Kompas.com - 16/02/2015, 18:32 WIB
|
EditorNi Luh Made Pertiwi F
BOGOR, KOMPAS.com - Menteri Pariwisata Arief Yahya mengatakan bahwa pemerintah menaikkan dana promosi pariwisata nasional sampai dengan Rp 1,2 triliun. Dana tersebut meningkat tajam karena sebelumnya hanya dialokasikan sekitar Rp 300 miliar untuk mempromosikan potensi pariwisata nasional.

"Naik empat kali lipat. Baru pertama kali ini terjadi," kata Arief, di Istana Kepresidenan Bogor, Jawa Barat, Senin (16/2/2015).

Arief menjelaskan, anggaran promosi pariwisata sebelumnya hanya sekitar Rp 800 juta sampai Rp 2 miliar untuk tiap provinsi. Jumlah tersebut dianggapnya terlalu kecil untuk mengupayakan target kunjungan wisatawan mancanegara (wisman) ke Indonesia.

Dana promosi tersebut, kata Arief, akan digunakan untuk pemasangan iklan di seluruh stasiun televisi di Indonesia. Untuk targetnya, pemerintah mematok 12 juta wisman datang ke Indonesia dalam satu tahun dan membidik 250 juta wisatawan nusantara (wisnus).

"Kita dorong di pemasaran dan destinasi, kita punya 88 kawasan strategis pariwisata nasional, di antaranya Bali dan Lombok," ujarnya.

Untuk mendukungnya, Arief menyebut kini Kementerian Pekerjaan Umum diperbolehkan membangun jalan sebagai akses ke kawasan strategis pariwisata nasional. Sebelumnya, pembangunan jalan itu merupakan tanggung jawab pemerintah provinsi atau kabupaten/kota.

"Case yang terjadi jalan nasional, provinsi bagus, tapi jalan kabupaten tidak bagus. Disetujui Presiden, Kementerian PU boleh masuk level provinsi dan kabupaten selama kawasan strategis pariwisata nasional," ucapnya.

Selanjutnya, kata Arief, tengah dimatangkan juga rencana pembebasan visa untuk wisman yang datang ke Indonesia dari empat negara, yaitu Tiongkok, Jepang, Korea Selatan, dan Rusia.

Saat ini, Indonesia menerapkan fasilitas bebas visa kunjungan singkat untuk 15 negara. Kelima belas negara tersebut adalah 9 negara di ASEAN (Brunei Darussalam, Malaysia, Filipina, Singapura, Thailand, Vietnam, Kamboja, Myanmmar, Laos), Chili, Hongkong, Makau, Moroko, Peru, dan Ekuador.

"Bebas visa dibicarakan, itu cara paling cepat untuk tumbuhkan wisman," pungkas Arief.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.