Asita Sulsel: Benahi Infrastruktur untuk Wisatawan

Kompas.com - 09/02/2015, 13:22 WIB
Kompleks Megalit Kalimbuang Bori, di Kecamatan Sesean, Kabupaten Toraja Utara, Sulawesi Selatan, Senin (17/11/2014). KOMPAS.COM/I MADE ASDHIANAKompleks Megalit Kalimbuang Bori, di Kecamatan Sesean, Kabupaten Toraja Utara, Sulawesi Selatan, Senin (17/11/2014).
EditorI Made Asdhiana
MAKASSAR, KOMPAS — Meskipun kebijakan tiket murah dihapus, kalangan penggerak sektor pariwisata di Sulawesi Selatan tetap optimistis menarik kunjungan wisatawan mancanegara lebih banyak ke Sulsel. Namun, ini harus didukung oleh pengambil kebijakan dan semua pihak yang terkait. Obyek wisata dan infrastruktur termasuk hal penting yang harus dibenahi untuk kenyamanan wisatawan.

Kementerian Pariwisata menetapkan target kunjungan wisatawan mancanegara (wisman) ke Indonesia hingga 12 juta dan Sulsel termasuk salah satu yang diandalkan. Berdasarkan data Dinas Pariwisata dan Budaya Sulsel, pada 2014 jumlah kunjungan wisman mencapai 150.000 orang dari target 100.000 orang. Jumlah wisatawan Nusantara (wisnus) sebanyak 6 juta dari target 5,5 juta. Tahun ini target kunjungan wisman ke Sulsel ditetapkan menjadi 200.000. Target kunjungan wisnus juga dinaikkan.

”Kami yakin bisa berpartisipasi untuk menarik wisman masuk ke Indonesia, khususnya Sulsel,” kata Ketua Asosiasi Perusahaan Perjalanan Wisata Indonesia (Asita) Sulsel, Didi Leonardo Manaba, Jumat (6/2/2015), di Makassar. (Baca juga: Kerbau Satu Miliar di Tana Toraja)

Dia mengatakan, pihaknya terus berpromosi dan membenahi lembaga atau organisasi yang bergerak di sektor pariwisata. Hanya saja usaha ini harus didukung oleh semua sektor dan pengambil kebijakan. ”Jangan sampai kami menjual, lalu wisatawan mendapatkan hal-hal yang mengurangi kenyamanan,” kata Didi.

KOMPAS.COM/I MADE ASDHIANA Kuburan batu yang diperkirakan berusia ratusan tahun di Kete Kesu, Kabupaten Toraja Utara, Sulawesi Selatan, Senin (17/11/2014).
Didi mencontohkan sejumlah hal yang harus dibenahi, antara lain infrastruktur jalan, obyek wisata, serta beberapa hal yang mengganggu kenyamanan berwisata. ”Saya dapat banyak laporan tentang kendaraan yang membawa wisatawan ke Toraja, kerap diminta singgah di beberapa kabupaten. Entah untuk pemeriksaan apa dan apa aturannya. Namun ini mengganggu kenyamanan. Ini harus jadi perhatian dinas perhubungan,” katanya. (Baca juga: Ramma, Lembah di Kaki Bawakaraeng)

Kepala Dinas Pariwisata dan Budaya Sulsel Jufri Rahman mengatakan, soal pariwisata tak harus melulu menjadi urusan dinas pariwisata karena instansi dan sejumlah sektor lain harus ikut terlibat. ”Urusan jalan, bandara, dan hal semacam itu misalnya, adalah kewenangan dinas pekerjaan umum, dinas perhubungan. Kami lebih kepada destinasi atau obyek wisata. Kami sudah memasukkan Rencana Induk Pariwisata Daerah ke DPRD Sulsel untuk dibahas. Rencana induk ini penting karena melibatkan sejumlah instansi yang punya peran penting mendukung sektor Pariwisata,” kata Jufri.

