Indah dan Damai di Pulau-pulau Resor

Kompas.com - 04/11/2015, 16:47 WIB
Seorang wisatawan menikmati ketenangan pantai Pulau Sepa, salah satu pulau resor di Kepulauan Seribu, Jakarta, Rabu (7/10/2015). Ketenangan dan alam pantai yang asri adalah nilai lebih yang bisa diperoleh di pulau-pulau resor. KOMPAS/MADINA NUSRATSeorang wisatawan menikmati ketenangan pantai Pulau Sepa, salah satu pulau resor di Kepulauan Seribu, Jakarta, Rabu (7/10/2015). Ketenangan dan alam pantai yang asri adalah nilai lebih yang bisa diperoleh di pulau-pulau resor.
EditorI Made Asdhiana
DEBUR ombak dan pasir putih terhampar sejauh mata memandang. Udara segar di tengah sengatan matahari memberikan energi baru dalam ketenangan alam pantai.

Inilah oase yang hanya bisa ditemukan pada pulau-pulau resor di Kepulauan Seribu, Jakarta.

Sejak zaman penjajahan Belanda, Kepulauan Seribu selalu memukau sebagai tempat wisata, selain dijadikan benteng pertahanan dagang.

Resor di pulau-pulau itu menjadi tempat istirahat bangsa Belanda pada masa itu.

Tak heran A Riyanto, pencipta lagu, mengabadikan keindahan Kepulauan Seribu dalam lagu ”Pulau Seribu” yang dipopulerkan Tetty Kadi.

”Waktu terang bulan, ku pergi berlayar/ Pergi menuju pulau seribu. Pulau indah permai/ Dengan pemandangan nyiur melambai di sepanjang pantai...” demikian lirik lagu yang populer pada 1967 itu.

Pemandangan pantai indah permai itu hingga hari ini masih bisa ditemukan di pulau-pulau resor di Kepulauan Seribu. Kehangatan hawa tropis dengan rimbun pepohonan dan atmosfer kedamaian masih terjaga di sana.

Berbeda dengan pulau-pulau berpenduduk asli di kepulauan itu yang rata-rata sudah padat dan kehilangan pasir
pantainya.

Sebagai tempat istirahat, pulau-pulau resor ini bebas dari permukiman penduduk.

Dengan pelayanan sekelas hotel berbintang, pulau-pulau yang dikelola pihak swasta ini benar-benar membuat para pengunjung bisa menikmati keindahan alam pulau, pantai dan laut dengan tenang.

Tero Juhani, wisatawan asal Finlandia, mengaku bisa langsung menemukan kesegaran saat menginjakkan kaki di Pulau Sepa, salah satu pulau resor di Kepulauan Seribu.

Lelah perjalanan dari negerinya ke Jakarta, ditambah perjalanan laut dari Dermaga Marina Ancol ke Pulau Sepa selama 1 jam lebih, terbayar oleh keindahan pasir putih di pulau itu.

Di atas kursi pantai, pemilik salah satu biro perjalanan wisata di Finlandia itu duduk santai di atas hamparan pantai pasir putih sambil membaca buku.

Cara sederhana lepas dari penat, menikmati sinar matahari dan birunya air laut, dengan pemandangan pulau-pulau kecil yang tersebar di beberapa penjuru.

”Ini benar-benar tempat melepaskan kepenatan. Lelah perjalanan dari Eropa terbayar dengan segarnya udara dan indahnya alam pulau ini,” tuturnya.

Kelebihan Pulau Sepa memang terletak pada pantainya. Pulau itu masih memiliki pantai pasir putih yang cukup lebar, yang belum tentu dimiliki pulau-pulau resor lain di Kepulauan Seribu.

Pantai itu landai sehingga air laut tampak bening kehijauan dengan deburan ombak yang lembut.

Tero datang bersama setidaknya tujuh pemilik agen perjalanan dari Polandia dan Estonia.

Para agen perjalanan itu sengaja didatangkan oleh Pemerintah RI dalam rangka promosi wisata bahari di Indonesia, salah satunya Kepulauan Seribu.

Kepala Suku Dinas Pariwisata Kabupaten Kepulauan Seribu Irfal Guci menyampaikan, potensi wisata pulau resor sangat besar karena bisa menjual wisata bahari dengan nilai tinggi.

KOMPAS/MADINA NUSRAT Sejumlah wisatawan asing melakukan snorkeling di kawasan pantai Pulau Sepa, salah satu pulau resor di Kepulauan Seribu, Jakarta, Rabu (7/10/2015).
Bahkan, hingga 15 tahun lalu, wisata di pulau-pulau resor merupakan pionir wisata bahari di Kepulauan Seribu. Pada masa itu ada 15 pulau resor yang dibuka.

Namun, belakangan, dengan berkembangnya wisata berbasis rakyat di Kepulauan Seribu, wisata pulau resor menjadi kalah bersaing. Sebab, wisata yang disediakan rakyat menawarkan harga jauh lebih murah.

”Hingga saat ini tinggal tujuh pulau resor yang membuka penginapan dan wisata. Oleh karena itu, pemerintah berkomitmen untuk membantu mempromosikannya,” kata Irfal.

Di pulau-pulau resor itu, keindahan alam asli masih terjaga. Bukan hanya karena tak berpenduduk, penginapan yang disediakan di setiap resor juga tak banyak sehingga sebagian besar area pulau itu masih dipenuhi pepohonan.

Misalnya, Pulau Sepa yang hanya berisi 38 bungalo berbentuk rumah panggung. Setiap bungalo memiliki teras sendiri dan memuat sedikitnya dua kamar tidur dan dilengkapi kamar mandi.

Untuk menjaga kesegaran, setiap bungalo juga dilengkapi pendingin udara, mengimbangi hangatnya hawa pantai.

Tak hanya menyajikan keindahan alam pulau tropis, pulau-pulau resor juga menyediakan berbagai aktivitas olahraga air, seperti snorkeling, menyelam, dan mengayuh kano.

Untuk snorkeling, misalnya, cukup menyusuri area perairan di sekitar pulau dan bisa langsung menikmati keindahan alam bawah laut yang dipenuhi karang dan ikan hias warna-warni.

Untuk peralatan snorkeling, seperti masker, selang pernapasan, dan fin atau sepatu kaki katak bisa menyewa kepada pengelola resor. Satu set peralatan snorkeling untuk pemakaian satu hari di Pulau Sepa disewakan Rp 95.000.

Berlayar lebih ke utara lagi, kita akan menemukan lebih banyak lagi pulau-pulau resor di Kepulauan Seribu.

Wahana unik

Salah satunya Pulau Putri yang memiliki beberapa wahana wisata laut unik, seperti perahu berlantai kaca yang membuat penumpangnya bisa menyaksikan keindahan bawah laut tanpa harus masuk ke air.

Disediakan pula kapal khusus untuk pesiar menikmati matahari tenggelam atau sunset cruise dan akuarium bawah laut. Semua wahana itu dapat dinikmati pengunjung dengan gratis selama menginap di resor tersebut.

Pantai di Pulau Putri lebih sempit ketimbang Pulau Sepa. Namun, bukan berarti tak menyenangkan. Pengunjung masih bisa menikmati berbagai kegiatan wisata laut, seperti
snorkeling dan berenang.

Bagi anak-anak yang belum terbiasa dengan olahraga laut, mereka bisa mulai mengenal keindahan laut dengan
mengunjungi akuarium bawah laut di resor itu.

Akuarium tersebut tak lain adalah terowongan kaca yang dibangun di dasar perairan pantai berkedalaman sekitar 3 meter.

Pengunjung harus menuruni beberapa anak tangga untuk masuk ke akuarium ini.

Berada di akuarium ini terasa seperti berada di dalam laut. Dari dalam akuarium itu kita dapat langsung menyaksikan
aktivitas ikan-ikan laut di habitat aslinya.

Biaya menginap di resor ini berkisar Rp 1,8 juta per orang untuk satu malam pada akhir pekan. Pada hari biasa, biayanya menjadi Rp 1,6 juta per orang untuk satu malam.

Jika diperpanjang, biaya menginap per malam selanjutnya menjadi berkisar Rp 1,2 juta-Rp 1,4 juta.

Biaya menginap di pulau resor ini memang relatif tinggi karena semua kebutuhan menginap didatangkan dari pulau lain atau dari Jakarta.

Listrik, misalnya, masih menggunakan generator listrik (genset) karena pulau-pulau resor belum memperoleh jaringan listrik dari PLN.

KOMPAS/MADINA NUSRAT Wisatawan asing menikmati matahari terbenam dengan berpesiar ke sejumlah area perairan di Kepulauan Seribu, Jakarta, Rabu (7/10/2015). Fasilitas pesiar sunset cruise ini disediakan di Pulau Putri, salah satu pulau resor di Kepulauan Seribu.
Jaringan listrik PLN saat ini baru menjangkau pulau-pulau penduduk. Hal itu pula sebabnya biaya wisata di pulau penduduk bisa jauh lebih murah.

Demikian pula untuk air, setiap pulau resor hanya dapat menggunakan air tanah di pulau yang payau sehingga harus mengeluarkan biaya lagi untuk pengolahan supaya layak digunakan. Sementara untuk air minum didatangkan dari pulau penduduk.

Bagi yang berminat berwisata ke pulau-pulau resor ini perlu memperhatikan pentingnya pemesanan di awal.

Menurut Manajer Operasional Pulau Putri, Ayi Wahyudi, belakangan ini kunjungan ke Pulau Putri pada setiap akhir pekan selalu padat. Bahkan, beberapa pengunjung harus mengajukan pesanan sejak sebulan sebelum datang ke pulau.

”Umumnya kalangan ekspatriat yang bekerja di Jakarta yang berlibur di pulau kami pada setiap akhir pekan. Mereka pun harus pesan sebulan sebelumnya,” kata Ayi.

Pemesanan dapat diakses lewat internet atau daring. Pencarian dapat dilakukan dengan menggunakan mesin pencari seperti Google.

Ada pula beberapa agen wisata yang menyediakan jasa perjalanan ke pulau-pulau resor di Kepulauan Seribu ini. (MADINA NUSRAT)

Versi cetak artikel ini terbit di harian Kompas edisi 31 Oktober 2015, di halaman 28 dengan judul "Indah dan Damai di Pulau-pulau Resor".



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X