Kompas.com - 23/10/2014, 12:09 WIB
Pengrawit memainkan bonang, menandai dimulainya gending ”Rambu” dan ”Rangkung” yang dimainkan dari gamelan Kiai Guntur Madu bergantian dengan gamelan Kiai Guntur Sari, pekan lalu. KOMPAS/SRI REJEKIPengrawit memainkan bonang, menandai dimulainya gending ”Rambu” dan ”Rangkung” yang dimainkan dari gamelan Kiai Guntur Madu bergantian dengan gamelan Kiai Guntur Sari, pekan lalu.
EditorI Made Asdhiana

SEMARANG, KOMPAS.com - Tiga kebudayaan Indonesia akan mendapat pengakuan dunia tahun 2014. Warisan budaya asli Indonesia yang mendapat pengakuan dunia yakni Gamelan, Sekaten dan Lumpia. Dengan pengakuan dunia internasional maka warisan budaya asli Indonesia tersebut tidak bisa diklaim oleh negara luar.

Sebelumnya, juga tiga warisan kebudayaan asli Indonesia yang telah lebih dulu mendapat pengakuan dunia yaitu batik, keris, dan wayang.

"Yang sudah dicatatkan sebagai warisan budaya dunia tahun lalu adalah batik, keris, dan wayang. Tahun ini kita mendapat pengakuan warisan budaya asli Indonesia lagi yakni gamelan, sekaten, dan lumpia. Sebenarnya ada satu lagi yakni sintren, tetapi untuk sintren masih dikaji ulang mudah-mudahan untuk 2015 kita bisa mengusulkan lebih banyak lagi," ujar Kepala Seksi Nilai Budaya Bidang Nilai Budaya Seni dan Film Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Jateng, Eny Haryanti saat ditemui Tribun Jateng, Rabu (22/10/2014).

Secara teknis, pengusulan itu melewati beberapa proses. Pertama dari pihak Dinas Kebudayaan dan Pariwisata terkait bekerjasama dengan Balai Pelestarian Nilai Budaya di Yogyakarta (membawahi tiga kawasan di Jawa yakni Jawa Tengah, Jawa Barat, dan Jawa Timur).

KOMPAS/FERGANATA INDRA RIATMOKO Warga berdesakan berusaha mengambil tumpeng dan makanan dalam acara Dhahar Kembul Sego Gurih yang digelar dalam arena Pasar Malam Perayaan Sekaten di Alun-alun Utara, Yogyakarta, Selasa (7/1/2014). Acara tersebut digelar antara lain untuk mempopulerkan kembali nasi gurih dan telur merah sebagai makanan khas dalam perayaan Sekaten.
Selanjutnya usulan dikaji ke Subdit Kekayaan Budaya Direktorat Internalisasi Nilai dan Diplomasi Budaya Direktorat Jenderal Kebudayaan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan kemudian dilanjutkan ke UNESCO untuk mendapat pengakuan.

Eny berharap selain untuk melestarikan budaya, tembang dolanan juga akan diusulkan menjadi warisan budaya dunia non benda.



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads X