Kompas.com - 12/06/2015, 19:01 WIB
Pebalap sepeda bertanding pada etape lima Tour de Singkarak 2013 dengan rute Sawahlunto-Muara Labuh, Sumatera Barat, Kamis (6/6/2013). Pebalap dari Tabriz Petrochemical Cycling Team, Amir Kolahdozhagh tampil sebagai juara etape tesebut. KOMPAS IMAGES/KRISTIANTO PURNOMO Pebalap sepeda bertanding pada etape lima Tour de Singkarak 2013 dengan rute Sawahlunto-Muara Labuh, Sumatera Barat, Kamis (6/6/2013). Pebalap dari Tabriz Petrochemical Cycling Team, Amir Kolahdozhagh tampil sebagai juara etape tesebut.
|
EditorNi Luh Made Pertiwi F
JAKARTA, KOMPAS.com - Meskipun terjadi enam tahun silam, gempa yang mengguncang Sumatera Barat (Sumbar) pada 2009 lalu tampaknya memberikan dampak mendalam bagi provinsi ini. Hal itu diakui Gubernur Sumbar, Irwan Prayitna, dalam konferensi pers Tour de Singkarak, Jumat (12/6/2015).

"Di 2009 ada gempa yang cukup besar, 2010 kita terkena tsunami Mentawai, itu memberi kesan mendalam, banyak yang hancur," kata Irwan.

Namun, beragam upaya coba dilakukan pemerintah untuk membangkitkan kembali sektor-sektor yang sempat lumpuh, salah satunya melalui bidang pariwisata. Salah satu upaya yang dilakukan adalah dengan menggelar Tour de Singkarak. Ajang balap sepeda tingkat internasional ini menurut Irwan berhasil membangkitkan sektor pariwisata dan juga ekonomi masyarakat Sumbar.

"Tour de Singkarak membuat orang melupakan apa yang terjadi sebelumnya, jadi mereka (wisatawan) datang lagi," sambungnya.

Event yang digelar sejak 2009 lalu ini telah memberikan dampak di bidang pariwisata bagi Sumbar. Hal itu terbukti dari meningkatnya jumlah hotel, akomodasi, serta transportasi.

“Pembangunan hotel itu lebih dari 2000 kamar setelah 2009. Masih banyak yang akan membangun hotel-hotel baru karena Sumbar ada peluang wisata, juga wisata kuliner,” tutur Irwan.

Selain terjadi peningkatan pada tiga sektor tersebut, adanya Tour de Singkarak secara tidak langsung juga berdampak pada ekonomi masyarakat. Menurut Irwan, masyarakat Sumbar kini sudah antusias menyambut event tahunan ini.

“Dampak langsung pasti masyarakat berjualan, jual makanan, jual minuman jual oleh-oleh. Dampak langsung terasa di kota-kota wisata,” ungkap Irwan.

Irwan menuturkan meskipun merupakan sebuah ajang olahraga, namun Tour de Singkarak turut mengangkat sektor pariwisata Sumbar. Sebab, rute-rute yang dilalui dan terbagi dalam 9 etape ini akan melewati destinasi-destinasi wisata di Sumbar.

“Dengan destinasi yang dilewati dari start sampai finis itu, (Tour de Singkarak) mempromosikan keadaan kita di Sumbar sehingga peningkatan wisatawan sangat tinggi,” imbuhnya.

Tahun ini, Tour de Singkarak akan diselenggarakan dengan rute sepanjang 1.300 kilometer dan terbagi dalam 9 etape. Para peserta akan dibawa menyusuri alam Minangkabau selama 9 hari pada 3-11 Oktober 2015.



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X