Kompas.com - 09/01/2015, 14:46 WIB
Masyarakat di Kampung Teluk Sulaiman, Kecamatan Biduk-biduk, Kabupaten Berau, mengelola ekowisata di Pulau Sigending dengan daya tarik ekosistem mangrove, kegiatan mengamati penyu, dan sejumlah atraksi alam yang menarik. Di area itu, pepohonan mangrove hidup di perairan yang sangat jernih, seperti terlihat pada Kamis (11/12/2014). Kawasan ini berada di bagian selatan Taman Pesisir Kepulauan Derawan, Kabupaten Berau, Kalimantan Timur.
KOMPAS/ALIF ICHWANMasyarakat di Kampung Teluk Sulaiman, Kecamatan Biduk-biduk, Kabupaten Berau, mengelola ekowisata di Pulau Sigending dengan daya tarik ekosistem mangrove, kegiatan mengamati penyu, dan sejumlah atraksi alam yang menarik. Di area itu, pepohonan mangrove hidup di perairan yang sangat jernih, seperti terlihat pada Kamis (11/12/2014). Kawasan ini berada di bagian selatan Taman Pesisir Kepulauan Derawan, Kabupaten Berau, Kalimantan Timur.
EditorI Made Asdhiana
KEELOKAN panorama Kepulauan Derawan ibarat lampu terang pengundang laron. Di sana, tempat pengunjung bisa melihat langsung penyu berenang bebas di bawah cottage berbentuk panggung, berdiri puluhan penginapan dan operator wisata selam berikut jasa pemandu yang siap melayani wisatawan. Di sana pula nasib warga; jadi penonton atau aktor.

Kampung yang semula sepi beranjak ramai pengunjung yang menggerakkan roda ekonomi. Perubahan itu pun ingin dirasakan masyarakat di tempat lain yang juga memiliki destinasi wisata tak kalah unik, seperti sedang diupayakan masyarakat Kampung Teluk Sulaiman di Kecamatan Biduk-biduk di kawasan Taman Pesisir Kepulauan Derawan, Kabupaten Berau, Kalimantan Timur. Mereka memiliki Pulau Sigending, ”surga” kecil nan elok menggoda.

Meski berukuran kecil, 1,2 hektar, pulau yang bisa dicapai dalam waktu 10 menit dengan perahu kecil dari dermaga kampung itu kaya pemandangan alam. Sepanjang jalan, pengunjung disuguhi eksotisnya ekosistem mangrove yang tumbuh di perairan nan jernih kebiruan.

Saking beningnya, perairan itu bagaikan cermin bersih yang pantulan gambarnya pelan-pelan memudar seiring gelombang kecil yang muncul setelah kapal melintas. Rimbunan mangrove itu rumah bagi monyet hidung panjang atau bekantan yang biasa bermain-main di pinggir pantai setiap pagi tiba.

”Pulau ini memiliki ekosistem yang lengkap. Ekosistem mangrove, lamun, hingga terumbu karang ada di Sigending,” kata Anisa Budiayu, Manajer Program Kelautan The Nature Conservancy Indonesia (TNC) di Berau, pertengahan Desember 2014.

Dedaunan lamun yang menjulur ke atas dari dalam perairan menjadi pakan bagi penyu hijau dan penyu sisik. Penyu-penyu berukuran 40 sentimeter hingga 1 meter menjadi pemandangan umum.

Di sana, ada pula satu kawasan perairan berpasir yang dipenuhi aneka bintang laut berwarna biru, berduri, juga bintang laut kecil berwarna merah-krem. Belum lagi ekosistem terumbu karangnya yang, setelah pulih dari aktivitas pengeboman ikan, kini telah dihuni berbagai jenis karang masif dan sponge lengkap dengan berbagai jenis ikan warna-warni.

Diincar investor

Meski pulau ini berada di paling selatan Taman Pesisir Kepulauan Derawan dan berbatasan dengan Kabupaten Kutai Timur, pesona Sigending tak luput dari incaran investor yang ingin mendirikan resor di tengah pulau.

”Belum lama ini ada investor masuk. Setelah melihat paparannya, kami menolak karena masyarakat tak mendapatkan apa-apa. Hanya jadi pekerja kasar di resor. Kami tidak ingin seperti di Derawan, warga hanya jadi penonton, bahkan tamu,” kata Risno Kiay, Sekretaris Kampung Teluk Sulaiman.

Halaman:


Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

5 Kota Ramah Muslim di Eropa, Pas Dikunjungi Usai Pandemi

5 Kota Ramah Muslim di Eropa, Pas Dikunjungi Usai Pandemi

Jalan Jalan
Pemugaran Benteng Pendem Ngawi Selesai 2023, Ini Rencana ke Depannya

Pemugaran Benteng Pendem Ngawi Selesai 2023, Ini Rencana ke Depannya

Travel Update
Larangan Mudik Dikhawatirkan Sebabkan Pariwisata Anjlok Lagi

Larangan Mudik Dikhawatirkan Sebabkan Pariwisata Anjlok Lagi

Travel Update
Kebun Raya Indrokilo Berlakukan Aturan Reservasi Tiket Lewat Aplikasi

Kebun Raya Indrokilo Berlakukan Aturan Reservasi Tiket Lewat Aplikasi

Travel Update
Kebun Raya Indrokilo Boyolali Buka Lagi, tetapi Tutup Saat Akhir Pekan

Kebun Raya Indrokilo Boyolali Buka Lagi, tetapi Tutup Saat Akhir Pekan

Travel Update
Biasa Dibanderol Rp 9 Juta, Harga Paket Wisata Turki Kini Mulai Rp 5 Juta

Biasa Dibanderol Rp 9 Juta, Harga Paket Wisata Turki Kini Mulai Rp 5 Juta

Travel Promo
Istana Raja Thailand Ditutup Sementara Akibat Kasus Covid-19

Istana Raja Thailand Ditutup Sementara Akibat Kasus Covid-19

Travel Update
Tahiti Hingga Moorea di Polinesia Perancis Buka Lagi 1 Mei 2021

Tahiti Hingga Moorea di Polinesia Perancis Buka Lagi 1 Mei 2021

Travel Update
6 Wisata di Bogor Tengah, Pas Dikunjungi Saat Libur Lebaran

6 Wisata di Bogor Tengah, Pas Dikunjungi Saat Libur Lebaran

Itinerary
Catat, Ide Staycation di Kota Bandung Saat Libur Lebaran 2021

Catat, Ide Staycation di Kota Bandung Saat Libur Lebaran 2021

Itinerary
Uni Emirat Arab Catat Okupansi Hotel Tertinggi Kedua di Dunia 2020

Uni Emirat Arab Catat Okupansi Hotel Tertinggi Kedua di Dunia 2020

Travel Update
Yunani akan Cabut Aturan Karantina untuk Turis Asing, Indonesia Masuk?

Yunani akan Cabut Aturan Karantina untuk Turis Asing, Indonesia Masuk?

Travel Update
Kabar Gembira, Taman Hiburan di Coney Island AS Buka Lagi

Kabar Gembira, Taman Hiburan di Coney Island AS Buka Lagi

Travel Update
Dana Hibah Pariwisata 2021 akan Diperluas untuk Biro Perjalanan Wisata

Dana Hibah Pariwisata 2021 akan Diperluas untuk Biro Perjalanan Wisata

Travel Update
Saat Ramadhan, Masjidil Haram dan Kakbah Diberi Parfum 10 Kali Sehari

Saat Ramadhan, Masjidil Haram dan Kakbah Diberi Parfum 10 Kali Sehari

Travel Update
komentar di artikel lainnya
Close Ads X