Banyuwangi Memukau Pengunjung di Madrid

Kompas.com - 25/01/2016, 16:02 WIB
Tiga anak muda dari Banyuwangi Ethno Carnival, yaitu Olivia Gunawan (17), Ni Luh Ratih Widanti (18), dan Moh Budi Sugiarto (21), dalam pameran bursa pariwisata Fitur di Madrid, Spanyol, yang berlangsung 20-24 Januari 2016 terus memukau pengunjung dan media-media dari sejumlah negara asing. KOMPAS/IRENE SARWINDANINGRUMTiga anak muda dari Banyuwangi Ethno Carnival, yaitu Olivia Gunawan (17), Ni Luh Ratih Widanti (18), dan Moh Budi Sugiarto (21), dalam pameran bursa pariwisata Fitur di Madrid, Spanyol, yang berlangsung 20-24 Januari 2016 terus memukau pengunjung dan media-media dari sejumlah negara asing.
EditorI Made Asdhiana
LIMA tahun lalu, Banyuwangi hanyalah sebuah kabupaten kecil di sudut Jawa Timur. Citra yang melekat dulu adalah daerah untuk mencari dukun, selain tempat penyeberangan ke Bali. Kini citra buruk itu pudar. Nama Banyuwangi berkibar di ajang pariwisata di Madrid, Spanyol.

Anak-anak muda Banyuwangi menjadi daya pikat di pameran pariwisata internasional Madrid. Kabupaten itu juga dikukuhkan sebagai juara dalam penghargaan bergengsi pariwisata yang digelar Organisasi Pariwisata Perserikatan Bangsa-Bangsa.

Ni Luh Ratih Widanti (16), dengan tarian ronggeng Banyuwanginya, tak henti memukau pengunjung di pameran pariwisata internasional Fitur di Madrid, 20-24 Januari.

Dua rekannya dari Banyuwangi Ethno Carnival (BEC), Moh Budi Sugiarto (21) dan Olivia Gunawan (17), pun tak kalah menarik dengan mengenakan kostum karnaval perpaduan reog dan pengantin Osing, suku di Banyuwangi.

”Espectacular Banyuwangi…!”, ”Fantastico…!” seru warga Madrid menyatakan kekagumannya, saat melihat penampilan Banyuwangi di pameran Fitur. Begitu juga orang-orang asing yang melintas.

”Selamat untuk Indonesia, penampilannya sangat luar biasa,” ujar Alberto Roque, seorang produser acara televisi dari Meksiko.

Sepanjang hari, Budi, Ni Luh, dan Olivia mempromosikan pariwisata Indonesia kepada para pengunjung dari berbagai belahan dunia. Orang-orang dari sejumlah negara dan media asing pun silih berganti meminta foto hingga menari bersama. Tak sedikit pula media asing datang untuk mewawancarai mereka.

Tak terlihat kelelahan pada wajah mereka, meskipun harus mengenakan kostum berangka besi berbobot lebih dari 15 kilogram selama berjam-jam. Ni Luh dengan kejahilan remajanya, membuat gemas para pengunjung yang kena sambar selendang hijaunya untuk diajak menari bersama.

”Kostum ini temanya kemanten Banyuwangi atau pengantin Banyuwangi, yaitu Sekar Kedathon Wetan, Sembar Kemuning, dan Mupus Braen Blambangan. Semuanya sudah pernah menang di karnaval BEC,” kata Budi yang merancang kostum-kostum itu.

Budi, Olivia, dan Ni Luh benar-benar menjadi daya pikat di paviliun Kementerian Pariwisata di ajang Fitur Madrid. Mereka juga menjadi pusat perhatian dalam makan malam mewah Kedutaan Indonesia untuk Spanyol di hotel berbintang di pusat kota Madrid yang digelar Selasa (19/1/2016). Makan malam bertema kuliner Padang itu dihadiri pengusaha dan pejabat Madrid.

Perhatian yang begitu besar itu meredakan segala kelelahan mereka untuk tampil di tengah musim dingin dengan suhu rata-rata 8 derajat celsius.

Halaman:
Menangkan e-Voucher Belanja total jutaan rupiah. Kumpulkan poin di Kuis Hoaks/Fakta. *S&K berlaku
Ikut


Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Cara Simpan Stroberi agar Awet hingga 1 Tahun

Cara Simpan Stroberi agar Awet hingga 1 Tahun

Makan Makan
7 Rekomendasi Jalan-jalan Naik Kereta di Dunia Tanpa Keluar Rumah

7 Rekomendasi Jalan-jalan Naik Kereta di Dunia Tanpa Keluar Rumah

Jalan Jalan
Garuda Indonesia Beri Akses Prioritas Bagi Tenaga Medis

Garuda Indonesia Beri Akses Prioritas Bagi Tenaga Medis

Whats Hot
[POPULER TRAVEL] Cara Simpan Pisang | Kondisi Kafe Kucing

[POPULER TRAVEL] Cara Simpan Pisang | Kondisi Kafe Kucing

Whats Hot
Keliling Rumah Angker Winchester Lewat Tur Virtual, Berani?

Keliling Rumah Angker Winchester Lewat Tur Virtual, Berani?

Jalan Jalan
Kabar Baik di Tengah Wabah Corona: 2 Panda Hong Kong Berhasil Dikawinkan

Kabar Baik di Tengah Wabah Corona: 2 Panda Hong Kong Berhasil Dikawinkan

Whats Hot
ASITA: Industri Agen Perjalanan Sangat Terhantam dan Dilema karena Virus Corona

ASITA: Industri Agen Perjalanan Sangat Terhantam dan Dilema karena Virus Corona

Whats Hot
Promo Layanan Pesan Antar Makanan dari Warung Pasta, Locarasa, dan Hoo Hah Box

Promo Layanan Pesan Antar Makanan dari Warung Pasta, Locarasa, dan Hoo Hah Box

Makan Makan
Saran Bagi Pelaku Pariwisata agar Dapat Bertahan di Tengah Krisis Pandemi Virus Corona

Saran Bagi Pelaku Pariwisata agar Dapat Bertahan di Tengah Krisis Pandemi Virus Corona

Whats Hot
Menengok Masjid Shah Cheragh di Iran yang Jadi Tempat Produksi Masker Virus Corona

Menengok Masjid Shah Cheragh di Iran yang Jadi Tempat Produksi Masker Virus Corona

Whats Hot
Sejarah Budae Jjigae, Kuliner Khas Korea yang Muncul saat Perang

Sejarah Budae Jjigae, Kuliner Khas Korea yang Muncul saat Perang

Makan Makan
3 Cara Membuat Dalgona Coffee di Rumah, Pernah Coba yang Mana?

3 Cara Membuat Dalgona Coffee di Rumah, Pernah Coba yang Mana?

Makan Makan
Cara Mudah Membuat Foam Susu Tanpa Mesin, Bahan untuk Kopi Kekinian

Cara Mudah Membuat Foam Susu Tanpa Mesin, Bahan untuk Kopi Kekinian

Makan Makan
3 Makanan Berbentuk Virus Corona, Salah Satunya Bakso Aci di Surabaya

3 Makanan Berbentuk Virus Corona, Salah Satunya Bakso Aci di Surabaya

Makan Makan
Di Tengah Pandemi Corona, Ini Kondisi Kafe Kucing di Jakarta dan Malang

Di Tengah Pandemi Corona, Ini Kondisi Kafe Kucing di Jakarta dan Malang

Whats Hot
komentar di artikel lainnya
Close Ads X