Nuansa Batak Tampil di Festival Kuliner Serpong 2015

Kompas.com - 23/08/2015, 10:09 WIB
Rumah Bolon khas Batak di Festival Kuliner Serpong (FKS) 2015 yang berlangsung di Summarecon Mal Serpong, 14 Agustus hingga 6 September 2015. KOMPAS.COM/JONATHAN ADRIANRumah Bolon khas Batak di Festival Kuliner Serpong (FKS) 2015 yang berlangsung di Summarecon Mal Serpong, 14 Agustus hingga 6 September 2015.
|
EditorI Made Asdhiana
SERPONG, KOMPAS.com – Acara Festival Kuliner Serpong (FKS) 2015 tak hanya menawarkan wisata kuliner dan nuansa Batak. Melalui beragam kerja sama dan programnya, FKS memberikan banyak tawaran bagi pelanggan.

Beberapa program yang ditawarkan di antaranya go green technolicious dan gemstone rewards. Program go green tech, misalnya, mengajak pengunjung untuk memungut setiap botol sampah yang dikonsumsi. Dua botol yang dikumpulkan dapat ditukarkan dengan kupon berhadiah. Selain itu untuk 50 pengumpul botol pertama, kartunya akan langsung diisi dengan nominal sejumlah Rp 50.000.

Hampir serupa program gemstone rewards juga menawarkan hal sama. Bagi penggemar batu akik dan batu permata, jangan sungkan membawanya ke FKS. Hanya dengan menunjukkan batu ini, pengunjung akan langsung langsung mendapat top up sebesar Rp 20.000.

Beragam program lain juga menarik, seperti Lucky DIP, GIIAS, dan tawaran dari kartu kredit. Selain promo, FKS juga menawarkan sisi lain Batak. Coba datang ke stand oleh-oleh. Di sana pengunjung akan menemukan hal-hal ‘berbau’ Batak yang tak asing, seperti bolu gulung, bika ambon, kacang sihobuk, dan bahkan ulos.

“Kita coba tampilkan berikan selengkap mungkin apa yang ada di Medan. Daripada terbang jauh ke sana, pengunjung bisa datang ke sini,” ujar Christina Manihuruk, Public Relation Coordinator, Summarecon Mal Serpong SMS, Sabtu (22/8/2015).

FKS adalah acara kuliner tahunan yang digelar di SMS. Tahun ini menjadi tahun kelima diadakannya FKS. Setiap tahun FKS menawarkan konsep-konsep budaya daerah tertentu. Tahun ini Batak terpilih menjadi tema besar.

FKS 2015 diadakan dari tanggal 14 Agustus hingga 6 September. Lokasinya berada di Area Parkir Selatan SMS. Tahun ini terdapat 63 stand dan 26 gerobak makanan yang dapat dipilih. Sebanyak 16 stand di antaranya menjual makanan khas Batak seperti nasi ayam udang medan, cakue medan, nasi goreng teri medan, lap choi, hingga martabak medan.

Keseluruhan area dibagi menjadi empat wilayah: Zona Siantar, Zona Selat Panjang, Zona Merdeka, dan Zona Gerobakan. Beberapa makanan mengandung babi, tapi jangan khawatir, pengunjung dapat mengetahuinya dari label bertuliskan “non halal” yang tertempel di stand.

Seperti tahun-tahun sebelumnya, FKS kelima tahun ini juga menggunakan sistem kartu untuk pelanggannya. Setiap pengunjung yang ingin bertransaksi harus memiliki kartu yang dapat diisi sejumlah nominal uang. Kartu ini dapat diambil di pintu masuk berbentuk Rumah Bolon.

Menangkan e-Voucher Belanja total jutaan rupiah. Kumpulkan poin di Kuis Hoaks/Fakta. *S&K berlaku
Ikut


Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Sejarah Rempah di Indonesia, Ada Pengaruh dari India, Spanyol, dan Portugis

Sejarah Rempah di Indonesia, Ada Pengaruh dari India, Spanyol, dan Portugis

Makan Makan
Longgarkan Lockdown, Restoran dan Kafe di Selandia Baru Buka Kembali Termasuk McDonald's dan KFC

Longgarkan Lockdown, Restoran dan Kafe di Selandia Baru Buka Kembali Termasuk McDonald's dan KFC

Makan Makan
Apa Bedanya Biji Kopi Robusta dan Arabika? Mulai dari Bentuk, Rasa, sampai Proses Pengolahan

Apa Bedanya Biji Kopi Robusta dan Arabika? Mulai dari Bentuk, Rasa, sampai Proses Pengolahan

Makan Makan
Hari Susu Sedunia 2020, Apa Bedanya Susu UHT dengan Susu Pasteurisasi?

Hari Susu Sedunia 2020, Apa Bedanya Susu UHT dengan Susu Pasteurisasi?

Makan Makan
Gandeng Bali Paragon Resort Hotel, Kemenparekraf Sediakan 346 Kamar untuk Nakes

Gandeng Bali Paragon Resort Hotel, Kemenparekraf Sediakan 346 Kamar untuk Nakes

Whats Hot
Hari Susu Sedunia 2020, Sejak Kapan Manusia Mulai Minum Susu?

Hari Susu Sedunia 2020, Sejak Kapan Manusia Mulai Minum Susu?

Makan Makan
Hari Susu Sedunia 2020, Kenapa Lembang Jadi Daerah Penghasil Susu Pertama di Indonesia?

Hari Susu Sedunia 2020, Kenapa Lembang Jadi Daerah Penghasil Susu Pertama di Indonesia?

Makan Makan
Bali Paragon Resort Hotel Siapkan 297 Kamar untuk Tenaga Medis

Bali Paragon Resort Hotel Siapkan 297 Kamar untuk Tenaga Medis

Whats Hot
Negara-negara di ASEAN Bisa Jadi Contoh Indonesia Sebelum Buka Pariwisata

Negara-negara di ASEAN Bisa Jadi Contoh Indonesia Sebelum Buka Pariwisata

Whats Hot
Virtual Tour Mendaki Gunung Rinjani, Peserta Pakai Jaket Gunung

Virtual Tour Mendaki Gunung Rinjani, Peserta Pakai Jaket Gunung

Jalan Jalan
Liburan ke Jeju, Yuk Nginap di Resor Legend of the Blue Sea

Liburan ke Jeju, Yuk Nginap di Resor Legend of the Blue Sea

Jalan Jalan
Angkasa Pura II Perpanjang Pembatasan Penerbangan hingga 7 Juni

Angkasa Pura II Perpanjang Pembatasan Penerbangan hingga 7 Juni

Whats Hot
Bali Tak Kunjung Buka Pariwisata, Apa Alasannya?

Bali Tak Kunjung Buka Pariwisata, Apa Alasannya?

Whats Hot
Bali Perlu Inovasi Pariwisata untuk Hadapi New Normal

Bali Perlu Inovasi Pariwisata untuk Hadapi New Normal

Whats Hot
Kisah Unik Desa Pancasila di Kaki Gunung Tambora, Seperti Apa?

Kisah Unik Desa Pancasila di Kaki Gunung Tambora, Seperti Apa?

Jalan Jalan
komentar di artikel lainnya
Close Ads X