Kompas.com - 15/07/2015, 11:53 WIB
Wisatawan mancanegara menumpang becak menuju Museum Sono Budoyo, Yogyakarta, Selasa (4/3/2014). Badan Pusat Statistik mencatat, tamu asing makin betah tinggal di hotel-hotel di Tanah Air. KOMPAS/FERGANATA INDRA RIATMOKOWisatawan mancanegara menumpang becak menuju Museum Sono Budoyo, Yogyakarta, Selasa (4/3/2014). Badan Pusat Statistik mencatat, tamu asing makin betah tinggal di hotel-hotel di Tanah Air.
EditorI Made Asdhiana
YOGYAKARTA, KOMPAS.com - Dinas Pariwisata Daerah Istimewa Yogyakarta menilai pembangunan bandar udara internasional baru di Yogyakarta merupakan kunci untuk mendongkrak kunjungan wisatawan mancanegara (wisman) ke daerah itu.

"Kuncinya ya pembangunan bandar udara internasional," kata Kepala Bidang Pemasaran Dinas Pariwisata (Dispar) Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) Imam Patandi di Yogyakarta, Selasa (14/7/2015).

Imam mengatakan, dengan kondisi Bandara Adisutjipto seperti saat ini, banyak pesawat besar pengangkut calon wisatawan batal mendarat ke Yogyakarta karena kapasitas bandara yang terbatas. Dengan minimnya daya tampung bandara, banyak jalur penerbangan yang dibatasi.

Menurut dia, hingga saat ini rata-rata wisman yang melakukan penerbangan langsung ke Yogyakarta hanya 3,33 persen. Selebihnya, merupakan wisatawan yang sebelumnya telah melakukan aktivitas wisata di Bali dan Jakarta.

"Wisatawan mancanegara yang berangkat dari Jakarta, baru melakukan perjalanan ke Yogyakarta mencapai 33,3 persen," kata Imam yang merupakan mantan kepala bidang kerja sama Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) DIY itu.

Oleh sebab itu, lanjut Imam, pembangunan bandara internasional baru di DIY merupakan suatu kebutuhan mendasar yang harus segera terealisasi, terlepas lokasinya di Kabupaten Kulon Progo atau wilayah lainnya.

Ia menilai, kualitas pariwisata di DIY pada dasarnya tidak kalah jauh dibandingkan dengan wisata di Jakarta dan Bali, sehingga seharusnya memiliki tingkat kunjungan yang tidak jauh berbeda. "Bukan kualitas wisatanya yang bermasalah, namun kapasitas infrastrukturnya yang memang belum mendukung," ujarnya.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Dispar DIY telah menargetkan jumlah kunjungan wisman pada 2015 meningkat 10 persen dibanding 2014 yang mencapai 254.213 orang.Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Sumber Antara
Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Jangan Lakukan 3 Hal Ini di Polandia, Bisa Datangkan Nasib Buruk

Jangan Lakukan 3 Hal Ini di Polandia, Bisa Datangkan Nasib Buruk

Jalan Jalan
6 Fakta Menarik Polandia, Punya Kosakata yang Sama dengan Indonesia

6 Fakta Menarik Polandia, Punya Kosakata yang Sama dengan Indonesia

Jalan Jalan
Intip Mewahnya Vila Lokasi Syuting Film 'House of Gucci' di Italia

Intip Mewahnya Vila Lokasi Syuting Film "House of Gucci" di Italia

Jalan Jalan
Bandara Adisutjipto Yogyakarta Kembali Buka Rute Yogyakarta-Bali

Bandara Adisutjipto Yogyakarta Kembali Buka Rute Yogyakarta-Bali

Travel Update
Citilink Jadi Maskapai Pertama yang Terbang Komersial ke Bandara Ngloram Blora

Citilink Jadi Maskapai Pertama yang Terbang Komersial ke Bandara Ngloram Blora

Travel Update
Slowakia Lockdown karena Ada Lonjakan Kasus Covid-19

Slowakia Lockdown karena Ada Lonjakan Kasus Covid-19

Travel Update
Negara-negara di Eropa Lockdown Lagi, Penjualan Paket Wisata Tak Terpengaruh

Negara-negara di Eropa Lockdown Lagi, Penjualan Paket Wisata Tak Terpengaruh

Travel Update
Kapal Pesiar Masih Dilarang Berlayar ke Hawaii hingga 2022

Kapal Pesiar Masih Dilarang Berlayar ke Hawaii hingga 2022

Travel Update
Desa Ara di Bulukumba Sulsel Bakal Punya Wisata Kapal Phinisi

Desa Ara di Bulukumba Sulsel Bakal Punya Wisata Kapal Phinisi

Travel Update
Polres Semarang Bentuk Satgas Jalur Wisata Saat Nataru, Antisipasi Lonjakan Pengunjung

Polres Semarang Bentuk Satgas Jalur Wisata Saat Nataru, Antisipasi Lonjakan Pengunjung

Travel Update
Wow! Ubud Jadi Kota Ke-4 Terbaik Sedunia, Kalahkan Kyoto dan Tokyo

Wow! Ubud Jadi Kota Ke-4 Terbaik Sedunia, Kalahkan Kyoto dan Tokyo

BrandzView
Per 1 Desember 2021, WNI Bisa Terbang Langsung ke Arab Saudi Tanpa Karantina 14 Hari di Negara Ketiga

Per 1 Desember 2021, WNI Bisa Terbang Langsung ke Arab Saudi Tanpa Karantina 14 Hari di Negara Ketiga

Travel Update
PPKM Level 3 Serentak, Taman Rekreasi Diminta Serius Terapkan Protokol Kesehatan

PPKM Level 3 Serentak, Taman Rekreasi Diminta Serius Terapkan Protokol Kesehatan

Travel Update
Menelusuri Sudut-sudut 'Nyeni' di West Kowloon Hong Kong, Bisa Ditempuh dengan Jalan Kaki

Menelusuri Sudut-sudut "Nyeni" di West Kowloon Hong Kong, Bisa Ditempuh dengan Jalan Kaki

BrandzView
Siap-siap, Selandia Baru Akan Terima Turis Asing pada 2022

Siap-siap, Selandia Baru Akan Terima Turis Asing pada 2022

Travel Update
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.