Kompas.com - 27/09/2014, 11:42 WIB
Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Mari Elka Pangestu, didampingi CEO Kompas Gramedia Agung Adiprasetyo, berpose layaknya peselancar seusai membuka Kompas Travel Fair 2014 di Jakarta Convention Center, Jumat (26/9/2014). Pameran wisata dan perjalanan yang akan berlangsung hingga 28 September 2014 itu banyak diminati masyarakat yang mencari tiket dan paket wisata dengan harga murah. KOMPAS/IWAN SETIYAWANMenteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Mari Elka Pangestu, didampingi CEO Kompas Gramedia Agung Adiprasetyo, berpose layaknya peselancar seusai membuka Kompas Travel Fair 2014 di Jakarta Convention Center, Jumat (26/9/2014). Pameran wisata dan perjalanan yang akan berlangsung hingga 28 September 2014 itu banyak diminati masyarakat yang mencari tiket dan paket wisata dengan harga murah.
|
EditorI Made Asdhiana
JAKARTA, KOMPAS.com - Dari sisi pariwisata Indonesia, pasar dalam negeri sangat menjanjikan. Sebagai gambaran, wisatawan mancanegara (wisman) yang ditargetkan masuk ke Indonesia bisa mencapai 9,5 juta dengan sumbangan ke devisa negara mencapai 11 miliar dollar AS.

"Tapi orang Indonesia yang keluar negeri itu menghabiskan 8 miliar (dollar AS)," ungkap Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Mari Elka Pangestu saat pembukaan pameran wisata Kompas Travel Fair 2014 di Jakarta Convention Center, Jakarta, Jumat (26/9/2014).

Hal ini berarti pasar Indonesia untuk pariwisata dunia pun menjanjikan. Tak heran banyak travel fair yang mempromosikan destinasi-destinasi luar negeri.

Namun, lanjut Mari, walau angka pengeluaran antara wisatawan nasional (wisatawan asal Indonesia yang melakukan perjalanan ke luar negeri) beda tipis dengan angka pengeluaran wisman saat di Indonesia, tetap ada kabar gembira. Ia merujuk pada angka perjalanan wisatawan nusantara (wisnus).

"Angka wisnus 250 juta perjalanan. Ini rata-rata per orang dua kali perjalanan setahun. Pengeluarannya mencapai Rp 180 triliun," jelas Mari.

Menurut Mari, inilah pasar pariwisata Indonesia, yaitu orang Indonesia itu sendiri. Mari memaparkan, saat melakukan perjalanan, wisnus menghabiskan uangnya paling banyak di akomodasi, belanja suvenir, makanan, dan transportasi.

KOMPAS/BENNY D KOESTANTO Wisatawan melihat dari jarak cukup dekat lumba-lumba yang muncul di permukaan di Pantai Lovina, Singaraja, Bali.
Sementara itu, lanjut Mari, sebagian besar motivasi perjalanan wisnus adalah untuk menengok keluarga atau mengunjungi teman. Presentase besar lainnya soal motivasi adalah untuk rekreasi. "Juga untuk meeting, tapi kalau meeting ini length of stay-nya lebih lama. Jadi wisnus segmen market penting untuk MICE (meeting, incentive, convention dan exhibition)," tutur Mari.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Sedangkan asal daerah wisnus, terbanyak masih dari Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur, Jakarta, Banten. Selanjutnya adalah beberapa daerah di Sumatera, Bali, dan Kalimantan. "Masih seputar Pulau Bali, Sumatera, dan Jawa," kata Mari.

Oleh karena itu, Mari mengaku beberapa kali berbicara pada pemerintahan daerah, untuk tidak perlu promosi ke luar negeri, cukup gencarkan promosi ke daerah andalan pasar wisnus.

"Contohnya Sumatera Selatan itu hanya 11 persen penduduknya yang melakukan perjalanan keluar provinsinya, padahal pendapatannya meninggi. Harusnya target ke situ. Kita masih belum menggali wisnus dengan baik dari segi pemasaran," tambah Mari.Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Baca tentang


Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Wisata Alam Diprediksi Masih Jadi Tren Wisata Tahun 2022

Wisata Alam Diprediksi Masih Jadi Tren Wisata Tahun 2022

Travel Update
3 Tips Wisata ke Bukit Pengilon Yogyakarta, Jangan Lupa Bawa Tenda

3 Tips Wisata ke Bukit Pengilon Yogyakarta, Jangan Lupa Bawa Tenda

Travel Tips
Jepang Larang Kedatangan Turis Asing untuk Cegah Varian Omicron

Jepang Larang Kedatangan Turis Asing untuk Cegah Varian Omicron

Travel Update
Hotel Santika Tawarkan Harga Promo Tahun Baru, Ada Voucer Rp 50.000

Hotel Santika Tawarkan Harga Promo Tahun Baru, Ada Voucer Rp 50.000

Travel Promo
Staycation di Hotel dengan Anak saat Nataru Tak Perlu Bawa Bukti Tes Covid-19

Staycation di Hotel dengan Anak saat Nataru Tak Perlu Bawa Bukti Tes Covid-19

Travel Update
Hotel Santika Antisipasi Peningkatan Pemesanan Kamar Jelang Nataru

Hotel Santika Antisipasi Peningkatan Pemesanan Kamar Jelang Nataru

Travel Update
Hotel Santika Wajibkan Tamu Reservasi Sebelum Renang atau Fitness

Hotel Santika Wajibkan Tamu Reservasi Sebelum Renang atau Fitness

Travel Update
Sederet Prokes di Jaringan Hotel Santika, Reservasi Dulu Sebelum Berenang

Sederet Prokes di Jaringan Hotel Santika, Reservasi Dulu Sebelum Berenang

Travel Update
Wisata Pantai Watunene Gunungkidul yang Indah dan Masih Sepi

Wisata Pantai Watunene Gunungkidul yang Indah dan Masih Sepi

Jalan Jalan
Update Daftar Daerah PPKM Terbaru di Jawa dan Bali

Update Daftar Daerah PPKM Terbaru di Jawa dan Bali

Travel Update
Semua Pintu Masuk Wisata Gunung Bromo Buka Lagi per 30 November 2021

Semua Pintu Masuk Wisata Gunung Bromo Buka Lagi per 30 November 2021

Travel Update
Aturan Perjalanan PPKM Level 3 Nataru, Wajib Bawa SKM

Aturan Perjalanan PPKM Level 3 Nataru, Wajib Bawa SKM

Travel Update
Pendaki Gunung Lawu via Karanganyar Wajib Pakai Sepatu Gunung

Pendaki Gunung Lawu via Karanganyar Wajib Pakai Sepatu Gunung

Travel Update
Turis Indonesia Sudah Bisa ke Singapura, Syaratnya Siapkan Asuransi Rp 315 Juta

Turis Indonesia Sudah Bisa ke Singapura, Syaratnya Siapkan Asuransi Rp 315 Juta

Travel Update
5 Tips Wisata di Puncak Kuik Ponorogo agar Puas Nikmati Keindahannya

5 Tips Wisata di Puncak Kuik Ponorogo agar Puas Nikmati Keindahannya

Travel Tips
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.