Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Menyusuri Waewina, Sungai Bawah Gunung di Flores

Kompas.com - 02/02/2015, 12:24 WIB
Kontributor Manggarai, Markus Makur

Penulis

Nah, dari dalam tanah ada suara seorang manusia. Lalu ayam jantan bertanya, dalam bahasa lokal, "cing" artinya "siapa" dan dari bawah dijawab "co leng" artinya "kenapa" atau "ada apa". Ketika mendengar suara manusia, ayam jantan menyelamatkan bapak yang tersesat melalui lubang yang sudah digali sehingga bapak tersebut selamat.

“Saat ini Goa Cing Coleng dikelola oleh Paroki Lambaleda sebagai tempat ziarah di Keuskupan Ruteng. Ada sejumlah patung, seperti Patung Bunda Maria. Bahkan di bawah goa itu muncul lima mata air yang mengalir dari air Sungai Waewina. Setiap Sabtu dan Minggu, goa ini ramai dikunjungi wisatawan lokal untuk berdoa sambil berwisata,” jelasnya.

Cara Menuju Goa Werwitu dan Cing Coleng

Wisatawan domestik dan mancanegara yang datang dari Labuan Bajo, ibu kota Manggarai Barat berjalan di jalan Transflores menuju Ruteng, ibu kota Kabupaten Manggarai. Dari pusat kota, wisatawan berjalan menuju ke Timur dan sampai di Bealaing. Dari Bealaing, wisatawan melintasi hutan lindung Banggarangga menuju ke Beamuring dan menuju ke Bentengjawa, ibu kota Kecamatan Lambaleda.

Selanjutnya dari pusat Kota Kecamatan di Bentengjawa, wisatawan belok kanan menuju Timur. Nah, sampai di depan SMAN Lambaleda berhenti dan berjalan menuju ke Goa Werwitu.

KOMPAS.COM/MARKUS MAKUR Aliran Sungai Waewina di Kampung Lambaleda, Desa Tengkuleda, Kabupaten Manggarai Timur, Flores, Nusa Tenggara Timur.
Sedangkan ke Goa Cing Coleng, wisatawan berjalan lurus dari ibu kota Kecamatan Lambaleda menuju ke arah Dampek. Sekitar empat kilometer dari pusat kota, wisatawan belok kanan dan ada tulisan selamat datang di Goa Alam Cing Coleng.

Untuk wisatawan yang datang dari Timur, seperti Maumere, Ende, Nagekeo, Bajawa belok kanan di Bealaing, ibu kota Kecamatan Pocoranaka. Jalan menuju ke obyek wisata sangat bagus dengan aspal yang layak. Dari Bealaing ditempuh dengan kendaraan diperkirakan memakan waktu 2,5 jam.

Simak breaking news dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Pilih saluran andalanmu akses berita Kompas.com WhatsApp Channel : https://www.whatsapp.com/channel/0029VaFPbedBPzjZrk13HO3D. Pastikan kamu sudah install aplikasi WhatsApp ya.

Halaman:
Video rekomendasi
Video lainnya


Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
komentar di artikel lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com