Kompas.com - 20/02/2015, 20:09 WIB
Lanskap Candi Borobudur, Magelang, Jawa Tengah, difoto dari udara, Sabtu (28/6/2014). Candi berbentuk stupa ini didirikan oleh para penganut Buddha Mahayana sekitar tahun 800-an Masehi pada masa pemerintahan wangsa Syailendra. KOMPAS IMAGES/KRISTIANTO PURNOMO-FIKRIA HIDAYAT Lanskap Candi Borobudur, Magelang, Jawa Tengah, difoto dari udara, Sabtu (28/6/2014). Candi berbentuk stupa ini didirikan oleh para penganut Buddha Mahayana sekitar tahun 800-an Masehi pada masa pemerintahan wangsa Syailendra.
|
EditorI Made Asdhiana
MAGELANG, KOMPAS.com - Travel warning yang dikeluarkan pemerintah Australia terkait eksekusi mati sindikat narkoba "Bali-Nine" tidak mempengaruhi kunjungan wisatawan Australia ke Candi Borobudur, Kabupaten Magelang, Jawa Tengah. Ratusan wisatawan asal Negeri Kanguru itu masih tercatat datang ke Candi Borobudur.

"Tidak ada pengaruhnya sama sekali. Tidak ada pembatalan (kunjungan) wisatawan Australia ke Candi Borobudur terkait eksekusi mati Bali-Nine," kata Kepala Divisi Administrasi dan Keuangan Unit Taman Wisata Candi Borobudur (TWCB), Aryono Hendro Malyanto, di kantornya, Jumat (20/2/2015).

Aryono menyebutkan, hingga 31 Januari 2015, tercatat ada 515 wisatawan Australia mengunjungi Candi Buddha terbesar di dunia itu. Sedangkan pada 2014, lanjut Aryono, tercatat ada 7.153 wisatawan Australia atau sekitar 2-3 persen saja dari seluruh wisatawan asing. "Per 17 Februari 2015 ini saja ada 169 wisatawan Australia datang ke Candi Borobudur," ucap Aryono.

Menurut Aryono, wisatawan Australia yang datang ke warisan budaya dunia itu tidak sebanyak wisatawan dari negara-negara di Eropa dan Asia. Sepanjang 2014, kunjungan wisman masih didominasi dari Belanda sebanyak 42.096 orang, disusul Jepang 38.643 orang, kemudian Malaysia 26.531 orang, Perancis 25.608 orang dan Jerman 19.876 orang.

Sejauh ini, lanjut Aryono, travel warning yang dikeluarkan oleh Australia tidak cukup berpengaruh terhadap kunjungan wisatawan ke candi peninggalan dinasti Syailendra itu. Pengaruh baru terasa pascaaksi teroris atau bencana alam, seperti saat erupsi Gunung Merapi tahun 2010, erupsi Gunung Kelud 2013, gempa bumi dan lain-lain. "Mungkin karena travel warning karena kejahatan tertentu sehingga mereka tidak terlalu memperhatikan," kata Aryono.

Namun Aryono tidak menampik, jika awal tahun 2015 ini jumlah kunjungan wisatawan memang menurun. Hal itu disebabkan beberapa faktor, seperti hujan yang mengguyur kawasan Borobudur belakangan ini. Setiap akhir pekan pun jumlah kunjungan wisatawan hanya mencapai 9.000 orang. "Hari ini ada yang cukup menggembirakan, karena ada wisatawan dari Rotterdam, Belanda yang datang sebanyak 397 orang. Mereka merupakan wisatawan yang menggunakan kapal pesiar dan turun di Pelabuhan Tanjung Emas Semarang," tambah Aryono.Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email



Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Hotel Karantina Turis Asing di Bali Boleh Terima Tamu Biasa, Tetapi...

Hotel Karantina Turis Asing di Bali Boleh Terima Tamu Biasa, Tetapi...

Travel Update
Kebun Raya Indrokilo Boyolali Buka Lagi, Simak Syarat Kunjungannya

Kebun Raya Indrokilo Boyolali Buka Lagi, Simak Syarat Kunjungannya

Travel Update
Segera Hadir, Eiger Adventure Land Bogor yang Punya Jembatan Gantung Terpanjang di Dunia

Segera Hadir, Eiger Adventure Land Bogor yang Punya Jembatan Gantung Terpanjang di Dunia

Travel Update
PPKM Diperpanjang, Wisata Air Bisa Buka hingga Anak-anak Boleh Masuk Bioskop

PPKM Diperpanjang, Wisata Air Bisa Buka hingga Anak-anak Boleh Masuk Bioskop

Travel Update
Evaluasi PPKM, Anak-anak Boleh Masuk Tempat Wisata di Daerah Level 1 dan 2

Evaluasi PPKM, Anak-anak Boleh Masuk Tempat Wisata di Daerah Level 1 dan 2

Travel Update
Hingga 16 Oktober, Penerbangan Internasional ke Bali Masih Belum Ada

Hingga 16 Oktober, Penerbangan Internasional ke Bali Masih Belum Ada

Travel Update
AP I Umumkan Syarat untuk Turis Asing yang Ingin Wisata ke Bali dan Kepri

AP I Umumkan Syarat untuk Turis Asing yang Ingin Wisata ke Bali dan Kepri

Travel Update
Tips dan Panduan Wisata ke Setu Babakan, Jangan Lupa Check-in

Tips dan Panduan Wisata ke Setu Babakan, Jangan Lupa Check-in

Travel Tips
6 Alasan Kenapa Harus Wisata ke Setu Babakan di Jakarta Selatan

6 Alasan Kenapa Harus Wisata ke Setu Babakan di Jakarta Selatan

Jalan Jalan
Panduan Wisata ke Pulau Lengkuas Belitung Saat Pandemi Covid-19

Panduan Wisata ke Pulau Lengkuas Belitung Saat Pandemi Covid-19

Jalan Jalan
6 Hal yang Dapat Ditemukan Saat Wisata ke Setu Babakan Jakarta

6 Hal yang Dapat Ditemukan Saat Wisata ke Setu Babakan Jakarta

Jalan Jalan
6 Oleh-oleh Kerajinan Khas Pontianak, Ada Batu Kecubung dan Kain Tenun

6 Oleh-oleh Kerajinan Khas Pontianak, Ada Batu Kecubung dan Kain Tenun

Jalan Jalan
Candi Prambanan Tawarkan Paket Pruputan, Bisa Olahraga Pagi di Area Candi

Candi Prambanan Tawarkan Paket Pruputan, Bisa Olahraga Pagi di Area Candi

Travel Update
Jalan-jalan di Kota Solo Kini Bisa Naik Mobil Listrik Wisata

Jalan-jalan di Kota Solo Kini Bisa Naik Mobil Listrik Wisata

Travel Update
Museum Setu Babakan Batasi Kunjungan, Hanya di Lantai 1

Museum Setu Babakan Batasi Kunjungan, Hanya di Lantai 1

Travel Update

Video Pilihan

komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.