Kompas.com - 14/12/2014, 08:03 WIB
EditorNi Luh Made Pertiwi F
KOMPAS.com - Tangan-tangan terampil memilah biji kopi. Mata-mata renta terbiasa melihat biji kopi yang kecil, namun dengan cekatan mampu membedakan kualitasnya. Lalu di sisi lain, alat pemanggang kopi dan penggiling kopi jadul seolah tak lekang akan waktu.

Masuk ke area ini, seakan seperti terlempar ke masa lampau. Di masa kejayaan perkebunan kopi nusantara yang dikelola kolonial Belanda. Perkebunan kopi ini berada di sebuah resor cantik bernama MesaStila Resort. Lokasinya di Desa Losari, Magelang, Jawa Tengah.

Orang di balik perkebunan ini adalah seorang Belanda bernama Gustav Van Der Swan yang membangunnya di tahun 1920. Area ini berganti-ganti kepemilikan. Sempat di tangan orang Indonesia yaitu tokoh terkenal HOS Tjokroaminoto. Kemudian berpindah tangan ke orang Italia bernama Gabriella Tagia. Saat ini dimiliki kembali oleh orang Indonesia yaitu Sandiaga Uno.

Apa yang menarik dari perkebunan ini adalah beberapa bangunan sudah ada sejak masa awal dibangun. Sebagian besar memang akhirnya digunakan untuk kebutuhan resor. Daya tarik aktivitas wisata untuk tamu adalah tur ke perkebunan kopi atau Coffee Plantation Tour.

KOMPAS IMAGES/KRISTIANTO PURNOMO Pekerja memperlihakan alat pemangang biji kopi di Vila MesaStila, Magelang, Jawa Tengah, Senin (13/10/2014). Vila MesaStila dahulu merupakan rumah pemilik kebun kopi asal Belanda, Gustav Van Der Swan tahun 1928 dan pernah berpindah kepemilikan pada HOS Cokroaminoto.
Luas keseluruhan lahan mencapai 22 hektar. Sebanyak 11 hektar digunakan untuk lahan kebun kopi. Tamu biasanya memulai perjalanan dari Club House yang dulunya merupakan rumah Gustav. Dari sini tamu dipandu pemandu mulai berjalan ke area perkebunan. Lama tur sekitar 1,5 jam.

"Semua jenis kopi ada di kebun ini, mulai dari Robusta, Arabica, Andong Coffee atau Java Coffee, sampai Ekselsa," ungkap Mega, pemandu tur kopi ini.

Namun, 90 persen kopi di lahan ini adalah Robusta. Hal ini disebabkan Robusta cocok tembuh di area tersebut yang berada di ketinggian 700 meter. Waktu terbaik untuk berkunjung ke kebun kopi ini adalah di bulan Juli sampai September, saat musim panen kopi.

Di musim panen kopi, tur Anda lengkap. Anda bisa melihat buah kopi yang berwarna merah cerah sampai proses pemetikan buah kopi. Anda pun bisa ikut memetik langsung buah kopi. Buah kopi yang matang berwarna merah seperti ceri. Dagingnya manis dan bisa Anda coba memakannya. Anda juga bisa melihat proses penggilingan kopi, pemilihan biji kopi, sampai pemanggangan.

KOMPAS IMAGES/KRISTIANTO PURNOMO Kopi dan biji kopi produksi dari kebun di Vila MesaStila, Magelang, Jawa Tengah, Senin (13/10/2014). Vila MesaStila dahulu merupakan rumah pemilik kebun kopi asal Belanda, Gustav Van Der Swan tahun 1928 dan pernah berpindah kepemilikan pada HOS Cokroaminoto.
Tanaman-tanaman kopi berjajar rapi di tengah-tengah keteduhan pohon durian dan albasia. Jalan setapak memudahkan pengunjung menjelajahi kebun kopi. Setelah itu, tamu akan diajak ke sebuah area yang penuh dengan karung-karung berisi biji kopi. Di sinilah tempat pemilihan biji kopi. Ada beberapa ibu tua yang sudah terlatih, memilah biji kopi dan membaginya sesuai kualitas biji kopi. Anda juga bisa melihat area pembibitan kopi dan penjemuran biji kopi.

Selanjutnya adalah ke sebuah warung kopi. Warung yang terbuat dari kayu ini terkesan sederhana. Ada meja-meja dengan bangku-bangku panjang di tengah-tengah warung. Panorama di satu sisi warung menampilkan hijau nan rindangnya khas perbukitan Losari.

Nah, di salah satu sudut, terdapat mesin penggiling dari kayu. Inilah mesin penggiling kopi tradisional. Selintas seperti penumbuk padi, namun ada poros yang bisa diputar dengan tangan. Anda bisa mencoba sendiri menggunakan mesin penggiling kopi jadul ini.

Lalu beranjak ke belakang adalah sebuah mesin pemanggangan tradisional. Biji kopi dimasukan ke dalam tabung besar. Tabung dipanaskan dengan api dari kayu bakar. Lalu mesin diputar-putar agar seluruh biji kopi terpanggang secara merata.

Walaupun Anda bukan tamu yang menginap di resor ini, Anda tetap bisa mengikuti tur kebun kopi. Biayanya adalah Rp 450.000 ++ per orang sudah termasuk makan siang. Jangan lupa, tur ditutup dengan secangkir kopi hangat. Camilannya terbilang unik, yaitu kopi panggang yang dimakan begitu saja bersama gula aren. Sensasi pahit-manis pun merebak di mulut. Amboi!

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.