Berkunjung ke Masjid Hidayatullah, Masjid Tua Bercorak Empat Kebudayaan

Kompas.com - 21/06/2015, 14:34 WIB
Penulis Alsadad Rudi
|
EditorI Made Asdhiana
JAKARTA, KOMPAS.com - Mungkin tak banyak yang tahu di balik menjulangnya gedung-gedung pencakar langit di Jalan Profesor Satrio, terselip sebuah masjid tua. Masjid tersebut adalah Masjid Hidayatullah. Alamat lengkapnya berada di Jalan Karet Depan, Kelurahan Karet Semanggi, Setia Budi, Jakarta Selatan.

Cara paling mudah untuk menjangkau lokasi Masjid Hidayatullah adalah dengan melewati Jalan Profesor Satrio yang mengarah ke Karet. Tapi dari arah Casablanca kita tidak perlu naik melewati jalan layang Kuningan. Sebab nantinya akan ada belokan kecil ke kiri, yang tepat di depannya terpasang pelang yang menerangkan lokasi Masjid Hidayatullah. Letak masjid berada tepat di belakang gedung Sampoerna Strategic.

Hawa sejuk langsung terasa begitu kita menjejakan kaki Masjid Hidayatullah. Meskipun tak dilengkapi dengan alat pendingin ruangan, tak ada sama sekali terasa gerah, walaupun kita sedang berada di lokasi tersebut pada siang hari dengan kondisi sinar matahari yang sangat terik. Hal itu karena banyaknya pepohonan yang mengelilingi masjid yang terletak tak jauh dari aliran Kali Krukut ini.

Kompas.com/Alsadad Rudi Bagian dalam Masjid Hidayatullah yang berlokasi di Jalan Karet Depan (belakang Jalan Prof Satrio), Setia Budi, Jakarta Selatan
Catatan yang dimiliki pengurus masjid menyebutkan, Masjid Hidayatullah berdiri sekitar tahun 1743. Masjid dibangun di atas tanah yang diwakafkan oleh seorang pengusaha batik bernama Muhammad Yusuf. Dengan demikian, saat ini Masjid Hidayatullah telah berusia lebih dari dua abad. "Beliau menyerahkan tanah wakaf, terus pergi. Enggak tahu ke mana," ujar salah seorang pengurus masjid, Rusli saat ditemui Kompas.com, Sabtu (20/6/2015).

Bangunan Masjid Hidayatullah terdiri atas dua bangunan utama. Satu bangunan asli dan satu bangunan tambahan. Menurut Rusli, bangunan tambahan diresmikan penggunaannya pada sekitar tahun 1999. Dua tahun lalu, di bangunan tambahan dibangun sebuah menara setinggi sekitar 15 meter. Sedangkan bangunan asli merupakan bangunan yang Rusli sebut belum mengalami perubahan bentuk sejak pertama kalinya berdiri.

Kompas.com/Alsadad Rudi Bagian dalam Masjid Hidayatullah yang berlokasi di Jalan Karet Depan (belakang Jalan Prof Satrio), Setia Budi, Jakarta Selatan
Ia mengatakan pengurus masjid sedang mengajukan izin renovasi masjid ke Lembaga Cagar Budaya dan Dewan Masjid Indonesia. "Masih menunggu keputusan cagar budaya dan Dewan Masjid. Karena ini bangunan bersejarah. Mau ngecat aja tidak boleh sembarangan. Harus nunggu izin. Ada plafon yang rusak, kalau mau perbaiki harus nunggu dulu. Tidak boleh kita bergerak sendiri," ujar Rusli.

Rusli mengatakan bangunan Masjid Hidayatullah adalah bangunan yang memadukan ciri khas empat kebudayaan, yakni kebudayaan Tiongkok, Betawi, Jawa, dan Arab. Ciri khas kebudayaan Tiongkok dapat dilihat dari bentuk atap bersusun yang merupakan gaya arsitektur yang banyak dipakai pada bangunan kelenteng. Sedangkan kebudayaan Betawi diwakili dengan adanya bentuk pintu dan jendela yang memiliki lubang-lubang ventilasi.

Masuk ke bagian dalam masjid, kita akan menjumpai tiang-tiang dari kayu jati yang membuat kita seolah-olah sedang berada di masjid-masjid yang ada di daratan Jawa. Dan pada tiang-tiang tersebut, kita akan menjumpai tulisan-tulisan kaligrafi Arab. "Di mimbarnya ada ukiran kembang melatinya khas dari Cina tuh," kata Rusli.

