisata di Banten. Masalah tersebut terdiri dari masalah infrastruktur dan kurangnya promosi wisata.

"Jadi Banten ini sebenarnya lebih cocok dijadikan adventure tourism karena jalanannya yang kurang bagus dan memaksa pengunjung untuk off road," canda Rano Karno dalam jumpa pers di Gedung Sapta Pesona, Kantor Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, Selasa (19/8/2014).

Rano menyayangkan bahwa selama 14 tahun ini sektor pariwisata di Banten belum berkembang. Ia menjelaskan bahwa Banten, khsusnya kawasan Banten Lama sebenarnya memiliki wisata kebudayaan yang potensional. Hal tersebut terlihat dari kebudayaan debus dan Masjid Agung di sana.

"Jadi strategi kami adalah ingin melakukan beberapa perbaikan infrastruktur seperti perbaikan jalan, dan memperbanyak promosi ke luar daerah Banten," ucap Rano.

KOMPAS/DWI AS SETIANINGSIH Kondisi Istana Kaibon, situs Banten Lama, di Serang, Banten, yang dicoret-coret dan makin rusak.
Selain wisata kebudayaan, Rano juga menjelaskan bahwa Banten memiliki beberapa tempat wisata alam seperti Sawarna dan Ujung Kulon. Wilayah tersebut diharapkan bisa menjadi ecopark yang mendatangkan wisatawan dan menaikkan okupansi hotel di sana.

Menurut data dari dinas pemerintahan Banten, jumlah wisatawan yang berkunjung ke Banten mencapai 18 juta orang pada tahun 2013. Rata-rata wisatawan tersebut berkunjung ke Banten selama 2 hari, dilihat dari waktu lama inap di hotel.

"Sebenarnya kalau di hari-hari besar seperti Lebaran dan Tahun Baru jumlah pengunjungnya luar biasa membeludak, namun jika weekdays jumlah pengunjungnya relatif sedikit," tambah Rano.Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Studio Ghibli akan Buka Ghibli Park di Jepang pada November 2022

Studio Ghibli akan Buka Ghibli Park di Jepang pada November 2022

Travel Update
Jangan Lakukan 3 Kesalahan Umum Ini Saat Bikin Paspor via M-Paspor

Jangan Lakukan 3 Kesalahan Umum Ini Saat Bikin Paspor via M-Paspor

Travel Tips
8 Pecinan di Indonesia yang Penuh Sejarah

8 Pecinan di Indonesia yang Penuh Sejarah

Jalan Jalan
Cara Mengurus Paspor di Kantor Imigrasi Setelah Daftar via M-Paspor

Cara Mengurus Paspor di Kantor Imigrasi Setelah Daftar via M-Paspor

Travel Tips
Turis Asing Boleh Masuk Abu Dhabi, Uni Emirat Arab Tanpa Booster Vaksin

Turis Asing Boleh Masuk Abu Dhabi, Uni Emirat Arab Tanpa Booster Vaksin

Travel Update
Autograph Tower, Gedung Tertinggi di Indonesia yang Hampir Rampung

Autograph Tower, Gedung Tertinggi di Indonesia yang Hampir Rampung

Jalan Jalan
Rute ke Puncak Argopura Ketep Pass dari Kota Magelang, Cuma 1 Jam

Rute ke Puncak Argopura Ketep Pass dari Kota Magelang, Cuma 1 Jam

Travel Tips
Rute ke Pemandian Alam Selokambang di Lumajang, Dekat Pusat Kota

Rute ke Pemandian Alam Selokambang di Lumajang, Dekat Pusat Kota

Travel Tips
Wisata Gunung Batur Bali, Bisa Makan Telur yang Dimasak dari Panas Bumi

Wisata Gunung Batur Bali, Bisa Makan Telur yang Dimasak dari Panas Bumi

Jalan Jalan
Cara Bayar Paspor di M-Paspor via ATM, M-Banking, dan Internet Banking

Cara Bayar Paspor di M-Paspor via ATM, M-Banking, dan Internet Banking

Travel Tips
Puncak Argapura Ketep Pass, Wisata Kuliner dengan Panorama 5 Gunung

Puncak Argapura Ketep Pass, Wisata Kuliner dengan Panorama 5 Gunung

Jalan Jalan
Harga Tiket Masuk TMII Dijanjikan Tidak Naik Setelah Revitalisasi

Harga Tiket Masuk TMII Dijanjikan Tidak Naik Setelah Revitalisasi

Travel Update
Unggah Foto Perayaan Imlek di Grand Indonesia Bisa Dapat Promo, Ini Caranya

Unggah Foto Perayaan Imlek di Grand Indonesia Bisa Dapat Promo, Ini Caranya

Travel Promo
Jelang MotoGP, 226 Hotel di Gili Matra NTB Belum Dapat Pesanan

Jelang MotoGP, 226 Hotel di Gili Matra NTB Belum Dapat Pesanan

Travel Update
Panduan Cara Bikin Paspor dengan M-Paspor, Simak agar Tidak Bingung

Panduan Cara Bikin Paspor dengan M-Paspor, Simak agar Tidak Bingung

Travel Tips
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.