Kompas.com - 17/01/2015, 11:27 WIB
Nelayan memancing ikan dengan latar belakang gerhana matahari parsial di Panama City Beach, Florida, 23 Oktober 2014. AP PHOTO / News Herald, Andrew WardlowNelayan memancing ikan dengan latar belakang gerhana matahari parsial di Panama City Beach, Florida, 23 Oktober 2014.
|
EditorI Made Asdhiana

JAKARTA, KOMPAS.com – Rencana memanfaatkan momen Gerhana Matahari Total (GMT) 2016 sebagai momen wisata, selain dapat memperkenalkan destinasi wisata juga dapat membangun sejarah. Hal tersebut diungkapkan oleh CEO PATA Indonesia Chapter (PIC), Poernomo Siswoprasetijo.

“Setelah momen ini berakhir, khusus destinasi-destinasi wisata yang pernah dilalui oleh GMT bisa membangun ceritanya sendiri, pemandu wisata di sana juga bisa mendapat cerita baru. Dengan bangga, mereka pasti akan menceritakan pada wisatawan bahwa di kota tersebut pernah dilalui oleh GMT,” ungkapnya kepada Kompas Travel, Kamis (15/1/2015).

Momen GMT merupakan peristiwa langka 40 tahunan. Pada 1986 peristiwa ini mungkin luput begitu saja, waktu itu kebanyakan orang Indonesia kadung menganggapnya sebagai peristiwa yang berbahaya. GMT memang tidak dapat dinikmati dengan mata telanjang, perlu peralatan seperti kacamata khusus untuk dapat melihatnya. Untuk itu lah, menurut Pornomo, nantinya perlu diberikan edukasi agar masyarakat mengetahui cara menikmati fenomena langka ini dengan benar.

“GMT adalah fenomena alam yang tak dapat dihindari. Agar mendatangkan manfaat, makanya jangan dhindari lagi. Lihat saja Pantai Tanjung Kodok yang melegendaris, pantai tersebut dikenal sejak 1980-an. Tanjung Kodok menjadi perhatian publik karena digunakan sebagai lokasi penelitian tentang terjadinya GMT,” tambahnya.

Karena itu lah, untuk kota-kota yang dilalui GMT ini, lanjut Poernomo, akan menjadi kota-kota legendaris di masa mendatang yang memiliki nilai jual lebih.

“Dengan fenomena ini pula, menguntungkan destinasi-destinasi wisata baik yang dilalui GMT maupun di kawasan sekitarnya. Momen GMT sudah menjadi momen yang lazim untuk dinikmati khususnya untuk wisatawan mancanegara. Banyak komunitas fotografi yang sangat menungu-nunggu untuk mengabadikan momen ini,” tutup Poernomo.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email



Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Video Pilihan

komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.