Kompas.com/Alsadad Rudi Bangunan asli Masjid Hidayatullah yang berlokasi di Jalan Karet Depan (belakang Jalan Prof Satrio), Setia Budi, Jakarta Selatan
Di halaman bangunan asli Masjid Hidayatullah terdapat puluhan makam para pendiri masjid dan para keluarganya. Rusli menyebut beberapa puluh tahun silam komplek makam masih melebar sampai di bibir kali. Namun sebagian dari makam-makam tersebut harus dipindah akibat adanya perluasan jalan. "Dulu tanah masjid luas, makam-malam sampai pinggir kali. Tapi karena kita butuh jalan jadinya sebagian makam dipindah. Dibawa oleh ahli warisnya," ucap Rusli.
Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Baca tentang


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Ekspedisi Bengawan Solo di Lamongan Disambut Gelaran Jazz Festival

Ekspedisi Bengawan Solo di Lamongan Disambut Gelaran Jazz Festival

Jalan Jalan
Tambah 2 Bus Malang City Tour, Pemkot Malang Anggarkan Rp 2,4 Miliar

Tambah 2 Bus Malang City Tour, Pemkot Malang Anggarkan Rp 2,4 Miliar

Travel Update
Harga Tiket Pesawat Melonjak, Jumlah Penumpang Kapal Pelni Naik

Harga Tiket Pesawat Melonjak, Jumlah Penumpang Kapal Pelni Naik

Travel Update
Rute Menuju Scientia Square Park di Tangerang dan Transportasi Umumnya

Rute Menuju Scientia Square Park di Tangerang dan Transportasi Umumnya

Jalan Jalan
Harga Tiket Pesawat Melambung, Bus Jakarta-Bali Jadi Opsi

Harga Tiket Pesawat Melambung, Bus Jakarta-Bali Jadi Opsi

Travel Update
Dongkrak Sektor Pariwisata, STB Hubungkan Agen Travel Indonesia dengan Pelaku Wisata Singapura

Dongkrak Sektor Pariwisata, STB Hubungkan Agen Travel Indonesia dengan Pelaku Wisata Singapura

Travel Update
Kenaikan Tarif Masuk TN Komodo Jangan Cuma Ditunda, Harus Dibahas Ulang

Kenaikan Tarif Masuk TN Komodo Jangan Cuma Ditunda, Harus Dibahas Ulang

Travel Update
Meski Ditunda, Pelaku Wisata di Labuan Bajo Tetap Tolak Kenaikan Tarif Masuk TN Komodo

Meski Ditunda, Pelaku Wisata di Labuan Bajo Tetap Tolak Kenaikan Tarif Masuk TN Komodo

Travel Update
Istana Potala di Tibet Ditutup Akibat Pandemi Covid-19

Istana Potala di Tibet Ditutup Akibat Pandemi Covid-19

Travel Update
5 Kegiatan Wisata Baru di Australia, Terbang di Atas Danau Eyre

5 Kegiatan Wisata Baru di Australia, Terbang di Atas Danau Eyre

Jalan Jalan
Naik Kereta Zombie di Jakarta: Harga, Jadwal, dan Cara Pesan Tiket

Naik Kereta Zombie di Jakarta: Harga, Jadwal, dan Cara Pesan Tiket

Travel Tips
Pulau Paskah Buka Lagi Kunjungan Wisata Setelah Tutup 2 Tahun

Pulau Paskah Buka Lagi Kunjungan Wisata Setelah Tutup 2 Tahun

Travel Update
Bali Jadi Tuan Rumah Puncak World Tourism Day 2022 Bulan September

Bali Jadi Tuan Rumah Puncak World Tourism Day 2022 Bulan September

Travel Update
Tempat Wisata Pecinan Kya-kya di Kota Surabaya Akan Dibuka

Tempat Wisata Pecinan Kya-kya di Kota Surabaya Akan Dibuka

Travel Update
Syarat Melihat Ikan Mola-mola di Nusa Penida Bali, Jangan Sentuh

Syarat Melihat Ikan Mola-mola di Nusa Penida Bali, Jangan Sentuh

Travel Tips
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.