Kompas.com - 08/03/2015, 16:30 WIB
Gapura Kampoeng Ketandan menjadi salah satu pintu masuk utama ke Pekan Budaya Tionghoa Yogyakarta (PBTY) X, Kamis (5/3/2015). KOMPAS.COM/ADHIKA PERTIWIGapura Kampoeng Ketandan menjadi salah satu pintu masuk utama ke Pekan Budaya Tionghoa Yogyakarta (PBTY) X, Kamis (5/3/2015).
|
EditorI Made Asdhiana

PEKAN Budaya Tionghoa Yogyakarta (PBTY) X yang baru saja usai Kamis (5/3/2015) lalu menyisakan banyak kesan di hati masyarakat dan wisatawan Yogyakarta. Festival yang diselenggarakan untuk memperingati perayaan Tahun Baru Imlek 2566 dan Cap Go Meh ini berlangsung sangat meriah dan dinilai lebih kreatif karena memadukan beragam seni budaya Tionghoa dan Jawa.

Salah satu yang istimewa adalah suguhan berbagai macam atraksi budaya dan bazar kuliner yang dilaksanakan di kampung pecinan Ke Tan Than Chuen atau biasa disebut Kampoeng Ketandan. Tujuan dari diadakan Pekan Budaya Tionghoa setelah Tahun Baru Imlek adalah untuk menjembatani perayaan Tahun Baru Tiongkok tersebut dengan Perayaan Cap Go Meh.

Acara yang diadakan sejak tahun 2006 ini digelar oleh Pemerintah Kota Yogyakarta untuk mempertahankan identitas Kampoeng Ketandan. Di tahun ini, PBTY X dibuka dengan parade pawai Liong Batik sepanjang 159,5 meter yang diarak mulai dari Taman Parkir Abu Bakar Ali menuju kawasan Nol Kilometer. Meskipun gerimis, masyarakat dan wisatawan tetap memenuhi sepanjang Jalan Malioboro untuk menikmati penampilan para peserta karnaval.

Selama rangkaian kegiatan dalam sepekan, para pengunjung dimanjakan dengan berbagai macam agenda kegiatan setiap harinya. Selama perayaan, Kampoeng Ketandan disulap dengan pernak-pernik perayaan Imlek dengan dominasi warna merah. Setiap harinya, pengunjung dapat menikmati berbagai hiburan khas budaya Tionghoa mulai pukul 17.00 WIB.

Bazar Kuliner

Sejak memasuki Gapura Kampung Ketandan, pengunjung sudah dimanjakan dengan stand makanan yang berjajar di tepi jalan. Tentu saja, banyak penjaja menawarkan makanan khas masyarakat Tionghoa seperti lontong cap go meh. Perpaduan lontong ayam, telur dengan sambal goreng ampela dan hati, kerupuk udang, dengan taburan bubuk koya menjadi favorit para pengunjung.

KOMPAS.COM/ADHIKA PERTIWI Pengunjung memenuhi bazar kuliner di Pekan Budaya Tionghoa Yogyakarta (PBTY) X, Kamis (5/3/2015).

Usai menikmati lezatnya lontong cap go meh, lebih nikmat jika ditutup dengan minum wedang kacang. Dominasi rasa manis menyeruak dari wedang yang berisi kacang tanah, beras ketan, santan dan dibubuhi daun pandan ini. Lidah pengunjung juga dimanjakan dengan adanya stand dimsum yang menyajikan berbagai jenis camilan khas Tionghoa ini.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Tak hanya makanan khas negeri Tirai Bambu yang ada di bazar kuliner, makanan tradisional Yogya maupun kerak telor khas Betawi juga ikut menyemarakkan bazar kuliner.

Hiburan

Selama hampir sepekan, masyarakat yang datang ke PBTY X dapat menikmati berbagai macam hiburan gratis bernuansa Tionghoa. Beberapa panggung disediakan untuk acara perlombaan seperti tari-tarian, atraksi naga barongsai, dan pertunjukan komedi yang dibalut dengan guyonan khas Negeri Tiongkok.

Halaman:


Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Jalan-jalan ke Tepi Laut di Lhokseumawe, Wisata Sambil Kulineran

Jalan-jalan ke Tepi Laut di Lhokseumawe, Wisata Sambil Kulineran

Jalan Jalan
Pantai Pesewan Gunungkidul yang Tersembunyi, Rute ke Sana Cukup Menantang

Pantai Pesewan Gunungkidul yang Tersembunyi, Rute ke Sana Cukup Menantang

Jalan Jalan
Surat Terbuka untuk Jokowi Soal Pariwisata Bali dari IINTOA, Ini Isinya

Surat Terbuka untuk Jokowi Soal Pariwisata Bali dari IINTOA, Ini Isinya

Travel Update
Indonesia Batasi Kedatangan dari 8 Negara Akibat Varian Baru Covid-19

Indonesia Batasi Kedatangan dari 8 Negara Akibat Varian Baru Covid-19

Travel Update
Resmi, Jemaah Umrah Asal Indonesia Tak Perlu Vaksin Booster

Resmi, Jemaah Umrah Asal Indonesia Tak Perlu Vaksin Booster

Travel Update
Inggris Raya Wajibkan Karantina Mandiri untuk Semua Kedatangan

Inggris Raya Wajibkan Karantina Mandiri untuk Semua Kedatangan

Travel Update
Antisipasi Varian Covid-19 Baru, Warga dari 8 Negara Afrika Ini Tak Bisa Masuk AS

Antisipasi Varian Covid-19 Baru, Warga dari 8 Negara Afrika Ini Tak Bisa Masuk AS

Travel Update
Camping di Puncak Kuik, Nikmati Gemerlap Ponorogo dari Ketinggian

Camping di Puncak Kuik, Nikmati Gemerlap Ponorogo dari Ketinggian

Jalan Jalan
4 Tren Berwisata yang Berubah karena Pandemi

4 Tren Berwisata yang Berubah karena Pandemi

Travel Update
Okupansi Hotel di Kota Semarang Mulai Naik

Okupansi Hotel di Kota Semarang Mulai Naik

Travel Update
4 Tips Kunjungi Ruang Lapang di Bandung Barat, Waktu Terbaik dan Menu Andalan

4 Tips Kunjungi Ruang Lapang di Bandung Barat, Waktu Terbaik dan Menu Andalan

Travel Tips
Rute Terdekat ke Puncak Kuik Ponorogo, Hati-hati Tanjakan Terjal dan Berkelok Tajam

Rute Terdekat ke Puncak Kuik Ponorogo, Hati-hati Tanjakan Terjal dan Berkelok Tajam

Travel Tips
Jam Buka dan Harga Tiket Masuk Wisata Puncak Kuik Ponorogo

Jam Buka dan Harga Tiket Masuk Wisata Puncak Kuik Ponorogo

Travel Tips
Festival Kota Cerutu Jember, Momen Kenalkan Kekayaan Wisata

Festival Kota Cerutu Jember, Momen Kenalkan Kekayaan Wisata

Travel Promo
Wisata Puncak Kuik, Salah Satu Atap Ponorogo yang Memesona

Wisata Puncak Kuik, Salah Satu Atap Ponorogo yang Memesona

Jalan Jalan
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.