Kompas.com - 20/01/2016, 19:16 WIB
Jembatan Ampera berdiri megah di atas Sungai Musi di Palembang, Sumatera Selatan, Kamis (18/4/2013). Sejak zaman Kerajaan Sriwijaya hingga sekarang, sungai dengan panjang 750 km ini terkenal sebagai sarana transportasi utama bagi masyarakat sekitar. KOMPAS/AGUS SUSANTOJembatan Ampera berdiri megah di atas Sungai Musi di Palembang, Sumatera Selatan, Kamis (18/4/2013). Sejak zaman Kerajaan Sriwijaya hingga sekarang, sungai dengan panjang 750 km ini terkenal sebagai sarana transportasi utama bagi masyarakat sekitar.
EditorI Made Asdhiana
PALEMBANG, KOMPAS.com - Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Sumatera Selatan akan melakukan promosi pariwisata memanfaatkan momentum gerhana matahari total (GMT) yang dapat disaksikan dari beberapa kabupaten dan kota di provinsi ini pada 9 Maret 2016.

"Tim hari ini mulai berangkat ke Bali melakukan promosi wisata lewat momentum gerhana matahari total ini," kata Pelaksana Tugas Kepala Dinas Kebudayan dan Pariwisata Sumsel, Irene Camelyn Sinaga, dijumpai di sela aktivitas pengukuran posisi dan kondisi cahaya matahari di Jembatan Ampera Palembang, Selasa (19/1/2016).

Dia mengemukakan, promosi pariwisata ini juga dibantu beberapa agen perjalanan yang akan mengantarkan wisatawan menuju tujuan peristiwa GMT itu.

Irene menjelaskan, beberapa lokasi di Palembang, seperti Jakabaring, Bukit Siguntang, Sungai Gantung Plaju, dan terutama Jembatan Ampera akan disiapkan untuk menyaksikan fenomena alam yang langka ini.

Dinas Perhubungan setempat rencananya menutup sebagian jalur jalan di Jembatan Ampera selama 12 jam, mulai pukul 00.00 WIB hingga Pukul 12.00 WIB.

KOMPAS/IRENE SARWINDANINGRUM Kelenteng Hok Cing Bio di Pulau Kemaro, Palembang, Sumatera Selatan, Jumat (24/1/2014), yang mulai berhias menyambut Cap Go Meh. Pulau di tengah Sungai Musi ini menjadi tujuan ratusan ribu orang dari sejumlah daerah setiap perayaan Cap Go Meh atau bulan purnama pertama setelah Imlek.
"Beruntung peristiwa itu bersamaan hari libur nasional, sehingga memudahkan kami untuk melakukan penutupan jalan," katanya lagi.

Menurut Irene, di atas Jembatan Ampera akan digelar semacam pasar kuliner dari pangkal hingga ujung jembatan itu.

Tidak hanya di Palembang, beberapa daerah lain yang potensial, seperti kawasan Upang Sungsang di Kabupaten Banyuasin, Kota Lubuklinggau, Kota Prabumulih, dan Sekayu-Sungai Lilin-Babat Toman di Kabupaten Musi Banyuasin.

"Target kami jelas akan menyasar ribuan wisatawan, kami sudah lihat dari jumlah pemesanan kamar di berbagai hotel," ujar Irene.

Dia mengemukakan, menjelang fenomena alam tersebut tim dari Pusat Sains dan Teknologi Atmosfer-Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional (LAPAN) melakukan pengukuran kenaikan posisi dan kondisi sinar matahari di Jembatan Ampera Palembang.

Halaman:


Video Pilihan

Sumber Antara
Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.