Saat ini, sejumlah obyek wisata baru di luar Tana Toraja dan Pantai Bira mulai dipromosikan Asita dan Dinas Pariwisata Sulsel. Obyek wisata tersebut antara lain gunung karst di Matos dan Pangkep, Rammang-Rammang, dan Desa Wisata Lakkang. (ren)

Menangkan e-Voucher Belanja total jutaan rupiah. Kumpulkan poin di Kuis Hoaks/Fakta. *S&K berlaku
Ikut


Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Garuda Indonesia Beri Akses Prioritas Bagi Tenaga Medis

Garuda Indonesia Beri Akses Prioritas Bagi Tenaga Medis

Whats Hot
[POPULER TRAVEL] Cara Simpan Pisang | Kondisi Kafe Kucing

[POPULER TRAVEL] Cara Simpan Pisang | Kondisi Kafe Kucing

Whats Hot
Keliling Rumah Angker Winchester Lewat Tur Virtual, Berani?

Keliling Rumah Angker Winchester Lewat Tur Virtual, Berani?

Jalan Jalan
Kabar Baik di Tengah Wabah Corona: 2 Panda Hong Kong Berhasil Dikawinkan

Kabar Baik di Tengah Wabah Corona: 2 Panda Hong Kong Berhasil Dikawinkan

Whats Hot
ASITA: Industri Agen Perjalanan Sangat Terhantam dan Dilema karena Virus Corona

ASITA: Industri Agen Perjalanan Sangat Terhantam dan Dilema karena Virus Corona

Whats Hot
Promo Layanan Pesan Antar Makanan dari Warung Pasta, Locarasa, dan Hoo Hah Box

Promo Layanan Pesan Antar Makanan dari Warung Pasta, Locarasa, dan Hoo Hah Box

Makan Makan
Saran Bagi Pelaku Pariwisata agar Dapat Bertahan di Tengah Krisis Pandemi Virus Corona

Saran Bagi Pelaku Pariwisata agar Dapat Bertahan di Tengah Krisis Pandemi Virus Corona

Whats Hot
Menengok Masjid Shah Cheragh di Iran yang Jadi Tempat Produksi Masker Virus Corona

Menengok Masjid Shah Cheragh di Iran yang Jadi Tempat Produksi Masker Virus Corona

Whats Hot
Sejarah Budae Jjigae, Kuliner Khas Korea yang Muncul saat Perang

Sejarah Budae Jjigae, Kuliner Khas Korea yang Muncul saat Perang

Makan Makan
3 Cara Membuat Dalgona Coffee di Rumah, Pernah Coba yang Mana?

3 Cara Membuat Dalgona Coffee di Rumah, Pernah Coba yang Mana?

Makan Makan
Cara Mudah Membuat Foam Susu Tanpa Mesin, Bahan untuk Kopi Kekinian

Cara Mudah Membuat Foam Susu Tanpa Mesin, Bahan untuk Kopi Kekinian

Makan Makan
3 Makanan Berbentuk Virus Corona, Salah Satunya Bakso Aci di Surabaya

3 Makanan Berbentuk Virus Corona, Salah Satunya Bakso Aci di Surabaya

Makan Makan
Di Tengah Pandemi Corona, Ini Kondisi Kafe Kucing di Jakarta dan Malang

Di Tengah Pandemi Corona, Ini Kondisi Kafe Kucing di Jakarta dan Malang

Whats Hot
Jalan-jalan Virtual di Museum Macan, Ada Kegiatan Ramah Anak

Jalan-jalan Virtual di Museum Macan, Ada Kegiatan Ramah Anak

Jalan Jalan
Pegawai Hotel Perlu Bantuan Langsung Tunai karena Wabah Virus Corona

Pegawai Hotel Perlu Bantuan Langsung Tunai karena Wabah Virus Corona

Whats Hot
komentar di artikel lainnya
Close Ads X