Kompas.com - 03/11/2015, 15:52 WIB
EditorI Made Asdhiana
JAKARTA, KOMPAS.com - Jumlah kunjungan wisatawan mancanegara (wisman) ke Indonesia pada Januari hingga September 2015 sebanyak 7.191.771 orang atau tumbuh 3,53 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu sebanyak 6.946.849 orang.

Menteri Pariwisata Arief Yahya dalam keterangan tertulisnya di Jakarta, Senin (2/11/2015) menyebutkan pada September 2015 mencapai 869.179 wisman atau tumbuh sebesar 9,84 persen dibandingkan periode September 2014 sebanyak 791.296 wisman.

"Pertumbuhan wisman pada September 2015 sebesar 9,8 persen merupakan yang tertinggi dalam sembilan bulan terakhir dan tercatat sebagai rekor baru dalam lima tahun ini," katanya.

Performa pencapaian pada September dan secara kumulatif Januari hingga September 2015 tersebut menguatkan target 10 juta wisman tahun ini optimistis akan terlampaui.

Arief Yahya mengatakan dampak dari kebijakan Bebas Visa Kunjungan (BVK) dari 15 negara tahun ini menjadi 90 negara, mulai memberikan hasil dengan meningkatnya kunjungan wisman yang pada September 2015 mencapai dua digit.

TRIBUNNEWS/HERUDIN Wisatawan mancanegara menikmati suasana di kawasan Kota Tua, Jakarta Barat, Kamis (4/9/2014).
"Dampak BVK lebih signifikan akan terasa mulai tahun depan. Kita proyeksikan tahun 2016 kebijakan BVK akan menambah jumlah kunjungan 1 juta wisman dengan devisa sebesar 1 miliar dollar AS," kata Arief Yahya.

Menpar Arief Yahya menjelaskan, pemerintah melakukan terobosan sebagai deregulasi pariwisata dengan penerapan BVK 90 negara, penghapusan ketentuan Clearance Approval for Indonesia Teritory (CAIT), serta asas cabotage untuk cruise atau kapal pesiar asing sehingga kunjungan wisman cruise maupun para yachter dunia masuk ke perairan Indonesia akan meningkat signifikan.

Data BPS dan Asdep Penelitian dan Pengembangan Kebijakan Kepariwisataan Kementerian Pariwisata (Kemenpar) menyebutkan, kunjungan wisman pada September 2015 yang mengalami pertumbuhan tinggi yakni dari Mesir sebesar 72,60 persen, Uni Emirat Arab 44,51 persen, Arab Saudi 43,18 persen, Inggris 40,78 persen, dan Jerman 38,10 persen.

Sedangkan secara kumulatif Januari-September 2015 yang mengalami pertumbuhan tinggi yakni Tiongkok sebesar 20,04 persen, Mesir 19,45 persen, Inggris 13,82 persen, India 10,94 persen, dan Jerman 6,26 persen.

Menurut analisis Asdep Strategi Pemasaran Pariwisata Mancanegara Kemenpar, kebijakan BVK yang sudah tersosialisasi dengan baik di mancanegara serta gencarnya promosi Wonderful Indonesia melalui media cetak, elektronik, online dan media ruang menjadi faktor pendorong semakin banyaknya jumlah kunjungan wisman ke Indonesia.

KOMPAS.COM/MARKUS MAKUR Turis mengenakan pakaian adat Ngada, Nusa Tenggara Timur.
Selain itu kegiatan promosi dengan mengikuti pameran, festival, bursa, sales mission, maupun direct promotion terutama di 18 negara sebagai fokus pasar menjadi faktor pendorong lain dalam meningkatkan kunjungan wisman ke Indonesia.

Tingginya pertumbuhan wisman pada September 2015 diperkirakan antara lain karena performa 18 fokus pasar sebagian besar mengalami pertumbuhan tinggi.

Tercatat sebanyak 13 fokus pasar (originasi) mengalami pertumbuhan tinggi, sedangkan 5 fokus pasar (originasi) lainnya mengalami penurunan dalam jumlah relatif kecil atau tidak terlalu drastis.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Sumber Antara
Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.