Kompas.com - 15/12/2014, 09:25 WIB
|
EditorI Made Asdhiana
DENPASAR, KOMPAS.com - Wisatawan di Pantai Kuta, Bali, mengapresiasi langkah Desa Adat Kuta yang melarang menyalakan mercon dan peluncuran kembang api pada malam tahun baru. Larangan ini diberlakukan terutama di pemukiman penduduk dan titik-titk tertentu.

"Ya saya senang sekali, apalagi tamu saya sering merasa terganggu dengan bunyi mercon, peluncuran kembang api yang meledak, kadang banyak yang komplain. Tamu-tamu(wisatawan) merasa tidak nyaman," kata salah satu pemandu wisata, Ketut Andika di Pantai Kuta, Minggu(14/12/2014).

Andika menuturkan, saat bulan Desember bertepatan dengan perayaan Natal dan Tahun Baru, seperti biasanya akan banyak wisatawan yang perlu pemandu seperti dia untuk mengantar ke berbagai destinasi wisata di Bali. Untuk itu, harus memberikan pelayanan yang memuaskan.

"Kita kan bekerja di pariwisata, harus tetap menjaga kenyamaann dan keamanan tamu-tamu kita yang berkunjung di Bali. Dengan adanya larangan menyalakan mercon pada malam tahun baru, ini upaya dari Desa Adat kuta yang harus dicontoh untuk desa adat lainnya," tegasnya.

KOMPAS.COM/SRI LESTARI Pengumuman larangan menyalakan mercon yang terpasang di Jalan Pantai Kuta, Bali, Minggu (14/12/2014).
Ada tiga hal yang harus ditaati di kawasan Desa Adat Kuta terkait larangan menyalakan mercon pada malam tahun baru, di antaranya, dilarang menjual dan menyalakan mercon di kawasan Desa Adat Kuta, dilarang menyalakan dan meluncurkan kembang api di jalanan, pemukiman padat penghuni dan tempat yang berisiko bagi keamanan bersama.

Pelarangan ini disambut senang wisatawan. "Baguslah, saya senang dengan larangan ini. Ngeri juga kalau sampai kena mercon atau kembang api yang ukuran besar itu, jadi takut kan?" kata Hermindia, salah satu wisatawan asal Palembang.

Akan tetapi, terkait larangan ini desa adat akan mengalokasikan dan mengarahkan peluncuran kembang api pada malam tahun baru di Pantai Kuta dengan zona tertentu dimulai pukul 22.00 hingga 02.00 Wita.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.